Membidik Peluang Ekonomi Baru lewat Forum Ekonomi Timur

  • 05 Sep 2026 12:59 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Prabowo Subianto menjadi tamu kehormatan dalam Forum Ekonomi Timur atau Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 Rusia
  • Indonesia-Rusia berkomitmen meningkatkan kerja sama disektor pertanian, antariksa hingga energi nuklir
  • Presiden Rusia Vladimir Putin menawarkan pembuatan kapal ikan canggih
  • PT Pupuk Indonesia akan membangun pabrik pupuk di Vladivostok, Rusia

Presiden Putin mengundang Presiden Prabowo secara khusus sebagai tamu kehormatan pada Forum Ekonomi Timur (EEF) ke-11. Acara tersebut digelar di Far Eastern Federal University (FEFU) Vladivostok.

EFF merupakan salah satu forum ekonomi termuka untuk perekonomian wilayah ‘Timur Jauh’ dan memperluas kerja sama internasional di kawasan Asia-Pasifik. Forum ini memberikan akses langsung kepada para peserta untuk terhubung dengan mitra, investor, dan regulator, membuka jalan menuju pasar baru.

Forum EFF mempertemukan pemerintah, dunia usaha, dan ahli untuk merumuskan solusi bersama, membangun kemitraan, dan meluncurkan berbagai proyek baru. Forum EFF juga menawarkan kesempatan untuk turut menentukan agenda pembangunan bagi negara tersebut.

Tamu undangan mengikuti Forum Ekonomi Timur ke-11 di Far Eastern Federal University (FEFU) ,Vladivostok, Kami 3 September 2026 (Foto: Sekretariat Presiden)

Forum ekonomi yang berlangsung pada 1-4 September 2026 tersebut, mengusung tema ‘The Far East: Development for the Benefit of the People’. Presiden Putin menyampaikan pidato pembuka, kemudian lanjutkan dengan Presiden Prabowo sebagai tamu kehormatan.

Forum dilanjutkan dengan penyampaian pandangan dari tiga tamu lainnya, yaitu Perdana Menteri Mongolia Nyam-Osoryn Uchral. Wakil Presiden Myanmar Nyo Saw, serta Wakil Perdana Menteri Republik Rakyat Tiongkok Ding Xuexian.

Presiden Prabowo mengawali pidato dengan memperkenalkan diri sebagai Presiden RI dengan jumlah penduduk mencapai 290 juta jiwa. Presiden Prabowo mengatakan kunjungan kali ini adalah yang kedua kalinya.

Pada pidato pembukanya, Presiden Prabowo mengatakan Indonesia dan Rusia merupakan negara yang luas. Indonesia diapit oleh dua samudera yakni Hindia dan Pasifik sehingga menjadikan posisi Indonesia sangat strategis.

Presiden Prabowo menegaskan jarak geografis antara Vladivostok dan Indonesia tidak semestinya menjadi penghalang. Oleh sebab itu, menurutnya Samudera Pasifik bukan penghalang bagi kedua negara untuk menjalin kerja sama lebih erat.

“Indonesia berupaya membangun jembatan yang lebih kuat dengan Timur Jauh Rusia dan dengan Uni Ekonomi Eurasia. Timur Jauh Rusia dan Indonesia sama-sama memiliki wilayah yang sangat luas,” katanya.

“Dibutuhkan waktu berjam-jam untuk terbang dari satu ujung wilayah kita ke ujung lainnya. Kita memahami bahwa sebuah ibu kota terkadang terasa sangat jauh dari masyarakat yang tinggal di wilayah perbatasan,” ujar Presiden Prabowo.

Oleh sebab itu, Presiden Prabowo Subianto mengusulkan dibukanya jalur pelayaran dan penerbangan langsung antara Indonesia dan Rusia . Hal itu untuk memperkuat konektivitas serta hubungan ekonomi kedua negara.

"Saya percaya bahwa dalam forum ini kita dapat membangun jalur pelayaran langsung yang kompetitif antara Vladivostok dan Indonesia, dengan jadwal, biaya, asuransi, serta muatan. Penerbangan langsung akan membawa wisatawan Rusia ke Indonesia dan wisatawan Indonesia menikmati keindahan Timur Jauh Rusia, kapal mengangkut barang," katanya.

Sementara itu, Putin mengatakan Asia-Pasifik merupakan kawasan yang penting salah satu pusat pertumbuhan ekonomi dunia. Rusia merupakan salah satu negara yang aktif menjalin kerja sama investasi dan perdagangan di kawasan Asia-Pasifik.

" Arah strategis kami adalah menjadikan Timur Jauh sebagai wilayah kerja sama dan perubahan dinamis di bidang ekonomi dan infrastruktur. Kemudian dalam pengembangan teknologi dan pelatihan tenaga kerja, dan tentu saja di bidang sosial,” ujar Presiden Putin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....