Membidik Peluang Ekonomi Baru lewat Forum Ekonomi Timur
- 05 Sep 2026 12:59 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Prabowo Subianto menjadi tamu kehormatan dalam Forum Ekonomi Timur atau Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 Rusia
- Indonesia-Rusia berkomitmen meningkatkan kerja sama disektor pertanian, antariksa hingga energi nuklir
- Presiden Rusia Vladimir Putin menawarkan pembuatan kapal ikan canggih
- PT Pupuk Indonesia akan membangun pabrik pupuk di Vladivostok, Rusia
Indonesia dan Rusia adalah Mitra Penting
PRESIDEN Republik Indonesia Prabowo Subianto menuntaskan kunjungan resmi ke Vladivostok, Rusia, Kamis 3 September 2026. Pesawat yang membawa Presiden Prabowo dan rombongan mendarat di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta sekitar pukul 03.00 WIB, Jumat 4 September 2026.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan kunjungan Presiden Prabowo atas undangan resmi dari Presiden Vladimir Putih. Presiden Prabowo juga menjadi tamu kehormatan pada Forum Ekonomi Timur atau Eastern Economic Forum (EEF) ke-11, di Far Eastern Federal University (FEFU).
“Presiden Putin secara khusus mengundang Bapak Presiden Prabowo sebagai tamu kehormatan utama EEF. Ini merupakan cerminan hubungan erat Indonesia dan Rusia yang terus dibangun dan diperkuat melalui diplomasi langsung kedua pemimpin,” kata Teddy dalam keterangan, Rabu 2 September 2026.
Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih mendampingi Presiden Prabowo yakni Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Selanjutnya Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani; dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto.
Pejabat lainnya yang turut dalam rombongan adalah Menteri Luar Negeri Sugiono dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Kehadiran Presiden Prabowo memperkuat peran Indonesia dikancah panggung dunia.
“Indonesia dipandang Rusia sebagai salah satu mitra utama dan strategis di Asia-Pasifik, anggota ASEAN yang dihormati, serta salah satu negara penting yang merepresentasikan Global South dan dunia Muslim. Ini menunjukkan posisi strategis Indonesia dalam percaturan global,” ucap Teddy.
Presiden RI Prabowo Subianto Jadi Tamu Kehormatan Forum Ekonomi Timur
Presiden Rusia Putin menyambut hangat Presiden RI Prabowo Subianto. Lantas kedua pemimpin negara menggelar pertemuan sebelumnya forum ekonomi EFF.
Presiden Prabowo dan Putin membahas peluang kerja sama diberbagai bidang seperti pertanian, teknologi, energi dan sumber daya mineral. Selanjutnya adalah mineral, pertahanan, kerja sama antariksa hingga investasi dan perkapalan.
Presiden Prabowo menjelaskan Indonesia dan Rusia memiliki sejarah panjang hampir lima dasawarsa. Bagi Indonesia, Rusia merupakan mitra penting sehingga Presiden Prabowo menyatakan bangga bekerja sama dengan Rusia.
“Indonesia dan Rusia memiliki ikatan sejarah yang mendalam lebih dari 5 dasawarsa lebih, bagi Indonesia, Rusia adalah mitra yang sangat penting. Karena itu kami bangga dan gembira hubungan kita bisa meningkat menjadi kemitraan strategis tahun lalu,” kata Presiden Prabowo.

Indonesia, kata Presiden Prabowo, menyampaikan komitmen untuk meningkatkan kerja sama dengan Rusia, kerja sama yang saling menguntungkan bagi kedua negara. Apalagi Indonesia dan Rusia merupakan negara kepulauan sehingga konektivitas dan sektor maritim sangat penting.
“Kita berdua adalah negara Pasifik dan bagi kami sebagai negara kepulauan konektivitas dan kerjasama maritim sangat penting. Indonesia terus berupaya untuk terus meningkatkan kerjasama di segala bidang demi mencapai keuntungan bagi kedua negara kita,” ujarnya.
Presiden Prabowo menegaskan hubungan bilateral Indonesia dan Rusia terus mengalami peningkatan. Pemerintah Indonesia siap meningkatkan kerja sama dengan Rusia.
“Kita juga juga siap untuk meningkatkan kerja sama ini,” katanya menegaskan. Adapun Presiden Rusia, Vladimir Putin menyampaikan apresiasi atas kunjungan Presiden Prabowo di Kota Vladivostok.
Presiden Putin melontarkan pujian kepada Indonesia dengan menyebut sebagai sahabat yang terpercaya. Selain itu, Indonesia dan Rusia bersama-sama memainkan peran penting di forum dunia terutama Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
“Jakarta dan Indonesia merupakan salah satu sahabat Rusia yang terpercaya dalam kerangka ASEAN. Kami juga bekerja sama di berbagai platform internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB),” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Presiden Putin menyampaikan kepada Presiden Prabowo bahwa Indonesia merupakan mitra penting bagi Rusia. Hubungan Indonesia-Rusia berjalan baik terutama sektor perdagang yang mengalami kenaikan 12 persen.
Pemerintah Rusia, lanjut Putin memberikan perhatian dalam pengembangan kerja sama bilateral yakni pertanian, pembangunan kapal ikan, teknologi digital. Rusia juga siap untuk bekerja sama disektor energi terutama energi nuklir untuk tujuan damai.
“Indonesia merupakan salah satu mitra kunci bagi Rusia di kawasan Asia-Pasifik. Kita telah menjalin hubungan persahabatan selama bertahun-tahun, perdagangan antara kedua negara juga terus berkembang, volume perdagangan meningkat 12 persen tahun lalu,” katanya.
Presiden RI Prabowo ‘Pamer’ Program MBG di Forum Ekonomi Dunia
Presiden Putin mengundang Presiden Prabowo secara khusus sebagai tamu kehormatan pada Forum Ekonomi Timur (EEF) ke-11. Acara tersebut digelar di Far Eastern Federal University (FEFU) Vladivostok.
EFF merupakan salah satu forum ekonomi termuka untuk perekonomian wilayah ‘Timur Jauh’ dan memperluas kerja sama internasional di kawasan Asia-Pasifik. Forum ini memberikan akses langsung kepada para peserta untuk terhubung dengan mitra, investor, dan regulator, membuka jalan menuju pasar baru.
Forum EFF mempertemukan pemerintah, dunia usaha, dan ahli untuk merumuskan solusi bersama, membangun kemitraan, dan meluncurkan berbagai proyek baru. Forum EFF juga menawarkan kesempatan untuk turut menentukan agenda pembangunan bagi negara tersebut.

Forum ekonomi yang berlangsung pada 1-4 September 2026 tersebut, mengusung tema ‘The Far East: Development for the Benefit of the People’. Presiden Putin menyampaikan pidato pembuka, kemudian lanjutkan dengan Presiden Prabowo sebagai tamu kehormatan.
Forum dilanjutkan dengan penyampaian pandangan dari tiga tamu lainnya, yaitu Perdana Menteri Mongolia Nyam-Osoryn Uchral. Wakil Presiden Myanmar Nyo Saw, serta Wakil Perdana Menteri Republik Rakyat Tiongkok Ding Xuexian.
Presiden Prabowo mengawali pidato dengan memperkenalkan diri sebagai Presiden RI dengan jumlah penduduk mencapai 290 juta jiwa. Presiden Prabowo mengatakan kunjungan kali ini adalah yang kedua kalinya.
Pada pidato pembukanya, Presiden Prabowo mengatakan Indonesia dan Rusia merupakan negara yang luas. Indonesia diapit oleh dua samudera yakni Hindia dan Pasifik sehingga menjadikan posisi Indonesia sangat strategis.
Presiden Prabowo menegaskan jarak geografis antara Vladivostok dan Indonesia tidak semestinya menjadi penghalang. Oleh sebab itu, menurutnya Samudera Pasifik bukan penghalang bagi kedua negara untuk menjalin kerja sama lebih erat.
“Indonesia berupaya membangun jembatan yang lebih kuat dengan Timur Jauh Rusia dan dengan Uni Ekonomi Eurasia. Timur Jauh Rusia dan Indonesia sama-sama memiliki wilayah yang sangat luas,” katanya.
“Dibutuhkan waktu berjam-jam untuk terbang dari satu ujung wilayah kita ke ujung lainnya. Kita memahami bahwa sebuah ibu kota terkadang terasa sangat jauh dari masyarakat yang tinggal di wilayah perbatasan,” ujar Presiden Prabowo.
Oleh sebab itu, Presiden Prabowo Subianto mengusulkan dibukanya jalur pelayaran dan penerbangan langsung antara Indonesia dan Rusia . Hal itu untuk memperkuat konektivitas serta hubungan ekonomi kedua negara.
"Saya percaya bahwa dalam forum ini kita dapat membangun jalur pelayaran langsung yang kompetitif antara Vladivostok dan Indonesia, dengan jadwal, biaya, asuransi, serta muatan. Penerbangan langsung akan membawa wisatawan Rusia ke Indonesia dan wisatawan Indonesia menikmati keindahan Timur Jauh Rusia, kapal mengangkut barang," katanya.
Sementara itu, Putin mengatakan Asia-Pasifik merupakan kawasan yang penting salah satu pusat pertumbuhan ekonomi dunia. Rusia merupakan salah satu negara yang aktif menjalin kerja sama investasi dan perdagangan di kawasan Asia-Pasifik.
" Arah strategis kami adalah menjadikan Timur Jauh sebagai wilayah kerja sama dan perubahan dinamis di bidang ekonomi dan infrastruktur. Kemudian dalam pengembangan teknologi dan pelatihan tenaga kerja, dan tentu saja di bidang sosial,” ujar Presiden Putin.
Presiden RI Prabowo Ingin Perdagangan Bebas Indonesia-Eurasia, Segera diberlakukan
Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan alasan pemerintah menghadirkan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut Kepala Negara, pembangunan tidak boleh dinikmati oleh segelintir golongan, melainkan harus dirasakan oleh seluruh rakyat.
Begitupula dengan akses makan bergizi, harus dapat dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia. Pemerintah tidak boleh membiarkan anak-anak ke sekolah dalam keadaan lapar.
Pemerintah harus memastikan ibu hamil dan ibu menyusui mendapatkan asupan makan bergizi melalui program MBG. Pemerintah juga harus memastikan lansia tetap mendapatkan perhatian dengan menyiapkan makan bergizi.
Program MBG telah menjangkau 62, 4 juta penerima manfaat yang meliputi peserta didik, balita, lansia, ibu menyusui, hingga ibu hamil. Sejak diluncurkan program MBG pada tahun lalu, total sajian yang telah disalurkan mencapai 8,3 miliar porsi.
“Kebaikan terbesar bagi sebanyak-banyaknya masyarakat, pembangunan tidak boleh hanya memberikan manfaat kepada segelintir orang. Itulah sebabnya Indonesia menyediakan makanan bergizi secara gratis bagi seluruh anak-anak kita dan ibu-ibu mereka yang sedang hamil,” kata Presiden Prabowo.

Oleh sebab itu, pemerintah Indonesia bekerja keras agar swasembada pangan sehingga kebutuhan primer rakyat Indonesia terpenuhi terutama disaat ketidakpastian global. Indonesia berhasil swasembada beras dan jagung.
“Itulah sebabnya kami terus mengupayakan swasembada pangan dan ketahanan energi. Itulah sebabnya kami mempercepat hilirisasi industri agar sumber daya alam kita dapat menciptakan industri, meningkatkan keterampilan, dan menyediakan lapangan kerja,” ujarnya.
Presiden Prabowo Tegaskan Politik Indonesia Bebas Aktif
Presiden RI Prabowo Subianto menginginkan agar perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia atau Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (Indonesia-EAEU FTA), segera diberlakukan. Perjanjian dagang tersebut ditanda tangani oleh Indonesia bersama lima negara anggota yakni Armenia, Belarus, Kazakhstan, Kirgizstan, dan Rusia—serta Komisi Ekonomi Eurasia.
Perjanjian dagang Indonesia-Uni Ekonomi Eurasia ditanda tangani di St. Petersburg, Rusia pada 21 Desember 2025. Presiden Prabowo meminta negara-negara Uni Ekonomi Eurasia menuntaskan prosedur internal masing-masing sehingga dapat diberlakukan secepatnya.
"Indonesia ingin perjanjian ini segera berlaku dan digunakan, segera setelah pertukaran dokumen ratifikasi memungkinkan. Saya menyerukan kepada seluruh negara anggota Uni Ekonomi Eurasia untuk menyelesaikan prosedur internal masing-masing sehingga kita dapat memanfaatkan perjanjian ini sesegera mungkin," kata Presiden Prabowo Subianto.
Perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia menghapus atau mengurangi bea masuk atas 11.882 pos tarif, atau lebih dari 90 persen dari seluruh barang yang diperdagangkan. Presiden Prabowo ingin penghapusan tarif segera berlaku sehingga transaksi bisnis dapat dilakukan secepatnya.
"Niat saya adalah ketika jadwal tarif mulai berlaku, barang, jalur perdagangan, dan kontrak harus sudah tersedia. Forum ini harus menjadi pasar bagi perjanjian tersebut," ujarnya.
Kepala Negara menekankan pentingnya kerja sama ditengah situasi global yang semakin penuh dengan tantangan. Menurut Presiden Prabowo, perdagangan kerap dijadikan senjata dansaling curiga.
Oleh sebab itu, kerja sama dibidang pangan, energi, teknologi dan perdagangan adalah kunci untuk menghadapi tantangan. Selain itu, menurut Presiden Prabowo, ketahanan ekonomi global membutuhkan sistem keuangan yang mampu beroperasi secara berdampingan dan tidak boleh bergantung pada satu sistem tertentu.
“Saat ini, perdagangan kerap dijadikan senjata, rantai pasok dibentuk ulang oleh rasa saling curiga, dan sektor keuangan terkotak-kotak secara geografis. Justru karena dunia sedang terfragmentasi, “ katanya.
“Hal ini bukan tentang mengganti satu sistem dengan sistem lainnya, melainkan tentang memastikan adanya sistem keuangan global lain yang dapat beroperasi berdampingan. Berdampingan dengan sistem yang sudah ada demi menjaga keberlangsungan, stabilitas, dan kepercayaan dalam perdagangan internasional,” kata Presiden.
Indonesia Jajaki Pengembangan Pabrik Pupuk Urea di Vladivostok
Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan posisi Indonesia terbuka untuk membangun hubungan dan kerja sama dengan semua negara, termasuk dengan berbagai kekuatan besar dunia. Sikap Indonesia sangat jelas yakni nonblik, tidak tergabung dalam aliansi militer tertentu dan Indonesia menghormati semua kekuatan baik di barat maupun timur.
“Indonesia telah sangat terbuka selama beberapa dekade, kami terbuka mengenai kebijakan-kebijakankami, kami ingin memiliki hubungan terbaik dengan semua negara, dengan semua kekuatan besar. Kami, berdasarkan tradisi nonblok, kami tidak tergabung dalam aliansi militer mana pun, kami menghormati semua kekuatan,” kata Presiden Prabowo menegaskan.
Presiden Prabowo juga menegaskan Indonesia memiliki sikap independen sekaligus terbuka untuk bekerja sama dengan seluruh mitra dibidang ekonomi atau perdagangan. Menurutnya, Indonesia menawarkan hubungan perdagangan yang adil kepada negara-negara yang ingin menjalin kerja sama.
“Secara ekonomi, kami juga independen, dan kami ingin bekerja sama dengan semua sahabat kami. Kami ingin bekerja sama dengan semua negara, hal ini sangat terbuka sejak hari pertama, kami menawarkan perdagangan yang adil,” kata Kepala Negara.
Presiden Prabowo menegaskan, Indonesia tidak ingin menjalin kerja sama hanya untuk berhadapan dengan kelompok lainnya. Kepala Negara menyebut Indonesia akan memberikan perlakuan yang adil dan setara kepada seluruh mitra yang datang dan ingin bekerja sama dengan Indonesia.
“Kami tidak akan bekerja sama dengan satu kelompok untuk melawan kepentingan kelompok lain, kami akan memperlakukan semua orang yang ingin datang ke Indonesia secara adil. Kami akan memberikan perlakuan yang sama kepada semua orang yang datang ke Indonesia dan kami bernegosiasi, kami tidak ingin mengancam siapa pun, jadi, itulah posisi kami,” kata Presiden Prabowo.

Adapun Presiden Putin menyoroti posisi strategis Indonesia dalam percaturan global. Menurut Presiden Putin, Indonesia merupakan salah satu negara terbesar di dunia dengan jumlah penduduk Muslim terbesar.
“Indonesia bukan hanya negara terbesar dengan populasi Muslim terbesar, tetapi juga salah satu negara terbesar di dunia. Apa pun jenis kebijakan yang sedang dijalankan di bagian dunia mana pun, anda harus memperhitungkan hal ini juga,” kata Presiden Putin.
Rusia Tawarkan Kerja Sama Pembuatan Kapal Ikan Canggih
Pemerintah Indonesia dan Rusia menjajaki kerja sama pengembangan pabrik pupuk urea di Vladivostok. Kerja sama tersebut melibatkan PT Pupuk Indonesia dan diawali dengan penandatanganan joint study untuk mengkaji potensi investasi.
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan P. Roeslani, mengatakan kajian bersama tersebut dilakukan untuk melihat peluang PT Pupuk Indonesia berinvestasi dalam pengembangan pabrik pupuk urea di Vladivostok. “Pada intinya, kami bersama-sama dengan Dirut Pupuk Indonesia baru saja menandatangani joint study untuk melihat potensi dari Pupuk Indonesia berinvestasi di Vladivostok untuk pupuk urea,” kata Rosan dalam keterangannya di Vladivostok, Kamis, 3 September 2026.
Menurut Rosan, kerja sama pengembangan pabrik pupuk tersebut merupakan tindak lanjut pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Ia menilai kerja sama tersebut membuka peluang bagi PT Pupuk Indonesia untuk memperluas investasi ke luar negeri.
"Diharapkan ini menjadi salah satu langkah strategis yang bisa memperkuat juga dari sektor ketahanan. Bahan kita dan juga ketahanan industri kita,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi mengatakan, kerja sama tersebut sejalan dengan arahan PT Danantara agar Pupuk Indonesia semakin berperan dalam memperkuat ketahanan nasional. Selain itu juga memperluas ekspansi global.
Menurut Rahmad, Vladivostok memiliki posisi strategis karena menghadap kawasan Pasifik. Wilayah tersebut juga menjadi salah satu pasar utama Pupuk Indonesia.
“Ini menjadi menarik karena Vladivostok adalah menghadap ke Pasifik. Vladivostok pasar yang selama ini memang menjadi pasar utama Pupuk Indonesia,” ujar Rahmad.
Indonesia Negara Berdaulat, Setara dengan Rusia
Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani mengatakan, Presiden Rusia Vladimir Putin menawarkan kerja sama pembuatan kapal berteknologi mutakhir dengan panjang lebih dari 102 meter. Kapal dapat digunakan untuk mendukung pengolahan hasil perikanan secara langsung.
Tawaran itu disampaikan Presiden Putin kepada Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan bilateral. Indonesia menerima peluang kerja sama dibidang perkapalan.
“Presiden Putin juga menawarkan untuk perkapalan yang panjangnya lebih dari 102 meter yang mutakhir. Kapal untuk pengolahan langsung ikan-ikan kita sehingga menjadi lebih baik kualitasnya,” kata Menteri Rosan.
Presiden Prabowo, kata Rosan, akan mengirimkan tim untuk mempelajari lebih lanjut teknologi dan potensi pemanfaatan kapal tersebut bagi Indonesia. Upaya tersebut untuk menindaklanjuti tawaran dari Presiden Putin.
Pengamat Hubungan Internasional President University, Teuku Rezasyah mengapresiasi kunjungan Presiden Prabowo ke Rusia. Menurutnya, kerja sama dengan Rusia perlu diperkuat ditengah meredupnya kepemimpinan Amerika Serikat dikancah global.
Di saat bersamaan, Tiongkok memiliki peran penting dipanggung dunia, kemudian tidak menentunya situasi global dan ekonomi dunia. Selain itu, ada potensi meluasnya krisis inetrnasional ke kawasan Indo-Pasifik.
“Kerja sama dengan Rusia semakin penting ya. Ini patut kita hargai,” kata Rezasyah dalam perbincangan bersama RRI, Kamis, 3 September 2026.
Ia mengingatkan Pemerintah Indonesia untuk tetap memegang prinsip politik luar negeri Indonesia yakni bebas aktif. Indonesia harus menerima kerja sama tersebut dengan penuh tanggung jawab sebagai negara yang berdaulat.
“Sebagai bangsa yang menjunjung tinggi kemerdekaan, negara punya ideologi, punya kepribadian, punya kebijakan luar negeri bebas aktif, tentunya kita menerimanya secara bertanggung jawab. Kita dipilih sebagai mitra kunci Rusia,cara berpikir kita adalah'Kami adalah bangsa yang setara dengan anda, kami menjalankankebijakan luar negeri bebas aktif,” katanya menegaskan.

Indonesia dan Rusia harus saling mendukung dilevel bilateral, regional dan global. Tentu tujuannya adalah tercapainya perdamaian dunia dan kerja sama internasional.
Rezasyah kembali mengingatkan pemerintah untuk tetap berhati-hati, dan menjaga sikap agar tidak muncul persepsi seolah Indonesia mengekor kepada Rusia. Indonesia selama ini dikenal sebagai negara yang netral, pendiri non blok, dan sebagai negara kunci di Organisasi Negara-negara Muslim (OKI).
“Jadi untuk itu kita harus berhati-hati, jangan sampai menjadi mitra kunci Rusia itu dipersepsikan dunia sebagai kita mengekor pada Rusia. Kita negara kunci di Organisasi Konferensi Islam, kemudian kita membawa pesan-pesan damai di Majelis Umum PBB, kalau tidak hati-hati, kita bisa dianggap cedera,” katanya menegaskan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....