Komitmen ASEAN-Tiongkok Selesaikan Negosiasi CoC LCS dan Faktor Eksternal
- 01 Agt 2026 22:34 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- ASEAN dan Tiongkok telah melakukan negosiasi Kode Etik Laut Cina Selatan selama lebih dari dua dekade dengan target penyelesaian pada 2026 di bawah kepemimpinan Filipina.
- Kedua pihak memperkuat komitmen dengan meningkatkan frekuensi pertemuan untuk mempercepat proses negosiasi CoC LCS yang panjang.
- Situasi geopolitik di Selat Hormuz menjadi faktor pendorong bagi Filipina sebagai Ketua ASEAN 2026 untuk mempercepat penyelesaian negosiasi CoC LCS.
Menlu Tiongkok, Wang Yi menyatakan, negaranya siap bekerja sama dengan ASEAN untuk menghilangkan berbagai hambatan. Serta mempercepat konsultasi mengenai Code of Conduct (COC) atau Kode Etik di Laut Cina Selatan.
Hal itu disampaikannya saat bertemu Sekjen ASEAN, Kao Kim Hourn di sela-sela Pertemuan Para Menlu ASEAN (AMM) ke-59 di Manila Juli lalu. Pada kesempatan itu Menlu Wang Yi turut menyatakan komitmen menjadikan LCS sebagai kawasan yang damai, stabil, penuh kerja sama, dan persahabatan.
Terpisah Duta Besar Tiongkok untuk ASEAN Wang Qing menyatakan, Tiongkok tetap berpegang pada pendekatan dual-track. Yakni penyelesaian sengketa melalui perundingan bilateral antara pihak-pihak yang bersengketa.
"Kami yakin melalui upaya bersama antara Tiongkok dan ASEAN, LCS dapat menjadi kawasan yang damai, stabil, dan sejahtera. Kami juga berharap pihak-pihak di luar kawasan menghormati upaya tersebut, karena campur tangan dari luar hanya akan membuat situasi menjadi lebih rumit," kata Wang dalam sebuah pertemuan pertengahan Juli lalu di Jakarta.
Di sisi lain Wang mengakui negosiasi CoC LCS yang tengah berlangsung dengan ASEAN merupakan hal yang tidak mudah. Meski demikian, Tiongkok memastikan target penyelesaian negosiasi CoC LCS pada tahun ini bersama ASEAN tetap menjadi komitmen bersama.
Wang mengungkapkan, terkait berbagai isu rumit yang masih menjadi kendala dalam negosiasi, memerlukan konsultasi lebih lanjut dan pendekatan pragmatis. Wang menyebut, bagi Tiongkok penting melihat CoC tidak dimaksudkan tidak hanya untuk menyelesaikan sengketa.
“CoC bertujuan membantu menemukan cara untuk menangani sengketa secara tepat sehingga sengketa tersebut tetap dapat dikendalikan. Jika kita melihat gambaran besar hubungan Tiongkok-ASEAN, sengketa di LCS hanyalah sebagian kecil dari keseluruhan hubungan tersebut,” ujarnya menjelaskan.
“Dan, sengketa itu pun hanya melibatkan Tiongkok dengan beberapa negara.”
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....