Tragedi Main Hakim Sendiri di Bali: Nyawa Melayang, Keadilan Dipertanyakan
- 29 Jul 2026 13:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Seorang pria berinisial KD meninggal dalam dugaan pengeroyokan massal di wilayah Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali.
- KD dilaporkan tidak pulang ke rumah selama tiga hari tanpa memberikan kabar kepada keluarganya sebelum peristiwa tragis terjadi.
- Keluarga mengenang KD sebagai sosok pekerja keras yang peduli dengan pendidikan anaknya hingga akhir hayatnya.
KEHIDUPAN pria berinisial KD berubah menjadi perhatian publik, setelah kematiannya dalam dugaan pengeroyokan massal di Kabupaten Tabanan, Bali. Di balik peristiwa itu, keluarga mengenang sosok pekerja keras yang beberapa hari sebelumnya masih memikirkan pendidikan anaknya.
Sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi, KD dilaporkan tidak pulang ke rumah selama tiga hari tanpa memberikan kabar. Kepergiannya sempat menimbulkan kekhawatiran hingga akhirnya keluarga menerima kabar duka dari wilayah Baturiti, Kabupaten Tabanan.
Sepupu korban, Made Partha mengungkapkan KD sehari-hari bekerja serabutan demi memenuhi kebutuhan istri serta kedua anak umurnya. Saat musim panen cengkih tiba, KD bekerja sebagai buruh petik cengkih, sedangkan hari biasa menjadi buruh cangkul.
“Kalau musim cengkih dia buruh petik cengkih. Kalau tidak ada musim cengkih, dia buruh nyangkul,” ucapnya dalam keterengan pers yang diterima RRI, Selasa 28 Juli 2026.
Menurutnya, pekerjaan serabutan itu dijalani korban selama bertahun-tahun untuk memenuhi kebutuhan keluarga meski penghasilannya tidak selalu tetap. Ia mengaku tidak mengetahui alasan sepupunya diduga nekat mencuri ayam aduan di Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali.
Ia teringat, sebelum menghilang, KD telah menyerahkan uang Rp2.713.000 kepada istrinya untuk biaya gedung sekolah anak. Dana tersebut disiapkan khusus agar anak korban tetap dapat melanjutkan pendidikan di sekolah menengah atas swasta setempat.
Keluarga pun mengaku tidak pernah membayangkan perpisahan itu menjadi pertemuan terakhir bersama sosok kepala keluarga yang mereka cintai. "Nah, itu saya kurang tahu kenapa dia tiba-tiba mencuri ayam, soalnya uang Rp2.713.000 itu sudah ter-cover," katanya.
Ia mengatakan, kebutuhan pendidikan anak sebelumnya telah terpenuhi sehingga keluarga tidak mengetahui latar belakang dugaan peristiwa yang terjadi. Beberapa hari setelah KD menghilang, Partha menerima informasi dari perangkat desa mengenai penemuan jenazah di kawasan Baturiti, Kabupaten Tabanan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....