Dari Bansos hingga Gabah, Semua Bermuara ke KDKMP
- 29 Jul 2026 00:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah menyiapkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai simpul layanan negara di desa, mulai dari bansos, pupuk bersubsidi, penyerapan hasil pertanian, hingga layanan kesehatan
- Menko Pangan Zulkifli Hasan menegaskan KDKMP bukan supermarket, melainkan infrastruktur pemerintah untuk menyalurkan subsidi, bantuan, dan menyerap hasil produksi masyarakat
- Kementan menilai KDKMP akan memangkas rantai distribusi pertanian sehingga meningkatkan posisi tawar petani dan memperkuat ekonomi desa
- Kemensos akan mengintegrasikan penyaluran bantuan sosial secara bertahap melalui KDKMP dengan uji coba di sekitar 900 koperasi yang telah siap beroperasi
- Pemerintah memastikan mekanisme bank penyalur dan PT Pos Indonesia tetap berjalan sesuai fungsi masing-masing, terutama untuk wilayah 3T, lansia, dan penyandang disabilitas
Pandangan tersebut diperkuat Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang menilai persoalan terbesar sektor pertanian berada pada panjangnya rantai distribusi. Akibatnya, keuntungan lebih banyak dinikmati perantara dibanding petani.
"Koperasi sebenarnya kalau sektor pertanian ini posisi utamanya memotong supply chain. Dari delapan rangkaian menjadi tiga, dari petani ke koperasi lalu ke masyarakat," katanya.
Ia mengungkapkan pemerintah pernah menghitung nilai ekonomi yang selama ini dinikmati para perantara. Nilainya mencapai sekitar Rp313 triliun setiap tahun.
"Kami pernah hitung keuntungan middleman mencapai Rp313 triliun. Kalau sebagian saja masuk ke koperasi, uang itu akan kembali berputar di desa," ucapnya.
Selain menyerap hasil panen, koperasi juga akan menjadi pusat distribusi pupuk bersubsidi. Petani diharapkan tidak lagi menempuh perjalanan jauh hanya untuk memperoleh pupuk ataupun menjual gabah.
"Pupuk nanti tidak lagi jauh karena petani mengambil di desa. Kemudian gabah dijual langsung ke koperasi sehingga uang berputar di desa," ucapnya.
Kementerian Pertanian juga menyiapkan Agrinas Pangan sebagai bagian dari jaringan distribusi nasional. Skema tersebut diharapkan mampu menyerap komoditas yang selama ini sering tidak laku saat panen raya.
"Sayur-sayuran yang selama ini dibuang karena harganya murah nanti bisa diserap. Di Aceh murah tetapi di Indonesia Timur mahal, di situlah fungsi Agrinas bersama koperasi," katanya.
Dengan rantai distribusi yang lebih pendek, pemerintah berharap posisi tawar petani semakin kuat. Keuntungan ekonomi juga diharapkan lebih banyak dinikmati masyarakat desa dibanding para perantara.
|
Selanjutnya,
Bukan Sekadar Tempat Mengambil Bansos
|
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....