Mahalnya Biaya Politik Faktor Pemicu Korupsi Kepala Daerah
- 19 Jul 2026 14:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Operasi tangkap tangan KPK terhadap kepala daerah kembali menunjukkan pola korupsi yang berulang di tingkat pemerintahan lokal.
- Tingginya biaya politik Pilkada diidentifikasi sebagai salah satu pemicu utama praktik korupsi kepala daerah yang memerlukan perhatian serius.
- Pemerintah dan pengamat menilai reformasi sistem pendanaan politik menjadi langkah strategis untuk mencegah korupsi dan meningkatkan tata kelola pemerintahan daerah.
Komisi Pemberantasan Korupsi melihat persoalan ini bukan sekadar asumsi. Berdasarkan berbagai perkara yang ditangani, tingginya biaya politik menjadi pola yang berulang dalam kasus korupsi kepala daerah.
Jubir KPK Budi Prasetyo mengatakan korupsi di daerah lahir dari kombinasi rendahnya integritas individu dan kelemahan sistem politik. "Dari perkara yang ditangani KPK, faktor yang kerap muncul adalah tingginya biaya politik dalam pemilu maupun pemilihan kepala daerah," ujar Budi dalam keterangan tertulis, Sabtu 18 Juli 2026.
KPK mencatat sejumlah perkara menunjukkan adanya hubungan keterkaitan. Yaitu, antara penyandang dana politik dengan keuntungan yang diperoleh setelah kandidat memenangkan Pilkada.
Dalam perkara korupsi di Ponorogo, misalnya, penyandang dana politik diduga memperoleh akses mengatur proyek pemerintah. Pola serupa ditemukan dalam kasus Langkat, ketika pihak swasta yang menjadi bagian tim sukses mendapatkan sejumlah paket pekerjaan.
Temuan tersebut diperkuat melalui Kajian Pencegahan Korupsi dalam Penyelenggaraan Pemilu yang dilakukan Direktorat Monitoring KPK. Kajian itu menyebut mahalnya biaya kampanye mendorong peserta pemilu mencari sumber pendanaan yang tidak transparan dan berpotensi koruptif.
Selain itu, penggunaan uang tunai dalam jumlah besar selama proses kampanye dinilai membuka ruang praktik politik uang. Sekaligus menyulitkan penelusuran aliran dana.
|
Selanjutnya,
Kompetisi Politik Didominasi Modal
|
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....