Pemerintah Perkuat Antisipasi El Nino 2026
- 04 Jul 2026 22:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah memperkuat mitigasi menghadapi potensi El Nino dan kemarau 2026
- Antisipasi dilakukan untuk menjaga produksi pangan dan stabilitas inflasi daerah
- BMKG, BNPB, Kementerian PU, dan Kementan menyiapkan langkah lintas sektor
- Strategi mencakup modifikasi cuaca, penguatan infrastruktur air, hingga pompanisasi
- Kepala daerah diminta memperkuat kesiapsiagaan sesuai kondisi wilayah masing-masing
Sementara itu, Kementerian Pertanian menyatakan El Nino berpotensi berdampak terhadap berbagai komoditas pertanian. Dampaknya mencakup tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, serta peternakan.
Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementan Muhammad Agung Sunusi mengatakan, sektor pangan harus melakukan adaptasi lebih awal. Sebab kekeringan dapat mengganggu produktivitas pertanian.
"Tanaman pangan menghadapi risiko penurunan luas tanam dan produktivitas akibat kekeringan. Kondisi ini juga dapat meningkatkan risiko gagal panen," kata Agung.
Kementan menyiapkan strategi melalui pemetaan wilayah rawan kekeringan dan sistem peringatan dini. Pemerintah juga memperkuat pengelolaan air irigasi untuk menjaga produksi.
Langkah lain dilakukan melalui percepatan tanam pada wilayah yang masih memiliki air. Petani juga diarahkan menggunakan varietas yang lebih tahan kekeringan.
"Kita optimalkan pengelolaan air melalui irigasi, embung, dan pompanisasi. Koordinasi pusat dan daerah juga terus diperkuat," ucapnya.
Kementan mencatat kesiapan alat mesin pertanian prapanen terus diperkuat sampai tahun 2026. Total dukungan alsintan mencapai 94.767 unit.
Jumlah tersebut meliputi 57.303 pompa air dan 21.656 handsprayer. Selain itu terdapat traktor, rice transplanter, serta alat pendukung pertanian lainnya.
Pemerintah menilai kolaborasi menjadi kunci menghadapi dampak El Nino tahun 2026. Kepala daerah diminta memperkuat langkah mitigasi sesuai karakteristik wilayah masing-masing.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....