Pemerintah Perkuat Antisipasi El Nino 2026

  • 04 Jul 2026 22:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah memperkuat mitigasi menghadapi potensi El Nino dan kemarau 2026
  • Antisipasi dilakukan untuk menjaga produksi pangan dan stabilitas inflasi daerah
  • BMKG, BNPB, Kementerian PU, dan Kementan menyiapkan langkah lintas sektor
  • Strategi mencakup modifikasi cuaca, penguatan infrastruktur air, hingga pompanisasi
  • Kepala daerah diminta memperkuat kesiapsiagaan sesuai kondisi wilayah masing-masing

PEMERINTAH memperkuat mitigasi menghadapi potensi El Nino dan musim kemarau tahun 2026. Upaya ini dilakukan untuk menjaga produksi pangan serta stabilitas inflasi daerah.

Hal itu dibahas dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, Senin 29 Juni 2026 lalu. Forum tersebut diikuti kementerian/lembaga bersama kepala daerah seluruh Indonesia.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani mengatakan, El Nino berpotensi memengaruhi kondisi iklim nasional. Menurutnya, pemerintah daerah perlu meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau panjang.

"El Nino dapat meningkatkan risiko kekeringan dan berdampak terhadap berbagai sektor. Antisipasi perlu dilakukan sejak awal agar dampaknya dapat dikurangi," katanya.

BMKG memprediksi puncak musim kemarau terjadi pada Agustus 2026. Pada periode itu, sebanyak 369 zona musim atau 48,84 persen wilayah Indonesia terdampak kemarau.

Sementara pada Juli 2026, terdapat 198 zona musim atau 31,60 persen wilayah mulai memasuki kemarau. Kemudian September tercatat 169 zona musim atau 25,41 persen masih mengalami kemarau.

Dwikorita mengatakan, informasi iklim harus menjadi dasar pengambilan kebijakan daerah. Terutama untuk sektor pangan, energi, dan pengelolaan sumber daya air.

"Prediksi musim harus dimanfaatkan sebagai early warning berbasis iklim. Sehingga pemerintah dapat melakukan langkah antisipasi lebih cepat," ucapnya.

BMKG merekomendasikan penguatan antisipasi inflasi pangan akibat kemarau panjang. Langkahnya melalui pemetaan wilayah produksi, penguatan cadangan pangan, hingga stabilisasi harga.

Selain itu, pemerintah daerah diminta mengintegrasikan prediksi musim dalam perencanaan ekonomi. Hal tersebut untuk menjaga koordinasi lintas sektor selama menghadapi El Nino.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....