Fondasi Pengembangan Ekonomi Kreatif melalui Sensus Ekonomi 2026

  • 03 Jul 2026 09:44 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sensus Ekonomi 2026 menjadi dasar pemetaan potensi ekonomi kreatif di seluruh Indonesia untuk mendukung pemerataan pertumbuhan dan penyusunan kebijakan berbasis data.
  • Pemerintah akan memanfaatkan data mikro hasil sensus untuk mengembangkan subsektor ekonomi kreatif, memperkuat UMKM, investasi, serta program desa kreatif di berbagai daerah.
  • BPS memastikan data responden dijaga kerahasiaannya, bukan untuk kepentingan perpajakan, serta memanfaatkan teknologi AI guna meningkatkan akurasi dan kualitas pendataan.

Pemerintah menilai Sensus Ekonomi 2026 menjadi langkah penting untuk memetakan potensi ekonomi kreatif di seluruh Indonesia. Pendataan tersebut diharapkan menjadi dasar penyusunan kebijakan yang mampu memperluas pertumbuhan ekonomi kreatif di berbagai daerah.

Selama ini, perkembangan ekonomi kreatif dinilai masih terkonsentrasi di Pulau Jawa dan Bali. Pemerintah ingin mendorong pemerataan agar daerah lain juga mampu berkembang sesuai potensi masing-masing.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar mengatakan pemerintah akan memanfaatkan hasil Sensus Ekonomi 2026 untuk menggali potensi ekonomi kreatif di berbagai daerah. Langkah tersebut diharapkan memperkuat arah kebijakan pengembangan sektor ekonomi kreatif.

“Potensi ekonomi kreatif masih terkonsentrasi di Bali dan Jawa. Daerah-daerah lain harus dikejar dan digali sejauh mana potensinya serta mendapatkan dukungan,” kata Muhaimin Iskandar dalam keterangan pers tertulis, Kamis 2 Juli 2026.

Menurut Muhaimin, subsektor kuliner masih menjadi penopang utama ekonomi kreatif nasional. Sementara itu, sektor film, musik, dan berbagai subsektor kreatif lainnya terus berkembang seiring kemajuan teknologi informasi.

Meski menunjukkan perkembangan positif, pertumbuhan ekonomi kreatif belum merata di seluruh wilayah Indonesia. Karena itu, pemerintah mendorong pengembangan desa kreatif sebagai salah satu strategi memperluas pusat pertumbuhan ekonomi kreatif.

“Kita dukung rencana desa kreatif. Hal tersebut dilakukan agar percepatan perhatian kepada ekonomi kreatif merata di seluruh tanah air kita,” ujarnya.

Muhaimin menjelaskan setiap pelaku ekonomi kreatif memiliki karakteristik yang berbeda. Kondisi tersebut membuat pemerintah memerlukan data yang akurat agar program pemberdayaan dapat disusun sesuai kebutuhan di lapangan.

Menurutnya, hasil Sensus Ekonomi 2026 menjadi investasi jangka panjang bagi pemerintah. Data tersebut akan dimanfaatkan untuk memetakan potensi ekonomi kreatif sekaligus memperkuat penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi nasional.

Muhaimin juga mengajak pemerintah daerah, pelaku usaha, komunitas ekonomi kreatif, akademisi, dan masyarakat berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan sensus. Kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dinilai penting untuk mempercepat pemerataan ekonomi kreatif di Indonesia.

“Mari kita kawal sensus ekonomi sampai selesai. Inilah langkah kita semua yang konkret agar lebih cepat menuju bangsa yang adil, makmur, dan sejahtera,” kata Muhaimin.

Berikut Bagian 2 yang melanjutkan pembuka dan subjudul pertama. Alurnya tetap mengikuti angle Sensus Ekonomi 2026 sebagai dasar pengembangan ekonomi kreatif, bukan sekadar membahas sensus secara umum.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....