RANHAM Generasi Keenam Perluas Cakupan HAM Hadapi Tantangan Baru
- 25 Jun 2026 00:49 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah memperluas cakupan Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia (RANHAM) Generasi Keenam periode 2026–2030 dengan menambah sejumlah kelompok sasaran baru.
- PLT Direktur Jenderal Instrumen dan Penguatan HAM Kementerian HAM, Sofia Alatas, mengatakan RANHAM generasi keenam tidak lagi hanya berfokus pada empat kelompok sasaran sebagaimana periode sebelumnya
- Pemerintah kini menetapkan sembilan pilar utama yang menjadi dasar penyusunan program dan kebijakan pemenuhan HAM selama lima tahun ke depan.
Pandangan serupa disampaikan Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Albert Wirya. Ia menilai pekerjaan rumah pemerintah dalam menghapus aturan diskriminatif masih cukup besar.
“Masih banyak aturan diskriminatif terhadap perempuan dan penyandang disabilitas yang hingga kini belum dihapus sepenuhnya. Karena itu, harmonisasi regulasi harus terus dilakukan agar perlindungan hak kelompok rentan semakin kuat,” ucapnya.
Keterlibatan organisasi masyarakat sipil menunjukkan penyusunan RANHAM mendapat perhatian luas dari berbagai pemangku kepentingan. Partisipasi tersebut dinilai penting untuk memastikan perlindungan hak warga negara terakomodasi dalam kebijakan nasional.
Saat ini, draf RANHAM Generasi Keenam telah berada di Sekretariat Negara dan menunggu pengesahan Presiden. Dokumen tersebut diharapkan segera berlaku karena akan menjadi pedoman nasional dalam upaya penghormatan, perlindungan, pemenuhan, penegakan, dan pemajuan HAM di Indonesia hingga 2030.
“Harapannya dalam waktu dekat ini bisa disahkan oleh Presiden. Karena berbagai pihak juga menunggu RANHAM tersebut,” kata Sofia.
Dengan cakupan yang lebih luas dan pendekatan yang lebih komprehensif, RANHAM Generasi Keenam diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan HAM kontemporer. Sekaligus memperkuat perlindungan terhadap kelompok-kelompok yang selama ini masih rentan mengalami diskriminasi maupun pelanggaran hak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....