Uji Nyali: Batas Tipis Hiburan Misteri dan Realitas Penonton

  • 12 Jun 2026 14:51 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Program uji nyali yang diumumkan komunitas horor Jepang, Annya Obake, menuai beragam tanggapan dari kalangan warganet Indonesia.
  • Sejumlah warganet mempertanyakan kredibilitas penyelenggara serta mekanisme pelaksanaan kegiatan yang disebut memiliki risiko tertentu.
  • Kontroversi Annya Obake akhirnya berkembang melampaui isu mistis karena menyentuh aspek kepercayaan publik terhadap informasi digital.

Program Dunia Lain yang tayang pada era 2000-an menjadi salah satu acara televisi yang melekat dalam ingatan masyarakat. Segmen uji nyali yang menghadirkan peserta di lokasi lokasi angker kerap memunculkan momen yang memancing perhatian publik.

Salah satu episode yang paling dikenang terjadi saat tim produksi melakukan uji nyali di Lawang Sewu, Semarang. Bangunan bersejarah tersebut dikenal luas karena berbagai cerita mistis yang berkembang di tengah masyarakat selama bertahun.

Dalam episode tersebut, seorang peserta bernama Wahyu mendapat tantangan menjalani penelusuran seorang diri di lokasi. Ia ditempatkan di area ruang bawah tanah yang saat itu dikenal sebagai salah satu titik paling menyeramkan.

Tantangan direncanakan berlangsung sejak tengah malam hingga menjelang pagi sesuai konsep program yang telah disiapkan. Namun, situasi di lapangan berkembang berbeda ketika peserta mulai menunjukkan ketakutan setelah berada sendirian.

Ketegangan memuncak ketika kamera merekam kemunculan sosok berpakaian putih yang terlihat memasuki area penelusuran peserta. Sosok berambut panjang tersebut tampak jelas dalam rekaman dan menjadi bagian paling diingat dari episode itu.

Kemunculan sosok tersebut disebut berlangsung cukup lama sehingga menarik perhatian kru yang memantau jalannya produksi. Suasana semakin mencekam ketika terdengar suara suara yang membuat peserta kesulitan mengendalikan rasa takutnya.

Tak lama kemudian, peserta memutuskan menghentikan tantangan setelah merasa tidak mampu melanjutkan penelusuran sendirian di lokasi. Keputusan tersebut diambil setelah kondisi psikologis peserta dinilai tidak lagi memungkinkan untuk meneruskan kegiatan.

Peserta uji nyali, Wahyu saat mengikuti acara Dunia Lain di Lawang Sewu, Semarang, Jawa Tengah pada tahun 2004 (Foto: YouTube/Dunia Lain)

"Informasi yang diterima dari ruang monitor menunjukkan kru juga menyaksikan kemunculan sosok tersebut secara langsung. Laporan itu membuat tim segera mengambil keputusan untuk menghentikan tantangan dan mengevakuasi peserta secepatnya," ucap Mantan Presenter Harry Pantja.

Ia bersama seorang ahli supranatural kemudian mendatangi lokasi untuk menjemput peserta tersebut. Keduanya memastikan proses evakuasi berjalan aman setelah peserta menunjukkan ketakutan yang cukup besar saat itu.

Ia mengungkapkan bahwa kemunculan sosok tersebut terlihat jelas melalui monitor yang digunakan kru produksi. Menurutnya, sejumlah anggota tim yang berada di ruang pengawasan juga menyaksikan peristiwa serupa secara bersamaan.

"Sejumlah kru yang bertugas memantau monitor melihat sosok tersebut muncul selama proses penelusuran berlangsung. Karena kondisi peserta semakin tertekan, tim akhirnya memutuskan menghentikan tantangan lebih awal dari jadwal," ucapnya.

Baginya, Lawang Sewu menjadi salah satu lokasi syuting yang paling membekas sepanjang program berlangsung. Selain memiliki nilai sejarah tinggi, bangunan tersebut juga menghadirkan atmosfer yang kuat bagi tayangan bertema horor.

Pada masa itu, area ruang bawah tanah masih dapat dikunjungi masyarakat yang datang ke Lawang Sewu. Namun kini, lokasi tersebut disebut tidak lagi dibuka untuk umum demi kepentingan pengelolaan dan keamanan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....