Uji Nyali: Batas Tipis Hiburan Misteri dan Realitas Penonton

  • 12 Jun 2026 14:51 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Program uji nyali yang diumumkan komunitas horor Jepang, Annya Obake, menuai beragam tanggapan dari kalangan warganet Indonesia.
  • Sejumlah warganet mempertanyakan kredibilitas penyelenggara serta mekanisme pelaksanaan kegiatan yang disebut memiliki risiko tertentu.
  • Kontroversi Annya Obake akhirnya berkembang melampaui isu mistis karena menyentuh aspek kepercayaan publik terhadap informasi digital.
Persyaratan Tidak Lazim Warnai Acara Uji Nyali

TAWARAN uji nyali dari Annya Obake menjadi perbincangan luas setelah menjanjikan hadiah jutaan rupiah bagi peserta yang berani. Program tersebut mengajak peserta menginap di rumah yang diklaim angker selama dua hari tanpa pendamping khusus.

Antusiasme publik muncul seiring viralnya informasi rekrutmen peserta melalui media sosial dengan syarat cukup ketat. Namun, perhatian masyarakat tidak hanya tertuju pada hadiah, melainkan juga aturan yang dinilai tidak biasa.

Sejumlah warganet mempertanyakan kredibilitas penyelenggara serta mekanisme pelaksanaan kegiatan yang disebut memiliki risiko tertentu. Keraguan semakin menguat setelah beredar berbagai unggahan yang menyoroti latar belakang kelompok tersebut di Jepang.

Di sisi lain, sebagian masyarakat melihat program tersebut sebagai bentuk hiburan ekstrem yang sah dilakukan sukarela. Perbedaan pandangan itu kemudian memunculkan perdebatan mengenai batas antara atraksi komersial, keamanan peserta, dan transparansi.

Kontroversi Annya Obake akhirnya berkembang melampaui isu mistis karena menyentuh aspek kepercayaan publik terhadap informasi digital. Kasus ini menunjukkan bagaimana sebuah fenomena viral dapat memunculkan pertanyaan lebih luas mengenai akuntabilitas penyelenggara.

"Dibutuhkan segera, lowongan kerja paruh waktu. Gaji Rp4,2 juta perhari. Total Rp8,4 juta untuk dua hari," tulis pengumuman mereka di X, Kamis 4 Juni 2026.

Arsip - salah satu peserta yang bersedia mengikuti uji nyali di salah satu rumah angker (Foto: X/@ANNYAOBAKE)

Tantangan uji nyali akan dimulai, pada tanggal 8 dan 9 Juni 2026, di sebuah kamar, di wilayah Bekasi, Jawa Barat. Hanya peserta dengan usia 20 tahun ke atas yang bisa mengikuti acara ini.

Selama mengikuti tantangan tersebut, peserta akan menempati kamar yang disiapkan selama dua hari. Dan harus mentaati peraturan yang telah disediakan oleh panitia.

"Selama di lokasi, wajib mematuhi aturan berikut dengan ketat. Pertama, kunci rapat seluruh pintu dan jendela properti. Dilarang keras membawa perangkat elektronik, dilarang menyalakan lampu dan tidur antara pukul 23:00 - 04:00," tulisnya.

Pada jam yang telah ditentukan, peserta juga diharuskan membakar dupa yang telah disiapkan. "Jika bel rumah berbunyi atau ada panggilan dari luar, dilarang keras keluar," tulisnya, melanjutkan.

Pendaftaran dibuka melalui alamat email anye3133@gmail.com dan ditutup pada 7 Juni 2026, pukul 23.00 WIB. Yang perlu diketahui dari tantangan ini adalah, berbahaya dan tanpa asuransi.

Artinya, jika peserta menghadapi masalah, maka akan menjadi tanggung jawab peserta sendiri. Tantangan ini telah diadakan di Jepang, dengan 51 persen peserta menyatakan mundur di tengah jalan karena mengalami gangguan nyata roh halus jahat.

Klausul Risiko dan Aturan Peserta Jadi Sorotan

Program uji nyali yang diumumkan komunitas horor Jepang, Annya Obake, menuai beragam tanggapan dari kalangan warganet Indonesia. Perhatian publik terutama tertuju pada persyaratan peserta yang dinilai tidak lazim untuk kegiatan bertema horor tersebut.

Komunitas tersebut menawarkan pengalaman menginap di sebuah rumah kawasan Bekasi yang disebut memiliki nuansa mistis kuat. Dalam pengumumannya, panitia mencantumkan sejumlah ketentuan yang wajib dipenuhi peserta sebelum mengikuti kegiatan tersebut.

Pada awalnya, persyaratan yang diumumkan dinilai tidak berbeda dengan program uji nyali pada umumnya sebelumnya. Namun, perhatian publik berubah setelah muncul ketentuan yang mewajibkan peserta memiliki kondisi fisik kuat tertentu.

Ketentuan tersebut memicu berbagai pertanyaan mengenai alasan dan tujuan syarat yang ditetapkan penyelenggara kegiatan tersebut. Sejumlah pengguna media sosial menilai penjelasan mengenai persyaratan tersebut masih belum disampaikan secara rinci.

Sebagian warganet mempertanyakan relevansi kondisi fisik kuat dengan konsep kegiatan yang mengusung tema supranatural tersebut. Mereka menilai perhatian utama seharusnya diarahkan pada kredibilitas dan mekanisme pelaksanaan program yang ditawarkan.

"Memiliki fisik yang kuat, artinya memiliki tubuh yang sehat. Fisik yang kuat untuk apa? Yang dikhawatirkan bukan unsur mistisnya, tetapi kredibilitas kegiatan tersebut," tulis akun X @alijavet1, Jumat 5 Juni 2026.

Perdebatan kemudian berkembang menjadi diskusi mengenai aspek keamanan peserta selama mengikuti kegiatan tersebut nantinya. Beberapa pengguna media sosial mengingatkan bahwa acara bertema horor umumnya melibatkan unsur rekayasa untuk hiburan.

Salah satu ruangan dijadikan lokasi uji nyali oleh komunitas horor Jepang, Annya Obake di Bekasi, Jawa Barat (Foto: X/@ANNYAOBAKE)

Pandangan tersebut mendorong munculnya ajakan agar masyarakat lebih berhati hati sebelum mengikuti program yang ditawarkan. Langkah verifikasi dinilai penting untuk memastikan legalitas, keamanan, serta tanggung jawab penyelenggara terhadap peserta nantinya.

Perhatian publik semakin besar karena program tersebut dikemas menyerupai lowongan pekerjaan dengan imbalan tertentu. Format tersebut memicu diskusi panjang mengenai transparansi informasi dan profesionalitas pihak penyelenggara kegiatan kepada publik.

Sejumlah akun media sosial turut memperingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur oleh tawaran tersebut. "Ini udah ada catatan komunitasnya, tapi belum naik ke publik, juga sudah ada laporan kalau mereka menipu," tulis akun @jellypasta.

Fenomena ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap konten horor yang berkembang melalui platform digital saat ini.

Di sisi lain, publik semakin menuntut transparansi, keamanan, dan akuntabilitas dalam setiap kegiatan yang ditawarkan.

Akun X @enna_mite memperingatkan warganet lain untuk tidak mudah percaya dengan penawaran dari organisasi tersebut, yaitu ANNYA. Hal itu disampaikan usai ANNYA membuka lowongan kerja paruh waktu untuk uji coba menginap di rumah angker di Indonesia.

"Kepada seluruh Indonesia, mohon jangan percaya bahwa tawaran pekerjaan bergaji tinggi. Khususnya pada lowongan kerja yang diiklankan oleh organisasi bernama An'ya itu," tulisnya, lagi.

Reality Show Misteri yang Membentuk Fenomena Hiburan Horor Era 2000-an

Pesulap Marcel Radhival menyoroti lowongan kerja viral yang dibuka komunitas horor asal Jepang, Annya Obake. Perhatian tersebut muncul setelah sejumlah warganet meminta tanggapannya terkait program uji nyali yang ditawarkan penyelenggara.

Program tersebut menawarkan kesempatan menginap di rumah yang disebut angker di kawasan Bekasi kepada peserta. Konsep kegiatan itu kemudian menjadi perbincangan luas karena dinilai berbeda dari lowongan pekerjaan pada umumnya.

Ia menilai terdapat sejumlah aspek yang perlu dicermati sebelum masyarakat memutuskan mengikuti program tersebut nantinya. Menurutnya, publik perlu memahami secara menyeluruh mekanisme kegiatan serta risiko yang mungkin muncul selama pelaksanaan.

"Program seperti ini menimbulkan pertanyaan karena terdapat ketentuan yang menyebut adanya risiko berbahaya bagi peserta. Masyarakat perlu memahami seluruh aturan sebelum memutuskan mengikuti kegiatan yang menawarkan pengalaman tidak biasa tersebut," ujarnya.

Ia menilai keberadaan klausul mengenai potensi bahaya seharusnya menjadi perhatian utama bagi calon peserta kegiatan. Aspek keselamatan dinilai perlu mendapat penjelasan lebih rinci agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di kemudian hari.

Ia juga mempertanyakan sejumlah ketentuan yang diterapkan penyelenggara selama program berlangsung bagi seluruh peserta terdaftar. Salah satunya adalah larangan membawa telepon seluler maupun perangkat elektronik lain selama mengikuti kegiatan tersebut.

"Ketentuan tidak membawa telepon seluler maupun perangkat elektronik menimbulkan pertanyaan mengenai faktor keamanan peserta. Perlu ada penjelasan yang jelas mengenai alasan serta tujuan diterapkannya aturan tersebut oleh penyelenggara kegiatan," ucapnya.

Menurutnya, transparansi informasi menjadi faktor penting dalam kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung tersebut. Ia mengingatkan peserta untuk melakukan verifikasi terlebih dahulu sebelum menerima tawaran yang berpotensi berisiko tinggi.

Perdebatan mengenai program tersebut menunjukkan tingginya perhatian publik terhadap aktivitas bertema horor yang berkembang. Di sisi lain, masyarakat dinilai semakin kritis terhadap aspek keamanan dan kredibilitas penyelenggara kegiatan serupa.

Mantan Presenter Harry Pantja Bongkar Produksi Acara Uji Nyali di TV

Program Dunia Lain yang tayang pada era 2000-an menjadi salah satu acara televisi yang melekat dalam ingatan masyarakat. Segmen uji nyali yang menghadirkan peserta di lokasi lokasi angker kerap memunculkan momen yang memancing perhatian publik.

Salah satu episode yang paling dikenang terjadi saat tim produksi melakukan uji nyali di Lawang Sewu, Semarang. Bangunan bersejarah tersebut dikenal luas karena berbagai cerita mistis yang berkembang di tengah masyarakat selama bertahun.

Dalam episode tersebut, seorang peserta bernama Wahyu mendapat tantangan menjalani penelusuran seorang diri di lokasi. Ia ditempatkan di area ruang bawah tanah yang saat itu dikenal sebagai salah satu titik paling menyeramkan.

Tantangan direncanakan berlangsung sejak tengah malam hingga menjelang pagi sesuai konsep program yang telah disiapkan. Namun, situasi di lapangan berkembang berbeda ketika peserta mulai menunjukkan ketakutan setelah berada sendirian.

Ketegangan memuncak ketika kamera merekam kemunculan sosok berpakaian putih yang terlihat memasuki area penelusuran peserta. Sosok berambut panjang tersebut tampak jelas dalam rekaman dan menjadi bagian paling diingat dari episode itu.

Kemunculan sosok tersebut disebut berlangsung cukup lama sehingga menarik perhatian kru yang memantau jalannya produksi. Suasana semakin mencekam ketika terdengar suara suara yang membuat peserta kesulitan mengendalikan rasa takutnya.

Tak lama kemudian, peserta memutuskan menghentikan tantangan setelah merasa tidak mampu melanjutkan penelusuran sendirian di lokasi. Keputusan tersebut diambil setelah kondisi psikologis peserta dinilai tidak lagi memungkinkan untuk meneruskan kegiatan.

Peserta uji nyali, Wahyu saat mengikuti acara Dunia Lain di Lawang Sewu, Semarang, Jawa Tengah pada tahun 2004 (Foto: YouTube/Dunia Lain)

"Informasi yang diterima dari ruang monitor menunjukkan kru juga menyaksikan kemunculan sosok tersebut secara langsung. Laporan itu membuat tim segera mengambil keputusan untuk menghentikan tantangan dan mengevakuasi peserta secepatnya," ucap Mantan Presenter Harry Pantja.

Ia bersama seorang ahli supranatural kemudian mendatangi lokasi untuk menjemput peserta tersebut. Keduanya memastikan proses evakuasi berjalan aman setelah peserta menunjukkan ketakutan yang cukup besar saat itu.

Ia mengungkapkan bahwa kemunculan sosok tersebut terlihat jelas melalui monitor yang digunakan kru produksi. Menurutnya, sejumlah anggota tim yang berada di ruang pengawasan juga menyaksikan peristiwa serupa secara bersamaan.

"Sejumlah kru yang bertugas memantau monitor melihat sosok tersebut muncul selama proses penelusuran berlangsung. Karena kondisi peserta semakin tertekan, tim akhirnya memutuskan menghentikan tantangan lebih awal dari jadwal," ucapnya.

Baginya, Lawang Sewu menjadi salah satu lokasi syuting yang paling membekas sepanjang program berlangsung. Selain memiliki nilai sejarah tinggi, bangunan tersebut juga menghadirkan atmosfer yang kuat bagi tayangan bertema horor.

Pada masa itu, area ruang bawah tanah masih dapat dikunjungi masyarakat yang datang ke Lawang Sewu. Namun kini, lokasi tersebut disebut tidak lagi dibuka untuk umum demi kepentingan pengelolaan dan keamanan.

Jejak Ketakutan, Penampakan, dan Rumor dalam Tayangan Dunia Lain

Mantan Presenter Harry Pantja mengungkap gambaran proses produksi program uji nyali yang pernah berlangsung di Lawang Sewu. Menurutnya, pelaksanaan produksi televisi dilakukan melalui tahapan berbeda untuk memenuhi kebutuhan teknis serta kebutuhan tayangan.

Ia menjelaskan pengambilan gambar, penutup, ilustrasi, dan testimoni peserta biasanya dilakukan dalam satu kesempatan produksi. Sementara itu, proses penelusuran lokasi oleh peserta dilaksanakan pada waktu berbeda sesuai kebutuhan pengambilan gambar.

Pendekatan tersebut dilakukan agar tim produksi memiliki keleluasaan mengatur aspek teknis dan kualitas visual tayangan. Selain mempertimbangkan alur program, tim juga menyesuaikan proses produksi dengan kondisi lokasi selama pelaksanaan kegiatan.

"Pengambilan gambar pendukung biasanya dimulai sejak waktu magrib agar suasana lokasi sesuai kebutuhan tayangan televisi. Setelah tengah malam, peserta mulai melakukan penelusuran dan proses tersebut berlangsung hingga menjelang waktu subuh tiba," katanya dalam dialog siniar Obrolan Santai via YouTube, Selasa 26 Maret 2024 lalu.

Menurutnya, pemilihan waktu malam hingga dini hari bukan tanpa alasan dalam proses produksi program tersebut. Suasana lingkungan yang lebih tenang dinilai membantu membangun atmosfer yang sesuai dengan konsep tayangan horor.

Presenter Harry Pantja dalam siniar Obrolan Santai via kanal YouTube, Selasa 26 Maret 2024 lalu (Foto: YouTube/Obrolan Santai)

Ia menegaskan ekspresi ketakutan yang terlihat selama program berlangsung bukan hasil arahan dari tim produksi. Menurutnya, reaksi tersebut muncul secara alami ketika peserta menjalani penelusuran di lokasi yang telah ditentukan.

Dalam pelaksanaannya, tim produksi berupaya menangkap berbagai momen spontan yang terjadi selama proses penelusuran berlangsung. Pendekatan tersebut dilakukan agar pengalaman peserta dapat tergambar lebih autentik dan mudah dipahami oleh penonton.

"Reaksi peserta yang terlihat selama penelusuran merupakan respons alami terhadap situasi yang mereka hadapi langsung. Tugas tim produksi adalah merekam momen tersebut agar pengalaman peserta dapat tersampaikan kepada penonton secara utuh," ucapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa tidak seluruh hasil perekaman dapat ditampilkan dalam tayangan yang disiarkan televisi. Keterbatasan durasi membuat tim produksi harus melakukan penyuntingan untuk memilih materi yang paling relevan ditayangkan.

Proses penyuntingan dilakukan dengan mempertimbangkan alur cerita serta kebutuhan program yang telah ditentukan sebelumnya. Langkah tersebut bertujuan menjaga kualitas tayangan tanpa menghilangkan konteks utama dari pengalaman peserta selama penelusuran.

Presenter Harry Pantja bersama salah satu peserta uji nyali pada tahun 2005 (Foto: YouTube/Dunia Lain)

Terkait peserta, ia mengungkapkan tim produksi selalu menyiapkan peserta cadangan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan. Kebijakan tersebut diterapkan apabila peserta utama memutuskan menghentikan tantangan sebelum seluruh rangkaian kegiatan selesai.

Menurutnya, keberadaan peserta cadangan menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran keseluruhan proses produksi program. Dengan sistem tersebut, jadwal syuting tetap berjalan sesuai rencana meskipun terjadi perubahan situasi di lapangan.

Di Balik Layar Dunia Lain, Antara Tudingan Rekayasa dan Pengalaman Kru

Tayangan Dunia Lain sempat menjadi fenomena televisi yang menyita perhatian masyarakat pada awal tahun 2000-an. Program tersebut menghadirkan peserta biasa yang diminta bertahan semalaman di lokasi yang dikenal memiliki reputasi angker.

Salah satu episode yang paling banyak diperbincangkan berlangsung di Gedung Lawang Sewu, Semarang, Jawa Tengah kala itu. Lokasi bersejarah tersebut dipilih karena kerap dikaitkan dengan berbagai cerita mistis yang berkembang di masyarakat.

Malam itu, penonton menyaksikan seorang peserta bernama Wahyu memasuki area bawah tanah Lawang Sewu sendirian. Dengan mengenakan peci dan membawa tasbih, ia memulai tantangan yang disiapkan tim produksi televisi.

Sebelum memasuki lokasi, Wahyu mengaku menerima undangan dari penyelenggara untuk mengikuti program tersebut sebelumnya. Berbekal keyakinan pribadi, ia memutuskan menerima tantangan dan hadir dalam proses produksi yang telah dijadwalkan.

Lorong bawah tanah yang menjadi lokasi penelusuran digambarkan memiliki suasana paling mencekam di kawasan tersebut. Berbagai cerita mengenai sosok gaib dan penampakan mistis disebut telah lama melekat pada area itu.

"Saat pertama memasuki kawasan tersebut, saya mencium aroma wangi yang terasa berbeda dari biasanya malam. Ketika itu saya sempat mengira kondisi tersebut merupakan bagian skenario yang telah disiapkan penyelenggara," ucapnya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Rabu 10 Juni 2026.

Seiring berjalannya waktu, suasana malam disebut semakin sunyi dan menghadirkan tekanan psikologis bagi peserta penelusuran. Wahyu mengaku mulai merasakan pengalaman yang menurutnya sulit dijelaskan secara logis kepada orang lain.

Ia mengatakan sempat mendengar berbagai suara yang menambah ketegangan selama menjalani tantangan seorang diri. Pengalaman tersebut menjadi salah satu bagian yang paling diingat setelah proses penelusuran selesai dilakukan.

"Saya mendengar suara tangisan perempuan serta suara lain yang membuat suasana terasa semakin mencekam malam. Ada pengalaman yang sulit saya jelaskan, namun saat itu benar benar memengaruhi kondisi psikologis saya," katanya.

Menjelang dini hari, Wahyu akhirnya memutuskan menghentikan tantangan karena merasa tidak mampu melanjutkan penelusuran. Keputusan tersebut diambil setelah berjam jam berada sendirian di lokasi yang dianggap memiliki energi berbeda.

Pada tayangan yang disiarkan televisi, sejumlah penonton mengaku melihat sosok berwarna putih di layar. Momen tersebut bertepatan dengan saat Wahyu melambaikan tangan sebagai tanda mengakhiri tantangan yang dijalaninya.

Tak lama kemudian, kru produksi bersama pemandu acara dan paranormal memasuki lokasi untuk menjemput peserta. Proses penelusuran pun berakhir, namun perbincangan publik mengenai episode tersebut terus berlanjut setelah penayangan.

Perhatian masyarakat semakin besar ketika muncul kabar yang menyebut Wahyu meninggal beberapa hari kemudian. Informasi tersebut menyebar luas dari mulut ke mulut hingga menjadi perbincangan di berbagai kalangan masyarakat.

"Saya masih hidup dan tetap menjalani aktivitas seperti biasa setelah mengikuti program tersebut beberapa waktu. Kabar mengenai kematian itu tidak benar meskipun banyak orang sempat mempercayainya tanpa melakukan verifikasi," ucapnya.

Wahyu mengatakan dirinya tetap bekerja seperti biasa setelah menyelesaikan proses syuting program uji nyali tersebut. Ia juga mengaku sempat dihubungi kru televisi yang memastikan kondisi kesehatannya tetap dalam keadaan baik.

Meski menanggapi kabar tersebut dengan santai, Wahyu mengaku khawatir keluarganya menerima informasi yang keliru. Banyak telepon masuk menanyakan kabar dirinya setelah isu tersebut menyebar luas di tengah masyarakat.

Perspektif Parapsikolog di Balik Fenomena Uji Nyali di Televisi

Meskipun tayangan Dunia Lain sudah tidak ada, tentunya acara tersebut sangat membekas dihati para penonton Indonesia. Beragam episode disajikan dengan suasana menegangkan, kisah misteri yang kuat, serta pengalaman peserta yang mampu memancing rasa penasaran.

Setiap penelusuran menghadirkan cerita berbeda dari berbagai lokasi yang dikenal memiliki sejarah maupun reputasi mistis tertentu. Kombinasi antara unsur hiburan, eksplorasi tempat bersejarah, dan reaksi spontan peserta menjadikan program tersebut masih dikenang hingga sekarang.

Dibalik fenomenalnya acara tersebut, tentunya tidak terlepas dari anggapan bahwa adanya unsur rekayasa di dalamnya. Sebagian masyarakat beranggapan tayangan yang melibatkan banyak kru, peralatan produksi, dan kebutuhan dramatik televisi berpotensi mengandung unsur rekayasa.

Mantan kru acara Dunia Lain, Dea Sinuhaji membantah spekulasi adanya rekayasa visual dan keterlibatan kru—tudingan yang marak dibahas di forum Internet. Ia juga menampik ada peserta yang dibayar berakting kesurupan.

"Bagaimana kita bisa merekayasa makhluk-makhluk itu? Itu tidak bisa direkayasa dengan cara apapun," ucapnya.

Salah satu peserta uji nyali saat mengikuti acara Dunia Lain di wilayah Sumedang, Jawa Barat (Foto: YouTube/Dunia Lain)

Sayangnya, ia tidak bisa menunjukkan rekaman mentah setiap episode. Ia mengklaim sulit mengakses arsip rekaman lama, karena kini sudah berpisah menggarap program berbeda-beda.

Namun, ia masih ingat detail proses pengerjaan setiap episode. Agar suasana syuting uji nyali semakin seram, kru kadang sengaja 'memanggil' si hantu agar datang ke lokasi.

"Sebenarnya bukan doyan manggil. Katanya kalau dibahas terus menerus katanya dia akan merasa terpanggil," ujarnya, menjelaskan.

Selain itu, proses uji nyali sebetulnya tidak sesepi yang tampak di layar televisi. Sebab untuk merekam proses uji nyali, butuh nyaris 60 orang kru bekerja bersamaan di lokasi.

Jumlah orang yang amat ramai, untuk sebuah acara yang mengungkap misteri dari lokasi yang dianggap angker dan sepi. Maka hampir mustahil bagi tim uji nyali tersebut menyembunyikan proses syuting acara ini dari warga sekitar.

Mantan kru lainnya, Sulaeman Anwar atau biasa disapa Ule mengatakan setiap ingin syuting harus melakukan riset singkat. Tim kecil pergi lebih dulu ke lokasi sasaran, meninjau semua cerita dan sejarah di sana.

Seringkali dalam proses riset dan survei, tim ‘dikerjai’ hantu setempat. Ketika ditanya pegalaman paling berkesan, ia mengatakan episode 'Perempuan di Ciracas'.

Saat itu hantu bergantian merasuki tubuh peserta uji nyali perempuan. Makhluk yang mengaku bernama Mirah ini bercerita, semasa hidup di rudapksa oleh pacarnya yang mengajak ke Jakarta tanpa seizin orangtua.

Ia minta tolong pada kru agar arwahnya dibuat tenang, akhirnya Mirah pun didoakan dan dibuatkan nisan. Kalaupun ada yang bisa disebut rekayasa, menurut para mantan kru, letaknya ada pada seleksi peserta uji nyali.

Mereka yang punya pengalaman atau kemampuan spiritual lebih berpeluang terlibat syuting. Sebelum syuting di kota tertentu mereka selalu membuka pendaftaran, ada sesi wawancara yang hasilnya dijadikan acuan.

"Kita tanya pengalaman mereka, pernah punya pengalaman sama makhluk-makhluk itu engga. Keluarganya pernah engga melakukan sesuatu ritual di rumah, kalau dia sudah terbiasa dengan itu akan lebih gampang," ujarnya.

Parapsikolog Citra Prima menjadi salah satu sosok yang kerap mendampingi paranormal tradisional dalam program Dunia Lain. Kehadirannya memberikan perspektif tersendiri untuk menjelaskan berbagai fenomena yang sering muncul selama pelaksanaan uji nyali di lokasi.

Ia mengaku beberapa kali pernah ditegur ‘makhluk astral’ di lokasi syuting, karena perilaku paranormal yang berpura-pura atau berlebihan. Paranormal tradisional saja, kata dia, sering dianggap tidak sopan oleh makhluk astral di lokasi syuting.

"Kalau sudah eksis mereka lupa batasnya sampai mana. Akhirnya jadi megalomania, itu yang seringkali terjadi," ujarnya.

Baginya, upaya mengulas uji nyali dan penampakan, atau adanya peserta yang kerasukan, tidak bisa dijelaskan secara ilmiah. Ia mengakui topik-topik supranatural, termasuk bidang parapsikologi yang dia geluti, masuk ranah pseudo-science.

"Kalau ilmiah ini kan hitungannya di frekuensi beta, dalam arti frekuensi yang disadari seluruh fisik indera. Sementara supernatural itu di frekuensi paling tinggi, di frekuensi alfa," katanya, menjelaskan.

Ia turut mengklaim tidak ada rekayasa dari adegan-adegan seram atau mistis di layar televisi. Jika anda masih tidak percaya pada klaim para kru, itu hak masing-masing.

Parapsikolog Citra Prima dalam siniar YouTube Curhat Bang Denny Sumargo, Kamis 7 April 2022 (Foto: YouTube/Curhat Bang Denny Sumargo)

Sebelumnya, acara Dunia Lain ini sempat terhenti lalu kemudian hadir kembali pada tahun 2013 dengan [Masih] Dunia Lain. Citra Prima mengisi acara tersebut pada tahun 2013 hingga akhir 2014.

Bisa dikatakan, acara tersebut kemudian meledak dan membuat stasiun televisi lainnya berlomba-lomba menghadirkan acara yang sama. Cikal bakal program uji nyali tersebut membuat stasiun TV itu membuat program yang sama dengan alur cerita yang kreatif dan menghibur.

Karena hal itu, stasiun TV tersebut sempat memperoleh julukan tak resmi sebagai stasiun ‘TV Misteri’. "Kita juga sempat dicap jadi TV misteri jadinya, padahal kan dulu pegangannya talkshow dan komedi," ujar Ule.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....