Uji Nyali: Batas Tipis Hiburan Misteri dan Realitas Penonton
- 12 Jun 2026 14:51 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Program uji nyali yang diumumkan komunitas horor Jepang, Annya Obake, menuai beragam tanggapan dari kalangan warganet Indonesia.
- Sejumlah warganet mempertanyakan kredibilitas penyelenggara serta mekanisme pelaksanaan kegiatan yang disebut memiliki risiko tertentu.
- Kontroversi Annya Obake akhirnya berkembang melampaui isu mistis karena menyentuh aspek kepercayaan publik terhadap informasi digital.
TAWARAN uji nyali dari Annya Obake menjadi perbincangan luas setelah menjanjikan hadiah jutaan rupiah bagi peserta yang berani. Program tersebut mengajak peserta menginap di rumah yang diklaim angker selama dua hari tanpa pendamping khusus.
Antusiasme publik muncul seiring viralnya informasi rekrutmen peserta melalui media sosial dengan syarat cukup ketat. Namun, perhatian masyarakat tidak hanya tertuju pada hadiah, melainkan juga aturan yang dinilai tidak biasa.
Sejumlah warganet mempertanyakan kredibilitas penyelenggara serta mekanisme pelaksanaan kegiatan yang disebut memiliki risiko tertentu. Keraguan semakin menguat setelah beredar berbagai unggahan yang menyoroti latar belakang kelompok tersebut di Jepang.
Di sisi lain, sebagian masyarakat melihat program tersebut sebagai bentuk hiburan ekstrem yang sah dilakukan sukarela. Perbedaan pandangan itu kemudian memunculkan perdebatan mengenai batas antara atraksi komersial, keamanan peserta, dan transparansi.
Kontroversi Annya Obake akhirnya berkembang melampaui isu mistis karena menyentuh aspek kepercayaan publik terhadap informasi digital. Kasus ini menunjukkan bagaimana sebuah fenomena viral dapat memunculkan pertanyaan lebih luas mengenai akuntabilitas penyelenggara.
"Dibutuhkan segera, lowongan kerja paruh waktu. Gaji Rp4,2 juta perhari. Total Rp8,4 juta untuk dua hari," tulis pengumuman mereka di X, Kamis 4 Juni 2026.

Arsip - salah satu peserta yang bersedia mengikuti uji nyali di salah satu rumah angker (Foto: X/@ANNYAOBAKE)
Tantangan uji nyali akan dimulai, pada tanggal 8 dan 9 Juni 2026, di sebuah kamar, di wilayah Bekasi, Jawa Barat. Hanya peserta dengan usia 20 tahun ke atas yang bisa mengikuti acara ini.
Selama mengikuti tantangan tersebut, peserta akan menempati kamar yang disiapkan selama dua hari. Dan harus mentaati peraturan yang telah disediakan oleh panitia.
"Selama di lokasi, wajib mematuhi aturan berikut dengan ketat. Pertama, kunci rapat seluruh pintu dan jendela properti. Dilarang keras membawa perangkat elektronik, dilarang menyalakan lampu dan tidur antara pukul 23:00 - 04:00," tulisnya.
Pada jam yang telah ditentukan, peserta juga diharuskan membakar dupa yang telah disiapkan. "Jika bel rumah berbunyi atau ada panggilan dari luar, dilarang keras keluar," tulisnya, melanjutkan.
Pendaftaran dibuka melalui alamat email anye3133@gmail.com dan ditutup pada 7 Juni 2026, pukul 23.00 WIB. Yang perlu diketahui dari tantangan ini adalah, berbahaya dan tanpa asuransi.
Artinya, jika peserta menghadapi masalah, maka akan menjadi tanggung jawab peserta sendiri. Tantangan ini telah diadakan di Jepang, dengan 51 persen peserta menyatakan mundur di tengah jalan karena mengalami gangguan nyata roh halus jahat.
|
Selanjutnya,
Persyaratan Tidak Lazim Warnai Acara Uji Nyali
|
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....