Dunia Sepakat Tegakkan Tujuan dan Prinsip Piagam PBB

  • 28 Mei 2026 00:39 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) menggelar pertemuan tingkat tinggi, Selasa, 26 Mei 2026 di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat (AS).
  • Pertemuan mencapai kesepakatan bersama bahwa Piagam PBB tetap relevan seperti sebelumnya.
  • Kemudian, menjadi landasan tatanan internasional, dan peran sentral PBB harus diperkuat, bukan dilemahkan.

Wakil Tetap Rusia untuk PBB di New York, Vasily Nebenzya, menegaskan pentingnya menjaga Piagam PBB di tengah meningkatnya ketegangan global. Bahkan, dalam peringatan 81 tahun kemenangan Perang Dunia II, ia menyebut dokumen tersebut telah menjadi fondasi utama dalam mencegah pecahnya perang dunia baru.

“Dokumen unik itu telah membantu membentuk sistem hubungan internasional yang menyelamatkan dunia dari kengerian perang dunia baru. Meskipun risiko dan tantangan terus berkembang,” kata Nebenzya dalam pernyataannya pada pertemuan Selasa pekan ini di Markas Besar PBB.

Menurut Nebenzya, ketahanan tatanan dunia pascaperang telah berkali-kali diuji sejak berakhirnya Perang Dunia II. Ia menilai ancaman terbesar pada masa itu adalah konfrontasi ideologi selama era Perang Dingin yang sempat membelah dunia ke dalam dua kutub kekuatan besar.

“Pada saat itu, tampaknya bahaya terbesar adalah konfrontasi ideologi yang tidak dapat diperdamaikan selama Perang Dunia Kedua. Sistem bipolar kini telah berakhir, namun dunia justru menghadapi ancaman baru yang dinilai semakin berbahaya,” ucapnya menegaskan.

Nebenzya mengatakan dunia saat ini berada pada titik yang mengkhawatirkan akibat meningkatnya pelanggaran terhadap Piagam PBB. Serta, menyoroti munculnya konsep “tatanan berbasis aturan” yang menurutnya dikembangkan negara-negara Barat di luar kerangka hukum internasional yang telah disepakati bersama.

“Kita menyaksikan bukan hanya pelanggaran luas terhadap Piagam PBB, tetapi juga upaya mempertanyakan nilai dan kewajiban untuk mematuhinya. Sekelompok negara yang dipimpin Barat mengusulkan apa yang mereka sebut sebagai tatanan berbasis aturan yang mereka rancang sendiri,” kata Wakil Tetap Rusia di PBB.

Nebenzya turut menuding negara-negara Barat menggunakan kekuatan politik dan ekonomi untuk mempertahankan dominasi global mereka. Ia menyebut praktik tersebut terlihat dari upaya memperluas pengaruh di kawasan Afrika hingga pembentukan aliansi keamanan baru di Asia yang dinilai mengancam stabilitas kawasan.

Ia menegaskan Piagam PBB harus tetap dijaga secara utuh dan terpadu. Termasuk, mekanisme pengawasan dan keseimbangan yang dirancang untuk melindungi kepentingan bukan hanya mayoritas tetapi juga minoritas.

“Kita tidak boleh melupakan bahwa PBB tidak dibentuk oleh para teoritikus kosong. Organisasi ini didirikan oleh orang-orang yang mengalami langsung kengerian Perang Dunia II, yang sendiri membayar harga perdamaian,” katanya menekankan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....