Kontroversi Tembak di Tempat hingga Penerjunan TNI, untuk Berantas Aksi Begal

  • 25 Mei 2026 18:41 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kepolisian Daerah Metro Jaya (PMJ), telah menangkap 173 pelaku kejahatan begal di Jakarta
  • Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menilai, kehadiran Bataliyon Tempur Pembangunan (BTP) di daerah-daerah dapat menekan tingktar kriminalitas
  • Pro-kontra instruksi Kapolda Lampung, Irjen Pol Helfi Assegaf dalam melakukan penindakan tembak di tempat bagi pelaku begal
  • ICJR menolak pelibatan personel TNI dalam penanganan kejahatan begal

Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin, turut angkat bicara terkait dengan pemburuan begal di berbagai daerah di Indonesia. Dari sisi TNI diungkapkannya, pendirian 750 batalyon teritorial pembangunan (BTP) hingga 2029, turut berperan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, saat memberikan keterangan kepada wartawan di Base Operations Lanud Sam Ratulangi (Foto: Bobby/RRI)

Menhan menjelaskan dalam penerapannya, pasukan TNI itu nantinya akan ditugaskan untuk berkeliling sekitar BTP. Dari patrol ini ia optimis, akan menciptakan sistem keamanan lingkungan yang meminimalisir peluang kriminalitas.

"Sebelum ada batalyon teritorial pembangunan, tadinya di kabupaten itu tidak ada pasukan, kosong, apa yang terjadi? Begal, kriminal, itu besar sekali. Tapi, setelah kami berada di situ, membangun pangkalan, sekian persen kriminalnya hilang," kata Menhan Sjafrie.

Menindaklanjuti hal tersebut, pemburuan tindak kejahatan begal juga turut dilakukan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Di Jakarta, Komando Daerah Militer Jayakarta (Kodam Jaya), berkomitmen mendukung tugas Polda Metro Jaya menjaga Kamtibmas di wilayah hukumnya.

Personel Polres bersama TNI dan Forkopimda Kota Lhokseumawe, Senin (5/2/2024) melaksanakan patroli gabungan. (Foto: Dok Polres)

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) Jaya, Lektol Arh Noor Iskak mengatakan, pihaknya telah mulai melakukan patroli rutin. Bahkan patrol itu diungkapkannya, selain melibatkan satuan kewilayahan, juga menerjunkan batalyon tempur.

"Satuan-satuan yang kami libatkan selain dari satuan kewilayahan Koramil, Kodim. Kami juga melibatkan satuan batalion tempur. Ini untuk mem-backup dan menambah personel kegiatan patroli," ujarnya.

Selanjutnya, Suara Penolakan

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....