Inflasi Landa Tangerang Raya, Kepala Daerah Atur Strategi

  • 24 Mei 2026 06:48 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menjadi pemicu inflasi yang berpotensi melanda wilayah Tangerang Raya.
  • Masing-masing kepala daerah menyiapkan langkah dan strategi dalam mengantisipasinya.
  • Pemkot Tangerang terus berkomitmen meningkatkan sinergi lintas sektoral untuk menjaga stabilitas inflasi.

PELEMAHAN nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menjadi pemicu inflasi yang berpotensi melanda wilayah Tangerang Raya. Alhasil, kepala daerah menyiapkan langkah dan strategi dalam mengantisipasi agar tidak semakin melambung.

Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid mengaku upaya awal dalam mengantisipasi inflasi ini ialah dengan menerapkan strategi koordinasi antarlembaga. Bahkan menggandeng para pelaku usaha yang ada di daerahnya.

Menurutnya, langkah ini dilakukan guna mewujudkan sinergisitas dalam menciptakan kebijakan pengendalian gelombang kerja serta ekonomi atas dampak pelemahan nilai tukar rupiah. "Pemerintah daerah sudah berupaya untuk bisa bertemu dengan pengusaha-pengusaha agar tidak ada lagi kasus PHK (Pemutusan Hubungan Kerja, Red)," ujarnya, Sabtu 23 Mei 2026.

Maesyal mengaku pemerintahannya juga akan terus berupaya mengendalikan inflasi seperti dengan menjamin ketersediaan barang atau kebutuhan pokok masyarakat. Bahlan dengan penekanan kepada harga dasar.

"Kemarin, saya sudah datang juga ke kecamatan-kecamatan untuk memberikan bantuan bahan pokok. Lalu, kebutuhan usaha seperti gerobak UMKM termasuk nanti bantuan permodalannya ada pinjaman dari kita," ucapnya.

Selain itu, lanjutnya, penguatan sektor UMKM hingga pasokan pangan menjadi langkah strategis untuk mencegah terjadinya penurunan ekonomi ditengah masyarakat. "Upaya-upaya inilah yang kita jalankan oleh pemerintah daerah, untuk daya beli masyarakat," kata dia.

"Membuka peluang usaha bagi,

masyarakat yang tidak bekerja agar bisa bekerja. Mudah-mudahan dengan bekerja, masyarakat ada kepastian usaha dan pendapatan, insya Allah kebutuhan mereka ini bisa tertangani setiap harinya," ujar Maesyal menambahkan

Sementara, Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tangerang Riski Maria Girsang inflasi sudah mulai terasa. Mendekati Hari Raya Iduladha, harga cabai rawit mulai mengalami kenaikan menjadi Rp60 ribu per kilogramnya.

Riski menuturkan kenaikan cabai rawit mencapai Rp3.000 dari harga eceran tertinggi (HET), yakni Rp57.000 per kilogram. Kenaikan harga tersebut disebabkan meningkatnya minat masyarakat menjelang perayaan lebaran Iduladha.

"Biasanya demand-nya tinggi karena mau lebaran di pasaran sekarang dibanderol dengan harga Rp60.000 per kilo. Nanti setelah lebaran biasanya turun lagi," ucapnya.

Sementara untuk harga bahan pokok lainnya seperti telur, beras, daging sapi, daging ayam, minyak goreng, telur, cabai setan, cabai hijau dan bawang putih, masih relatif normal. "Samapi saat ini sih mayoritas masih di bawah HET ya," kata dia.

Untuk menjaga stabilitas pangan, Rizki memastikan pihaknya akan memonitor pergerakan harga di 18 pasar yang ada di Kabupaten Tangerang secara berkala. Kemudian melaporkannya langsung ke Kemendag via sistem Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....