Inflasi Landa Tangerang Raya, Kepala Daerah Atur Strategi

  • 24 Mei 2026 06:48 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menjadi pemicu inflasi yang berpotensi melanda wilayah Tangerang Raya.
  • Masing-masing kepala daerah menyiapkan langkah dan strategi dalam mengantisipasinya.
  • Pemkot Tangerang terus berkomitmen meningkatkan sinergi lintas sektoral untuk menjaga stabilitas inflasi.

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) memastikan kondisi inflasi daerah hingga pertengahan Mei 2026 masih terkendali. Berdasarkan hasil rapat evaluasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), angka inflasi tercatat berada di kisaran 1,47 persen.

Sekretaris Daerah yang juga Ketua Harian TPID Kota Tangsel, Bambang Noertjahjo mengatakan kondisi tersebut menunjukkan stabilitas harga kebutuhan pokok dimasyarakat masih relatif aman. Meski terdapat sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga secara fluktuatif

“Alhamdulillah inflasi kita masih sangat terjaga. Saat ini ada di angka 1,47 persen,” ujarnya.

Bambang menyatakan salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas inflasi adalah kelancaran distribusi barang kebutuhan pokok dari produsen hingga sampai ke konsumen. “Yang kita jaga itu distribusinya, jangan sampai ada hambatan seperti jalan rusak atau kendala distribusi lainnya,” kata Bambang.

Selain itu, Pemkot Tangsel juga terus memantau sirkulasi pasokan antara produsen, distributor, hingga pedagang agar tidak terjadi kelangkaan barang di pasaran. “Alhamdulillah selama fungsi TPID berjalan, sejauh ini belum ada persoalan signifikan yang memicu lonjakan harga,” ujarnya.

Meski demikian, Bambang mengakui sejumlah komoditas pangan masih menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Seperti minyak goreng, bawang, beras, daging sapi, ayam dan telur.

Menurutnya, kenaikan harga pada beberapa komoditas umumnya dipengaruhi faktor pasokan dan tingginya permintaan pasar. Salah satunya daging sapi yang kerap mengalami lonjakan harga karena Kota Tangsel bukan daerah produsen.

“Kalau daging sapi biasanya memang naik, karena kita bukan daerah produsen. Karena itu kerja sama antardaerah dengan wilayah penghasil komoditas sangat penting,” ucapnya.

Bambang mengaku pihaknya bersama dinas terkait akan terus melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok dilapangan untuk mengantisipasi kemungkinan lonjakan harga menjelang bulan berikutnya. “Hari Senin nanti kami juga akan turun melakukan pengecekan langsung supaya bisa diketahui komoditas apa yang perlu diwaspadai,” ujar Bambang.

Meski terdapat kenaikan harga pada beberapa bahan pokok, Bambang memastikan kondisi tersebut masih dalam batas wajar dan belum berdampak signifikan terhadap inflasi daerah. “Ini yang terus kami jaga supaya tidak menjadi persoalan besar,” kata dia.

Sementara, Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Tangerang, Ruta Ireng Wicaksono menuturkan pihaknya terus memperkuat kolaborasi antarinstansi. Tentusaja untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat yang berpengaruh terhadap fluktuasi inflasi di Kota Tangerang.

“Kami terus berkoordinasi melibatkan semua pihak untuk menyusun kebijakan strategis dalam menghadapi potensi peningkatan inflasi. Menjelang Iduladja peningkatan permintaan musiman, hambatan distribusi logistik, sampai potensi cuaca ekstrem yang dapat menyebabkan kenaikan harga secara signifikan,” ujar Ruta

Ia melanjutkan Pemkot Tangerang akan berfokus meningkatkan sinergi dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk menjaga ketersediaan pasokan. Lalu keterjangkauan harga dan kelancaran distribusi pangan di Kota Tangerang.

Berdasarkan data yang dipublikasikan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan angka indeks inflasi Kota Tangerang terbilang paling rendah dibandingkan kabupaten atau kota lainnya di Provinsi Banten. Yakni hanya 2,54 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 108,22.

Selain itu, Pemkot Tangerang mengimbau kepada semua instansi dan perangkat kewilayahan untuk bersinergi menyusun langkah-langkah antisipatif menghadapi potensi kenaikan harga menjelang akhir tahun nanti. “Kami optimis melalui sinergi semua lapisan yang terkait disertai partisipasi aktif masyarakat dapat menjaga tingkat inflasi," ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....