Mendekati Iduladha, Harga Hewan Kurban di Tangerang Melonjak

  • 19 Mei 2026 13:31 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Harga hewan kurban diwilayah Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang melonjak mendekati Hari Raya Iduladha 1447 Hijriyah
  • Daya beli masyarakat menurun hingga 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya

RRI.CO.ID, Tangerang - Harga hewan kurban diwilayah Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang melonjak mendekati Hari Raya Iduladha 1447 Hijriyah. Alhasil, daya beli masyarakat menurun hingga 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

"Enggak, saya enggak tahu pengaruh masalah dolar atau enggak, namun memang tahun ini tren harga sapi lagi naik. Biasanya, ini saya mah dari para peternak ya, yang biasanya dulu Rp26 juta sekarang Rp28 juta dengan postur yang sama gitu," ujar Kepala UPT Puskeswan, Kota Tangerang Selatan, Pipit Surya Yuniar, Selasa 19 Mei 2026.

Pipit juga mengatakan hal serupa juga terjadi pada kambing dan domba. Namun, lonjakan harga pada kambing maupun domba tidak terlalu signifikan.

"Kalau kambing enggak terlalu sih, enggak terlalu. Sapi yang yang terlalu, karena kerasa banget," kata dia.

Menurutnya, imbas dari lonjakan harga ini membuat berkurangnya jumlah lapak dan penjual hewan kurban di Kota Tangerang Selatan. Walaupun, sejak 2024 lalu telah ada penurunan dari 373 lapak menjadi 360 lapak hewan kurban pada 2025.

"Nah, pada 2020 senakin turun. Nah, 2026 ini penurunannya mencapai 10 persen," ucap Pipit.

Terpisah Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang, Ujang Sudiartono juga memproyeksikan penurunan permintaan Sapi. Faktornya, tingginya harga sapi menjelang Hari Raya Iduladha yang mencapai Rp25 juta per ekor.

Dia mengaku tingginya harga per ekor sapi membuat permintaan menurun jelang Hari Raya Kurban. “Kalau lihat permintaannya trennya menurun, ya, terutama di sapi, kira-kira mungkin sekitar 10 persen,” katanya.

Ujang menuturkan masyarakat akan lebih memilih kambing dan domba sebagai hewan kurban. Secara keseluruhan kebutuhan akan hewan kurban belum menunjukkan tanda-tanda penurunan.

“Kalau lihat perkembangan tahun lalu itu, tahun lalu sekitar 32.000-an yang ada di Kabupaten Tangerang. Termasuk sapi, kambing, domba, kerbau lah ya, total itu kurang lebih 32.000, tahun ini juga mungkin enggak jauh berbeda, seperti itu,” ujarnya.

Ujang memaparkan penurunan permintaan akan sapi belum bisa dijadikan acuan akan pertumbuhan ekonomi. Ia optimistis permintaan hewan kurban secara keseluruhan meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Salah satu pembeli hewan kurban asal Kecamatan Cisoka, Pahrudin mengaku, harga sapi saat ini terhitung tinggi dibandingkan tahun lalu. “Kalau tahun lalu harga di Rp21 juta, sekarang Rp25 juta, itu ukuran sedang. Ini lagi nyari sapi buat kurban yang cocok harganya,” ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....