Konflik AS-Iran: Ambang Kegagalan Diplomasi dan Bayang-Bayang Perluasan Perang

  • 22 Mei 2026 20:09 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden AS Donald Trump menyebut gencatan senjata dengan Iran berada dalam kondisi sangat rapuh, sementara penolakan Washington terhadap proposal damai Teheran meningkatkan risiko pecahnya kembali perang regional di Timur Tengah.
  • Iran menuntut penghentian serangan, pencabutan sanksi, dan pembukaan kembali Selat Hormuz, sedangkan Amerika Serikat mendesak pembatasan program nuklir Iran serta pengawasan internasional yang lebih ketat.
  • ASEAN, Rusia, Tiongkok, dan sejumlah negara lain menyerukan penghentian konflik karena perang AS-Iran telah mengganggu stabilitas Timur Tengah, memicu gejolak harga energi dunia, dan mengancam ekonomi global.

Garda Revolusi Iran memperingatkan bahwa perang dapat meluas jauh ke luar kawasan Timur Tengah. Hal tersebut dapat terjadi jika Amerika Serikat dan Israel kembali melancarkan serangan terhadap Iran.

Pernyataan tersebut disampaikan pada Rabu, 20 Mei 2026 melalui media resmi Garda Revolusi, Sepah News. Iran mengancam akan memberikan serangan balasan apabila agresi terhadap negara itu kembali terjadi.

Peringatan tersebut muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Washington dapat kembali menyerang Iran. Ia juga mempertimbangkan kembali opsi operasi militer yang sebelumnya dihentikan sejak April, dilansir dari Anadolu, Selasa, 12 Mei 2026.

Trump mengatakan langkah tersebut akan dilakukan jika tidak tercapai kesepakatan damai dalam beberapa hari mendatang. Trump disebut kecewa dengan jalannya negosiasi dengan Iran.

Ia juga menyoroti penutupan Selat Hormuz yang masih berlangsung serta dugaan adanya perpecahan di kalangan elit pemerintahan Iran. Trump juga mengecam respons terbaru Iran terhadap proposal damai Amerika Serikat dan menyebutnya “sepenuhnya tidak dapat diterima”.

Trump menggambarkan kondisi gencatan senjata sebagai sangat rapuh dan berada dalam situasi kritis, dengan peluang bertahan yang sangat kecil. Ia juga menilai Iran tidak menunjukkan keseriusan dalam proses negosiasi damai yang sedang berlangsung.

Trump bahkan memberikan tenggat waktu singkat untuk melanjutkan negosiasi dengan Teheran. Trump menyebut keputusan terkait kemungkinan serangan baru dapat diambil pada akhir pekan atau awal pekan depan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....