Konflik AS-Iran: Ambang Kegagalan Diplomasi dan Bayang-Bayang Perluasan Perang
- 22 Mei 2026 20:09 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden AS Donald Trump menyebut gencatan senjata dengan Iran berada dalam kondisi sangat rapuh, sementara penolakan Washington terhadap proposal damai Teheran meningkatkan risiko pecahnya kembali perang regional di Timur Tengah.
- Iran menuntut penghentian serangan, pencabutan sanksi, dan pembukaan kembali Selat Hormuz, sedangkan Amerika Serikat mendesak pembatasan program nuklir Iran serta pengawasan internasional yang lebih ketat.
- ASEAN, Rusia, Tiongkok, dan sejumlah negara lain menyerukan penghentian konflik karena perang AS-Iran telah mengganggu stabilitas Timur Tengah, memicu gejolak harga energi dunia, dan mengancam ekonomi global.
Perang Iran 2026 dimulai pada 28 Februari 2026 setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran. Konflik tersebut langsung mengguncang stabilitas kawasan Timur Tengah.
Iran kemudian melancarkan serangan balasan besar-besaran ke berbagai wilayah di kawasan. Serangan balasan itu melibatkan ratusan rudal dan ribuan drone dan konflik dengan cepat berkembang menjadi perang terbuka di kawasan Timur Tengah.
Perang tersebut menyebabkan kerusakan besar di sejumlah negara, dan ribuan orang dilaporkan tewas di Iran dan Lebanon akibat konflik berkepanjangan. Jutaan warga terpaksa mengungsi karena situasi keamanan yang memburuk.
Lebanon menjadi salah satu negara yang paling terdampak akibat perang karena konflik tersebut memicu kembali perang antara Israel dan Hizbullah. Lebih dari seperenam populasi Lebanon dilaporkan mengungsi akibat eskalasi konflik.
Ketegangan juga meluas ke wilayah perairan strategis di Timur Tengah, ancaman dari Iran menyebabkan gangguan besar terhadap lalu lintas kapal di Selat Hormuz. Selat tersebut merupakan salah satu jalur distribusi minyak paling penting di dunia.
Gangguan di kawasan itu memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global dan memicu gejolak pada perekonomian internasional. Sejumlah negara di Asia mengalami kelangkaan bahan bakar akibat terganggunya distribusi minyak.
|
Selanjutnya,
Diplomasi yang Berjalan di Tempat
|
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....