Inflasi Terkendali, Tekanan Energi Perlu Diwaspadai
- 20 Mei 2026 00:27 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah mulai mewaspadai tekanan baru terhadap inflasi nasional.
- Pemerintah daerah diminta memantau dampak kenaikan energi dan kurs mata uang terhadap harga kebutuhan masyarakat.
- Pemerintah berharap inflasi nasional tetap terjaga di tengah tekanan global.
Sementara itu, Tito menilai persoalan distribusi masih menjadi tantangan utama pengendalian inflasi pangan. Menurut dia, sejumlah komoditas sebenarnya tersedia, namun distribusi antarwilayah belum merata.
“Cabai itu kita sebetulnya swasembada. Artinya masalahnya distribusi,” ucapnya.
Selain pengendalian inflasi, rapat juga menyoroti pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,61 persen. BPS mencatat terdapat 14 provinsi yang pertumbuhan ekonominya berada di atas rata-rata nasional.
Maluku Utara menjadi provinsi dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 19,64 persen. Pertumbuhan itu didorong industri pengolahan dan ekspor olahan nikel.
Sementara Nusa Tenggara Barat tumbuh 13,6 persen akibat peningkatan ekspor hasil smelter tembaga. Sulawesi Selatan juga mencatat pertumbuhan tinggi sebesar 6,88 persen didorong industri makanan.
Pemerintah berharap inflasi nasional tetap terjaga di tengah tekanan global. Namun pengawasan harga pangan, energi, dan distribusi disebut harus terus diperketat dalam beberapa bulan ke depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....