Inflasi Terkendali, Tekanan Energi Perlu Diwaspadai

  • 20 Mei 2026 00:27 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah mulai mewaspadai tekanan baru terhadap inflasi nasional.
  • Pemerintah daerah diminta memantau dampak kenaikan energi dan kurs mata uang terhadap harga kebutuhan masyarakat.
  • Pemerintah berharap inflasi nasional tetap terjaga di tengah tekanan global.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan tekanan inflasi April mulai melandai karena harga pangan bergejolak kembali normal. Komponen volatile food tercatat mengalami deflasi.

“Volatile food mengalami deflasi minus 0,88 persen. Harga setelah momen Ramadan dan Hari Raya Idulfitri kembali ke harga normal,” kata Amalia.

Menurut dia, deflasi volatile food dipicu turunnya harga daging ayam ras, telur ayam ras, dan cabai rawit. Kondisi itu membantu menjaga inflasi nasional tetap rendah.

Namun di sisi lain, inflasi komponen harga yang diatur pemerintah atau administered prices justru naik 0,69 persen secara bulanan. Kenaikan terutama berasal dari tarif angkutan udara, bensin non subsidi, dan bahan bakar rumah tangga.

“Tarif angkutan udara tentunya salah satunya karena dipengaruhi oleh harga avtur. Bensin yang non subsidi terutama ini sudah mulai terekam,” ucap Amalia.

BPS juga menyoroti struktur pengeluaran masyarakat yang masih didominasi tarif listrik, bensin, dan beras. Karena itu perubahan harga energi disebut sangat memengaruhi inflasi nasional.

“Tarif listrik itu bobot di dalam keranjang konsumsi masyarakat adalah yang terbesar. Seandainya ada penyesuaian harga bensin terutama yang subsidi, ini akan juga bisa memberikan kontribusi terhadap inflasi,” katanya.

Selain energi, pemerintah masih memberi perhatian besar terhadap komoditas pangan di daerah. BPS mencatat sebanyak 247 kabupaten dan kota mengalami kenaikan harga cabai merah.

Kenaikan harga minyak goreng terjadi di 227 daerah. Sementara kenaikan harga cabai rawit terjadi di 107 kabupaten dan kota.

Meski demikian, BPS mengingatkan kenaikan harga cabai merah secara nasional masih berada di bawah batas atas HAP konsumen. Harga cabai merah nasional tercatat naik 7,71 persen dibanding April 2026.

Selain cabai, bawang merah dan gula pasir juga mulai menjadi perhatian. Harga bawang merah nasional tercatat mencapai Rp44.071 per kilogram atau sudah berada di atas HAP konsumen.

Sementara harga gula pasir nasional mencapai Rp18.874 per kilogram. Sebanyak 125 kabupaten dan kota tercatat mengalami kenaikan harga gula pasir.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....