Inflasi Terkendali, Tekanan Energi Perlu Diwaspadai

  • 20 Mei 2026 00:27 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah mulai mewaspadai tekanan baru terhadap inflasi nasional.
  • Pemerintah daerah diminta memantau dampak kenaikan energi dan kurs mata uang terhadap harga kebutuhan masyarakat.
  • Pemerintah berharap inflasi nasional tetap terjaga di tengah tekanan global.

PEMERINTAH mulai mewaspadai tekanan baru terhadap inflasi nasional. Selain kenaikan harga pangan, pemerintah kini menyoroti dampak harga minyak dunia dan biaya distribusi terhadap harga barang di daerah.

Hal itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, Senin 18 Mei 2026. Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian meminta pemerintah daerah memantau dampak kenaikan energi dan kurs mata uang terhadap harga kebutuhan masyarakat.

“Bulan Mei ini kita harus mengamati betul perkembangan dari dampak terutama kenaikan harga minyak dan juga kurs mata uang apakah ada pengaruh atau tidak. Harga-harga barang dan jasa transportasi apakah terjadi kenaikan atau tidak sangat penting,” kata Tito.

Tito mengatakan inflasi tahunan April 2026 tercatat sebesar 2,42 persen. Sementara inflasi bulanan berada di level 0,13 persen atau lebih rendah dibanding bulan sebelumnya sebesar 0,41 persen.

“Inflasi bulan ke bulan juga kita lihat 0,13 persen relatif menurun juga dari sebelumnya 0,41 persen bulan yang lalu. Ini masih dalam target pemerintah,” ucapnya.

Menurut Tito, angka tersebut masih berada dalam target inflasi nasional sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen. Pemerintah menilai kondisi inflasi Indonesia masih relatif terkendali dibanding sejumlah negara lain.

“Adanya perang di Iran harga minyak naik di tingkat global. Kursus dolar kepada sejumlah mata uang termasuk Indonesia juga kita mengalami cukup tekanan,” katanya.

Tito mengatakan sektor transportasi menjadi penyumbang inflasi tertinggi secara bulanan. Sementara sektor makanan dan minuman mulai lebih terkendali setelah momen Ramadan dan Idulfitri selesai.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....