Jemaah Ilegal, Fenomena Berulang Setiap Musim Haji

  • 19 Mei 2026 00:08 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Jemaah calon haji yang berangkat secara non-prosedural atau ilegal masih terjadi pada musim hani 2026.
  • Jumlah jemaah calon haji ilegal semakin bertambah dengan modus beragam di Bandara Soekarno-Hatta.
  • Para jemaah calon haji diduga ilegal ini akan dikenakan sanksi kepada setiap orang.

KASUS ini menjadi pencegahan yang kesekian[start_page_break,title="Jumlah Jemaah Haji Ilegal Terus Bertambah"][/end_page_break] kalinya dilakukan petugas jemaah calon haji non-prosedural di Bandara Soekarno-Hatta. Musim haji 2026, praktik ilegal dengan modus tour ke negara ketiga menggunakan visa kerja masih terjadi.

Banyak oknum travel memanfaatkan celah ini untuk menghindari kuota dan prosedur resmi pemerintah. Mereka menawarkan biaya yang jauh lebih murah kepada jamaah calon haji yang tidak sabar menunggu antrean resmi.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk selalu menggunakan travel resmi yang terdaftar di Kementerian Haji dan Umrah. Terpenting berangkat ke Tanah Suci melalui prosedur yang telah ditentukan oleh pemerintah agar terhindar dari penipuan dan resiko hukum.

Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta Kombes Pol Wisnu Wardana mengatakan petugas Bandara Soekarno-Hatta kembali mencegah keberangkatan 32 jiwa. Mereka diduga hendak melaksanakan ibadah haji secara non-prosedural di Terminal 2F.

Menurutnya, berdasarkan informasi yang diterima, pengungkapan ini berawal dari petugas imigrasi melakukan pencegahan terhadap 32 penumpang. Mereka akan terbang dengan pesawat ID7157 rute Jakarta–Singapura.

"Kemudian ditindaklanjuti Polresta Bandara Soetta atas temuan dari petugas imigrasi tersebut. Meski mengaku berangkat tour wisata ke Hainan, China, banyak di antara mereka menggunakan visa kerja Arab Saudi, sehingga menimbulkan kecurigaan petugas," ujar Wisnu, Senin 18 Mei 2026.

Dari hasil pemeriksaan, 26 jiwa mengaku hendak mengikuti paket tour wisata ke Hainan, China selama enam hari. Seluruhnya diatur oleh Travel F dengan biaya Rp15 juta/jiwa.

"Pembayaran ditransfer ke rekening kantor travel dan rombongan didampingi Tour Leader bernama EM. Namun lima jiwa lainnya mengaku secara terbuka bahwa tujuan utama mereka adalah melaksanakan ibadah haji ke Arab Saudi," ucapnya.

Dua di antaranya, pasangan suami-istri asal Ponorogo berinisial DA dan KA mengatakan mendaftar melalui Travel TM dengan biaya Rp250 juta/jiwa setelah mendapat informasi dari TikTok. Sementara SNB mengaku didaftarkan oleh anak asuhnya dengan biaya Rp185 juta. Ia berencana menunggu 'Tasreh' (surat izin resmi haji) di Hainan sebelum melanjutkan perjalanan ke Arab Saudi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....