Pilah Sampah dari Rumah Jadi Harapan Baru Atasi Krisis Limbah

  • 18 Mei 2026 11:56 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah mendorong pemilahan sampah dari rumah untuk mengurangi volume limbah menuju TPA.
  • Gerakan pilah sampah diperkuat melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat, bank sampah, dan edukasi lingkungan.
  • Perubahan perilaku masyarakat dinilai menjadi tantangan utama pengelolaan sampah berkelanjutan di perkotaan.

Petugas kebersihan di Jakarta Barat meminta pemerintah menyediakan fasilitas gerobak khusus sampah terpilah. Sarana tersebut dinilai penting mendukung kebijakan pemilahan sampah dari rumah tangga.

Petugas pengangkut sampah tingkat RW di Kelurahan Tanjung Duren Selatan, Ridho, mengatakan pemilahan sampah warga sering kembali tercampur saat proses pengangkutan. Kondisi itu membuat upaya pemilahan dari rumah menjadi kurang efektif.

Menurutnya, pengangkutan sampah memerlukan sistem terpisah antara sampah organik dan sampah daur ulang. Dengan demikian, proses pengolahan sampah dapat berjalan lebih optimal.

“Kalau masalah gerobak sih paling ya sistemnya benar, bisa pakai gerobak dipisah. Misalnya gerobak khusus buat sampah rumah tangga atau organik sendiri, nanti gerobak untuk sampah pilah seperti plastik, botol, kardus, dan kertas juga dipisah,” ujar Ridho saat ditemui di Tanjung Duren, Rabu, 13 Mei 2026.

Ridho menjelaskan, persoalan terbesar selama ini terjadi ketika sampah dapur bercampur dengan sampah daur ulang. Akibatnya, petugas harus kembali memilah sampah secara manual di tempat penampungan.

“Yang paling bikin repot itu sebenarnya sampah dapur. Kalau dari awal sudah dipisah, kita juga lebih gampang memilahnya,” katanya.

Hal serupa disampaikan petugas PPSU kawasan Grogol Petamburan, Ardi. Ia berharap kesiapan fasilitas di lapangan berjalan seiring dengan kebijakan pemerintah mengenai pemilahan sampah.

Menurutnya, pemerintah perlu menyediakan tong sampah maupun gerobak khusus di setiap lingkungan RW. Langkah tersebut dinilai mempermudah masyarakat membedakan jenis sampah.

“Harapannya kalau memang ada di warga-warga sendiri, di RW masing-masing itu disediakan gerobak atau tong sampah khusus sampah pilah. Jadi warga diedukasi mana sampah kering, sampah basah, dan sampah plastik,” ujarnya.

Selain itu, Ardi juga meminta pengadaan gerobak khusus bagi petugas pengangkut sampah menuju tempat pembuangan sementara. Dengan begitu, hasil pemilahan warga tidak kembali tercampur.

“Kalau memang perlu diadakan gerobak untuk pemilahan di TPS, itu akan lebih memudahkan petugas. Dan tukang sampah RW,” katanya.

Ia juga berharap dilakukan penataan ulang area tempat pembuangan sementara dengan menyediakan titik penampungan berdasarkan jenis sampah. Penataan tersebut dinilai dapat membuat proses penyortiran lebih tertata.

“Kalau bisa ada spot-spot penampungan sementara, misalnya sebelah sini untuk sampah organik, sebelah sini untuk botol plastik dan lainnya. Jadi milahnya sudah ada tempat sendiri dan lebih nyaman,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....