Pilah Sampah dari Rumah Jadi Harapan Baru Atasi Krisis Limbah
- 18 Mei 2026 11:56 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah mendorong pemilahan sampah dari rumah untuk mengurangi volume limbah menuju TPA.
- Gerakan pilah sampah diperkuat melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat, bank sampah, dan edukasi lingkungan.
- Perubahan perilaku masyarakat dinilai menjadi tantangan utama pengelolaan sampah berkelanjutan di perkotaan.
Pemerintah terus mendorong masyarakat mulai memilah sampah sejak dari rumah sebagai langkah awal pengelolaan sampah nasional. Upaya tersebut dilakukan untuk mengurangi volume sampah sekaligus meningkatkan kesadaran lingkungan masyarakat.
Dorongan itu kembali ditegaskan dalam peluncuran gerakan ‘Jaga Jakarta Bersih, Pilah Sampah’ bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Program tersebut diharapkan menjadi bagian penting membangun budaya pengelolaan sampah berkelanjutan.
“Ini harus menjadi gerakan warga Jakarta, bukan hanya gerakan pemerintah. Sampah jangan lagi dianggap musuh, tetapi sesuatu yang punya nilai,” ujar Menteri Lingkungan Hidup (LH) Jumhur Hidayat, di Jakarta, Minggu 10 Mei 2026.
Pemerintah pusat juga memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program pemilahan sampah di Jakarta. Langkah tersebut dinilai penting agar pengelolaan sampah dimulai langsung dari sumber utama, yakni rumah tangga.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan gerakan pemilahan sampah akan melibatkan seluruh elemen masyarakat secara luas. Pemerintah daerah juga menargetkan budaya memilah sampah menjadi kebiasaan sehari-hari warga.
“Jaga Jakarta Bersih. Pilah Sampah akan menjadi gerakan besar di Jakarta,” kata Pramono.
Sebagai dasar pelaksanaan program, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerbitkan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026. Aturan tersebut mengatur gerakan pemilahan dan pengolahan sampah langsung dari sumbernya.
Kebijakan itu mulai berlaku sejak 10 Mei 2026 dan mewajibkan masyarakat memilah sampah rumah tangga. Pemerintah berharap aturan tersebut mampu memperkuat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menilai persoalan terbesar sampah berasal dari rumah tangga. Karena itu, gerakan pemilahan sampah dinilai penting diterapkan secara luas.
“Sampah rumah tangga memang paling berat. Karena itu gerakan pilah sampah sangat penting dan bisa menjadi contoh bagi daerah lain,” ujar Zulhas.
KLH/BPLH disebut telah mendampingi transformasi pengelolaan sampah di Jakarta sejak akhir 2024. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebelumnya juga menjalankan proyek percontohan pemilahan sampah di tingkat kelurahan.
Gerakan ‘Jaga Jakarta Bersih, Pilah Sampah’ diharapkan menjadi model pengelolaan sampah nasional. Program tersebut juga mendukung target pengelolaan sampah nasional secara menyeluruh pada 2029.
|
Selanjutnya,
Tekan Volume Sampah ke TPA Lewat Pemilahan di Rumah
|
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....