Marsinah, Simbol Perjuangan Buruh yang Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional
- 17 Mei 2026 16:54 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kasus Marsinah pada 1993 hingga kini belum terungkap tuntas dan dinilai sarat kejanggalan dalam proses hukumnya.
- Meski demikian, perjuangannya diakui negara dengan gelar Pahlawan Nasional dan diabadikan melalui Museum Marsinah sebagai simbol perlawanan buruh.
- Marsinah disebutnya menjadi bentuk penghormatan terhadap perjuangan, keberanian, dan suara para pekerja.
NAMA Marsinah menjadi salah satu simbol dalam sejarah perjuangan buruh di Indonesia. Ia adalah seorang pekerja pabrik di kawasan industri Sidoarjo, Jawa Timur.
Peristiwa bermula pada Mei 1993, ketika Marsinah dan rekan-rekannya di pabrik menuntut kenaikan upah sesuai ketetapan pemerintah. Aksi mogok kerja pun terjadi sebagai bentuk protes terhadap kebijakan perusahaan yang dinilai tidak adil.
Setelah aksi tersebut, situasi berubah tegang. Sejumlah buruh dilaporkan mendapat tekanan, termasuk pemanggilan oleh aparat.
Marsinah yang aktif mengadvokasi rekan-rekannya kemudian berusaha mencari kejelasan atas penahanan beberapa pekerja. Namun pada 5 Mei 1993, Marsinah dilaporkan menghilang.
Tiga hari kemudian, tepatnya 8 Mei 1993, jasadnya ditemukan di hutan di Dusun Jegong, Desa Wilangan, Nganjuk. Mirisnya, jasad Marsinah juga didapati dengan tanda-tanda bekas kekerasan.
Tim dokter yang melakukan autopsi terhadap jenazah Marsinah juga menyatakan bahwa ia meninggal akibat kekerasan berat. Mereka adalah Haryono, Pegawai Kamar Jenazah RSUD Nganjuk, dan Kepala Bagian Forensik RSUD Dr. Soetomo Surabaya, Dr. Haroen Atmodirono.
Hasil pemeriksaan forensiknya menunjukkan, aktivis buruh itu meninggal akibat penyiksaan berat serta luka tusuk, bukan karena luka tembak. Hal ini kemudian menjadi bukti penting dalam pengungkapan kasus pembunuhan tersebut.
Kasus ini menjadi simbol pelanggaran hak asasi manusia pada masa Orde Baru karena proses hukumnya dinilai tidak transparan. Hingga kini, tragedi ini masih dikenang sebagai perjuangan buruh melawan ketidakadilan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....