Revitalisasi Sekolah Jadi Prioritas Nasional untuk Pemerataan Pendidikan
- 09 Mei 2026 23:16 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Prabowo menargetkan seluruh sekolah di Indonesia selesai direvitalisasi pada 2028 sebagai bagian prioritas pembangunan pendidikan nasional
- Pemerintah mengalokasikan anggaran besar untuk revitalisasi 71.744 sekolah pada 2026 dengan prioritas wilayah bencana, sekolah rusak berat, dan daerah 3T
- Revitalisasi sekolah dinilai tidak cukup hanya membenahi infrastruktur, tetapi juga harus meningkatkan kualitas pembelajaran serta kesejahteraan guru
Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Gogot Suharwoto mengatakan 120.000 sekolah dasar rusak. Ia menyebut kondisi memprihatinkan tersebut terjadi karena gedung tidak mendapatkan pemeliharaan rutin selama bertahun-tahun.
Gogot menjelaskan bahwa akumulasi kerusakan bangunan pendidikan ini merupakan dampak nyata dari pengabaian perawatan jangka panjang. Menurutnya, ruangan kelas yang tidak dirawat akan mengalami penurunan kualitas dari kategori ringan menjadi rusak sangat berat.
“Kondisi baik jika tidak dirawat, itu nanti akan menjadi rusak ringan, rusak ringan tidak dirawat lima tahun, langsung turun ke rusak sedang. Rusak sedang tidak dirawat lima tahun, rusak berat, rusak berat tidak dirawat, sudah rusak total, ambruk gitu,” ujar Gogot di Jakarta, Kamis 30 April 2026.

Lanjutnya, tingkat kerusakan infrastruktur pendidikan paling tinggi saat ini didominasi oleh jenjang Sekolah Dasar (SD) di Indonesia. Ia mengungkapkan bahwa 85 persen dari total populasi sekolah dasar nasional kini berada dalam kondisi hancur.
Gogot memaparkan bahwa pemerintah pusat terpaksa menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) untuk melakukan intervensi darurat secara masif. Hal tersebut dilakukan karena pemerintah daerah tidak lagi mampu menangani beban kerusakan gedung sekolah yang sudah sangat menumpuk.
“Jadi intervensi ini darurat ya, Inpres. Karena 195.000 itu banyak sekali ya, 1,2 juta ruang kelas rusak itu banyak sekali, jadi harus diintervensi,” kata Gogot.
Gogot juga menyoroti perihal transparansi dana. Ia menegaskan bantuan senilai Rp16,9 triliun akan langsung masuk ke dalam rekening masing-masing sekolah.
Besarnya kerusakan sekolah membuat pemerintah mempercepat proses pembangunan dan revitalisasi menjelang tahun ajaran baru 2026. Langkah percepatan tersebut dilakukan agar fasilitas pendidikan dapat segera dimanfaatkan siswa di berbagai daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....