Revitalisasi Sekolah Jadi Prioritas Nasional untuk Pemerataan Pendidikan

  • 09 Mei 2026 23:16 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Prabowo menargetkan seluruh sekolah di Indonesia selesai direvitalisasi pada 2028 sebagai bagian prioritas pembangunan pendidikan nasional
  • Pemerintah mengalokasikan anggaran besar untuk revitalisasi 71.744 sekolah pada 2026 dengan prioritas wilayah bencana, sekolah rusak berat, dan daerah 3T
  • Revitalisasi sekolah dinilai tidak cukup hanya membenahi infrastruktur, tetapi juga harus meningkatkan kualitas pembelajaran serta kesejahteraan guru

Pemerintah menargetkan program revitalisasi sekolah menjangkau 71.744 satuan pendidikan pada 2026 dengan anggaran mencapai Rp14 triliun. Program tersebut menjadi bagian upaya pemerintah meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan nasional.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti mengatakan, penambahan sasaran revitalisasi merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah ingin mempercepat pemerataan kualitas pendidikan di seluruh wilayah Indonesia.

“Direncanakan ada penambahan sasaran sekitar 60.000 satuan pendidikan. Sehingga pada tahun 2026 program revitalisasi dapat menyasar 71.744 satuan pendidikan,” kata Mu’ti dalam konferensi pers di Kantor Bakom, Jakarta, Rabu 6 Mei 2026.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti (tengah) bersama Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Muhammad Qodari (paling kiri) saat menyampaikan konferensi pers di Kantor Bakom Jakarta, Rabu 6 Mei 2026 (Foto: RRI/Afriani Respati)

Mu’ti menjelaskan pelaksanaan program revitalisasi sekolah tahun 2026 mulai berjalan di berbagai daerah. Pemerintah juga telah menyelesaikan ribuan kerja sama dengan satuan pendidikan penerima bantuan.

“Kami sudah mulai melaksanakan dalam tahun 2026 itu diselesaikan perjanjian kerjasama dengan 4.838 satuan pendidikan. Kemudian juga penyaluran ke 3.408 satuan pendidikan,” ucapnya.

Menurutnya, total bantuan yang mulai disalurkan pemerintah mencapai Rp2,6 triliun. Sejumlah proyek revitalisasi sekolah kini memasuki tahap awal pembangunan di berbagai wilayah Indonesia.

Pemerintah menetapkan sekolah terdampak bencana sebagai prioritas utama revitalisasi tahun 2026. Fokus tersebut mencakup sekolah rusak akibat bencana alam di Sumatra maupun daerah lainnya.

“Pada tahun 2026 revitalisasi diprioritaskan untuk sekolah-sekolah yang rusak sebagai dampak dari bencana. Sekolah-sekolah yang terdampak dari bencana alam baik yang di Sumatra maupun di wilayah lain di Indonesia,” ujarnya.

Selain wilayah terdampak bencana, pemerintah juga memprioritaskan sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T. Sekolah dengan tingkat kerusakan berat turut menjadi sasaran utama program revitalisasi nasional tersebut.

“Sekolah-sekolah di daerah 3T dan sekolah yang memang rusak berat, walaupun bukan di daerah bencana, bukan pula karena 3T. Tapi yang rusak berat itu kami prioritaskan untuk program revitalisasi tahun 2026,” ucapnya.

Besarnya target revitalisasi tersebut muncul seiring tingginya jumlah sekolah rusak yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Kondisi itu terutama terjadi pada jenjang sekolah dasar yang selama bertahun-tahun minim pemeliharaan bangunan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....