Insiden Kecelakaan Kereta Api di Bekasi Jadi Momentum Pemerintah Berbenah
- 30 Apr 2026 02:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Perbaikan sistem perkeretapian di Indonesia.
- Kereta Api atau KRL merupakan favorit masyarakat di Jabodetabek dalam aktivitas keseharian.
KECELAKAAN kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi pada, Senin 27 April 2026 menjadi duka mendalam bagi bangsa kita. Dalam peristiwa tersebut pemerintah melaporkan terdapat 106 korban dengan rincian 16 orang meninggal dunia dan 90 orang mengalami luka-luka.
Para korban insiden tersebut mayoritas adalah perempuan. Mereka adalah para penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) lintas Cikarang yang berada di gerbong khusus perempuan di bagian paling belakang kereta.
Sebelum insiden terjadi, KRL Lintas Cikarang sempat menabrak sebuah taxi milik Green SM. Taxi tersebut tertabrak saat nekad menerobos masuk perlintasan sebidang kereta di wilayah Bekasi Timur.
Akibat tabrakan tersebut, KRL berhenti cukup lama karena jalur yang hendak dilalui terhalang taxi yang masih tertemper di perlintasan kereta. Nahas sekitar pukul 20.57 WIB, Kereta Api (KA) jarak jauh Argo Anggrek menabrak gerbong paling belakang KRL.
Tabrakan tersebut membuat bagian kepala KA Argo Anggrek masuk ke dalam gerbong khusus wanita. Membuat gerbong tersebut dan beberapa gebrong lain ringsek.
Akibat gerbong yang ringsek tersebut, sebagian penumpang terjebak di dalam kereta. Bahkan ada yang terjebak dari malam hari saat kejadian hingga pagi hari, Selasa, 28 April 2026.
Pada peristiwa itu, beberapa korban meninggal di tempat saat insiden kecelakaan kereta api terjadi. Sementara sebagian mengalami luka-luka dari ringan hingga berat.
Para korban kemudian dilarikan ke sejumlah rumah sakit baik di kota atau kabupaten Bekasi bahkan hingga ke Jakarta. Mereka dilarikan untuk mendapatkan penanganan medis terbaik.
Korban paling banyak ada di RSUD Chasbullah Abdulmadjid (RSUD CAM) Kota Bekasi yang tembus sampai 53 korban. Sementara korban di RS Polri Kramat Jati mencapai 10 orang yang semua korban meninggal yang pada saat ditemukan tidak jelas identitasnya.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengapresiasi penanganan para korban tabrakan kereta di Kota Bekasi. Ia menyebut penanganan cepat amat menentukan terhadap keselamatan para korban.
"Terima kasih atas kecepatan penanganan sehingga bisa ditangani dengan cepat. Karena dalam situasi kritis seperti ini kecepatan penanganan akan menentukan keselamatan para korban," katanya kepada wartawan, Selasa, 28 April 2026.
AHY menegaskan, pemerintah memastikan para korban mendapatkan penanganan medis terbaik. Selain itu, segera pulih dan bisa beraktivitas seperti sediakala.
"Saya sudah melihat dan berbicara langsung dengan sejumlah korban. Dan kami ingin memastikan penanganan terbaik bagi para korban," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....