Insiden Kecelakaan Kereta Api di Bekasi Jadi Momentum Pemerintah Berbenah
- 30 Apr 2026 02:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Perbaikan sistem perkeretapian di Indonesia.
- Kereta Api atau KRL merupakan favorit masyarakat di Jabodetabek dalam aktivitas keseharian.
Korban Bakal dapat Santunan"][/end_page_break]<strong> </strong></p><p>Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin memastikan para korban tabrakan kereta api di Kota Bekasi yang meninggal dunia segera mendapat santunan. Pihaknya menggaransi santunan akan diberikan dalam waktu 2 kali 24 jam.</p><p>Menurutnya, untuk korban meninggal dunia Jasa Raharja akan memberikan santunan sebesar Rp50 juta. Plus tambahan sebesar Rp40 juta dari Jasa Raharja Putra selaku anak usaha Jasa Raharja yang bekerjasama dengan PT KAI.</p><p>Sedangkan untuk korban yang mengalami luka-luka Jasa Raharja akan memberikan plafon Rp20 juta untuk kebutuhan dan kepentingan pengobatan bagi korban. Kemudian, tambahan plafon Rp30 juta dari Jasa Raharja Putra.</p><figure class="image ck-widget image_resized ck-widget_with-resizer" style="width:100%;"><img src="https://rri-portal-app-assets.obs.ap-southeast-4.myhuaweicloud.com/upload/misc/image/1777491468960154_2b433817be_whatsapp-image-2026-04-28-at-174124.webp"><figcaption>Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin saat diwawancarai wartawan. (Foto: RRI/Leny Kurniawati)</figcaption><div class="ck ck-reset_all ck-widget__resizer ck-hidden"></div></figure><p>"Jasa Raharja fokus terhadap pemberian perlindungan dasar pada korban. Sehingga para korban bisa mendapatkan penanganan dengan baik," katanya.</p><p> </p><div class="noncontent"> <table class="linksisip" width="100%"> <tbody> <tr> <td> <div class="lihatjg"> <strong>Baca juga: </strong> <a data-label="List Berita" data-action="Berita Pilihan" data-category="Detil Artikel" href="https://rri.co.id/regional/2371352/santunan-korban-kecelakaan-ka-bekasi-dipastikan-disalurkan-dalam-2x24-jam" target="_blank">Santunan Korban Kecelakaan KA Bekasi Dipastikan Disalurkan dalam 2x24 Jam</a> </div> </td> </tr> </tbody> </table> </div><br><br><p>Penanganan terhadap para korban kecelakaan kereta api mendapatkan perhatian serius oleh pemerintah pusat. Bahkan Presiden Indonesia, Prabowo Subianto menyempatkan turun langsung menemui para korban kecelakaan kereta api di RSUD CAM Kota Bekasi.</p><p>Prabowo turun mengunjungi para korban di RSUD CAM Kota Bekasi, untuk memastikan para korban mendapatkan penanganan terbaik. Sehingga korban bisa selamat dan beraktivitas kembali dengan para keluarga.</p><p>[start_page_break,title="Butuh Langkah Konkrit
KECELAKAAN kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi pada, Senin 27 April 2026 menjadi duka mendalam bagi bangsa kita. Dalam peristiwa tersebut pemerintah melaporkan terdapat 106 korban dengan rincian 16 orang meninggal dunia dan 90 orang mengalami luka-luka.
Para korban insiden tersebut mayoritas adalah perempuan. Mereka adalah para penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) lintas Cikarang yang berada di gerbong khusus perempuan di bagian paling belakang kereta.
Sebelum insiden terjadi, KRL Lintas Cikarang sempat menabrak sebuah taxi milik Green SM. Taxi tersebut tertabrak saat nekad menerobos masuk perlintasan sebidang kereta di wilayah Bekasi Timur.
Akibat tabrakan tersebut, KRL berhenti cukup lama karena jalur yang hendak dilalui terhalang taxi yang masih tertemper di perlintasan kereta. Nahas sekitar pukul 20.57 WIB, Kereta Api (KA) jarak jauh Argo Anggrek menabrak gerbong paling belakang KRL.
Tabrakan tersebut membuat bagian kepala KA Argo Anggrek masuk ke dalam gerbong khusus wanita. Membuat gerbong tersebut dan beberapa gebrong lain ringsek.
Akibat gerbong yang ringsek tersebut, sebagian penumpang terjebak di dalam kereta. Bahkan ada yang terjebak dari malam hari saat kejadian hingga pagi hari, Selasa, 28 April 2026.
Pada peristiwa itu, beberapa korban meninggal di tempat saat insiden kecelakaan kereta api terjadi. Sementara sebagian mengalami luka-luka dari ringan hingga berat.
Para korban kemudian dilarikan ke sejumlah rumah sakit baik di kota atau kabupaten Bekasi bahkan hingga ke Jakarta. Mereka dilarikan untuk mendapatkan penanganan medis terbaik.
Korban paling banyak ada di RSUD Chasbullah Abdulmadjid (RSUD CAM) Kota Bekasi yang tembus sampai 53 korban. Sementara korban di RS Polri Kramat Jati mencapai 10 orang yang semua korban meninggal yang pada saat ditemukan tidak jelas identitasnya.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengapresiasi penanganan para korban tabrakan kereta di Kota Bekasi. Ia menyebut penanganan cepat amat menentukan terhadap keselamatan para korban.
"Terima kasih atas kecepatan penanganan sehingga bisa ditangani dengan cepat. Karena dalam situasi kritis seperti ini kecepatan penanganan akan menentukan keselamatan para korban," katanya kepada wartawan, Selasa, 28 April 2026.
AHY menegaskan, pemerintah memastikan para korban mendapatkan penanganan medis terbaik. Selain itu, segera pulih dan bisa beraktivitas seperti sediakala.
"Saya sudah melihat dan berbicara langsung dengan sejumlah korban. Dan kami ingin memastikan penanganan terbaik bagi para korban," ujarnya.
Pemda Diminta Ikut Berperan
Langkah pemerintah dalam penanganan para korban kecelakaan kereta api, khususnya dalam aspek keselamatan perlu mendapatkan apresiasi. Pemerintah sejauh ini sudah bekerja cepat dan juga maksimal dalam mengupayakan keselamatan para korban.
Namun demikian, pemerintah harus mengupayakan sebuah solusi konkret. Yang bisa menjadi solusi permanen terhadap masalah sektor perkeretaapian di Indonesia.
Khusus untuk pemerintah, pemerintah dituntut melakukan langkah-langkah konkrit. Yang bisa menjadi solusi permanen terhadap masalah sektor perkeretaapian di Indonesia.
Belajar dari insiden di Kota Bekasi, jelas terlihat bahwa ada yang tidak beres dengan sistem perkeretaapian di Indonesia. Bahkan hal itu justru dibuka sendiri oleh Presiden Indonesia, Prabowo Subianto.
Dalam pernyataanya, Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa ada 1.800 titik perlintasan sebidang yang mesti dibenahi segera. Yang sudah ada sejak zaman Belanda dan belum juga tersentuh.
Dari fakta tersebut, orang nomor satu di Indonesia tersebut, lantas mendorong agar segera ada perbaikan. Salah satunya dengan membangun pos-pos jaga di titik jalur perlintasan kereta api.
Presiden menambahkan untuk membangun pos-pos jaga di jalur lintasan kereta api dibutuhkan anggaran sekitar Rp4 triliun. Presiden memastikan hal tersebut akan segera dieksekusi untuk memastikan keselamatan warga.
"Saya sudah perintahkan, kami akan segera memperbaiki semua. Apakah dengan membangun pos jaga maupun flyover," katanya.
Banyak Perlintasan Sebidang Liar
Komisaris Utama (Komut) PT Kereta Api Indonesia (PT KAI), Said Aqil Siradj mendorong pemerintah daerah (Pemda) membangun palang pintu kereta api pada perlintasan sebidang di Pemda masing-masing. Menurutnya palang pintu kereta api pada perlintasan sebidang sangat penting.
Untuk menghindari insiden kecelakaan kereta api menyusul insiden tabrakan kereta api di Kota Bekasi pada, Senin 27 April 2026. Ia menjelaskan, palang pintu bukan kewajiban pihak PT KAI.
Namun kewajiban pemerintah daerah. Karena itu, dalam sejumlah kesempatan ia selalu mengingatkan para kepala daerah.

Sayangnya, kata dia, upaya untuk membangun palang pintu kereta belum juga terealisasi. Padahal pihak PT KAI berharap ada kolaborasi antara PT KAI dengan pemerintah daerah.
"Kita sudah mengingatkan dalam berbagai kesempatan kepada para kepala daerah untuk membangun palang pintu kereta. Karena ini kewajiban dari pada pemerintah daerah," katanya, usai mengunjungi korban tabrakan kereta api di Kota Bekasi di RSUD Chasbullah Abdulmadjid (RSUD CAM) Kota Bekasi, Selasa 28 April 2026.
Menunggu Investigasi KNKT
Perlintasan sebidang liar menjadi problem serius dalam perkeretaapian Indonesia. Bukan saja jumlahnya yang banyak namun juga membahayakan dari sisi keselamatan.
Merespon hal tersebut, PT KAI memastikan telah menertibkan sejumlah perlintasan sebidang liar. KAI mengimbau warga untuk patuh dan tak membuat lagi perlintasan sebidang liar.
"Perlintasan sebidang ini, pada saat ini, kami dengan Kementerian Perhubungan dalam hal ini Ditjen Kereta Api, itu melakukan penertiban yang sangat ketat sekali ya. Tapi tentunya kami mengharapkan dukungan dari masyarakat juga," kata Dirut PT KAI Bobby Rasyidin saat jumpa pers di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Rabu 20 April 2026.
Bobby meminta masyarakat untuk tidak lagi membuat perlintasan sebidang liar. Sebab, hal ini dapat mengganggu kerja masinis.
"Dua hal, satu adalah tidak membuat perlintasan liar lagi, saya ulangi tidak membuat perlintasan liar lagi. Ketika membuat perlintasan liar ini, maka satu menghalangi visibility dari masinis kami," ujarnya.
Dia menjelaskan, perlintasan sebidang resmi memiliki alat sensor. Sedangkan, perlintasan sebidang liar hanya mengandalkan bambu atau kayu sebagai penutup.
"Perlintasan yang resmi dan yang dipasang peralatan itu tidak hanya simple, hanya pakai portal, itu ada alat sensor di dalamnya. Itu yang pertama, kami minta dari masyarakat," katanya.
Dia juga mengimbau masyarakat tak membuka lagi perlintasan sebidang liar yang telah ditutup oleh pihaknya. Dia mengatakan perlintasan yang ditutup lantaran tidak memenuhi syarat.
"Jika ada perlintasan-perlintasan yang sudah dijaga, sudah dipasang alatnya, jangan dilanggar. Yang ditutup, yang kami sudah tutup karena tidak memenuhi syarat-syarat keselamatan mohon jangan dibuka lagi," katanya.
Audit Investigas Taxi Green SM
PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) mendukung proses investigasi yang dilakukan oleh pihak Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Untuk mengetahui secara pasti penyebab dan rekomendasi terhadap insiden kecelakaan kereta api yang terjadi di Bekasi Timur.

Direktur Utama (Dirut) PT KAI, Bobby Rasyidin menegaskan, pihaknya bukan saja mendukung seluruh proses investigasi dari KNKT saja. PT KAI juga memastikan akan mematuhi dan akan mengikuti semua rekomendasi dari KNKT.
"Kita mendukung penuh investigasi yang sedang dilakukan oleh KNKT. Dan tentunya akan mematuhi dan mengikuti semua rekomendasi yang dilakukan KNKT," katanya, dalam jumpa pers di Stasiun Bekasi Timur, Rabu, 29 April 2026.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah melakukan audit investigasi terhadap Taxi Green SM. Hal ini dilakukan menyusul kasus kecelakaan kereta api di Bekasi pada, Senin 27 April 2026.
Seperti diketahui, bahwa sebelum kecelakaan kereta antara kereta jarak jauh dengan KRL terjadi, KRL terlebih dahulu berhenti. Pasalnya saat itu, KRL laju KRL terhalang oleh Taxi Green SM yang menyangkut di perlintasan kereta di kawasan Bekasi Timur.
Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi mengatakan, audit investigasi dilakukan secara menyeluruh meliputi semua aspek. Baik aspek operasional, teknis dan Sumber Daya Manusia (SDM).
Lewat audit investigasi tersebut, Kemenhub ingin memastikan betul, perusahaan tersebut mematuhi kaidah-kaidah keselamatan dan operasional. Sebagai sebuah perusahaan taxi yang beroperasi untuk umum.
"Kami minta kesabarannya, kami akan mengupdate hasil investasi tersebut. Kami tidak akan segan-segan melakukan penindakan apabila ditemukan pelanggaran yang cukup serius," katanya, saat memberikan keterangan pers, Rabu 29 April 2026.
Dalam proses audit investigasi sendiri Kemenhub langsung melakukan audit inspeksi di lapangan pada ke Pool Taxi Grand SM di Kemayoran, Jakarta. Yang dilakukan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan pada, Selasa 28 April 2026.
Dalam audit inspeksi tersebut, Kemenhub memastikan Sistem Manajeman Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum (SMK PAU). Apakah sudah berjalan sesuai ketentuan atau tidak sebab berkaitan dengan keselamatan kendaraan.
“Dalam penyelenggaraan angkutan umum ada beberapa elemen yang harus dilakukan sesuai dengan SMK PAU. Sidak kami lakukan untuk memastikan seluruh aspek keselamatan tersebut dijalankan, mulai dari pre-trip inspection hingga kompetensi dan kesehatan pengemudi,” jelas Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan, dalam keterangan persnya, Rabu 29 April 2026.
Aan Suhanan menambahkan, dalam proses pemeriksaan awal pada saat sidak ditemukan beberapa temuan. Yang oleh Kemenhub akan didalami lebih lanjut.
Adapun pendalaman dilakukan di Pool Grand SM di kawasan Kemayoran, Jakarta pada hari lain, setelah audit inspeksi pada Selasa 28 April 2026. Sehingga pihak Kemenhub bisa mendapatkan kesimpulan menyeluruh.
"Selain itu, Dirjen Perhubungan Data Kemenhub juga akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi). Yakni terkait dugaan keterlibatan kendaraan dalam peristiwa kecelakaan kereta di Kota Bekasi," katanya.
Ia menyatakan hasil dari audit dan inspeksi nantinya akan menjadi dasar pemberian rekomendasi, baik berupa perbaikan sistem keselamatan ataupun pemberian sanksi administratif. Apabila ditemukan pelanggaran berupa surat peringatan, pembekuan izin sampai dengan pencabutan izin sesuai tingkat pelanggaranya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....