Krisis Energi Global 2026: Bayang-Bayang Kelangkaan BBM dan Tekanan Ekonomi Dunia

  • 29 Apr 2026 17:39 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Ketegangan di Timur Tengah, terutama gangguan di Selat Hormuz, menjadi faktor utama yang mengancam pasokan minyak dunia, sehingga memperbesar risiko kelangkaan pasokan energi dan ketidakstabilan pasar global.
  • Lembaga internasional seperti IMF, Bank Dunia, dan IEA memperingatkan bahwa kondisi ini dapat mendorong inflasi global, memperlambat pertumbuhan ekonomi, bahkan meningkatkan risiko stagflasi di sejumlah negara.
  • Ketergantungan dunia pada minyak dan gas masih sangat tinggi, sehingga krisis energi diperkirakan tidak dapat dihindari dalam jangka pendek.

DUNIA memasuki tahun 2026 dengan satu kekhawatiran besar yang kembali menguat, yakni krisis energi global. Di tengah ketegangan geopolitik yang belum mereda, pasokan minyak dan gas dunia menghadapi tekanan serius.

Tekanan tersebut dapat berpotensi memicu lonjakan harga energi dan memperburuk inflasi global. Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan bahwa ketidakpastian geopolitik dapat menjadi pemicu utama gangguan ekonomi global yang lebih luas, dikutip dari BBC News.

Selain itu, IMF, bersama Badan Energi Internasional (IEA) dan Bank Dunia juga mengeluarkan peringatan bersama mengenai harga energi yang tinggi dalam waktu yang berkepanjangan. Mereka menyebut harga bahan bakar dan pupuk diperkirakan tetap tinggi dalam jangka waktu panjang, dilansir dari Anadolu, Rabu 29 April 2026.

Ketiga lembaga tersebut menyebut gangguan rantai pasok dan kerusakan infrastruktur akibat perang di Timur Tengah sebagai faktor utama. Faktor-faktor tersebut memperlambat pemulihan ekonomi global.

Dalam pernyataan bersama, mereka menilai dampak konflik bersifat global, signifikan, dan tidak merata. Negara pengimpor energi serta negara berpendapatan rendah menjadi pihak paling terdampak.

Dampak lanjutan diperkirakan akan merambat ke berbagai sektor, termasuk energi, pangan, serta pariwisata. Dalam pernyataan tersebut, lembaga-lembaga internasional itu menegaskan komitmen untuk terus memantau perkembangan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....