Stok Beras Tembus 5 Juta Ton, antara Ketahanan Pangan dan Realitas Pasar
- 25 Apr 2026 11:58 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Stok beras nasional yang dikelola Perum Bulog menembus angka 5 juta ton. Capaian ini menjadi tonggak penting dalam upaya memperkuat ketahanan pangan Indonesia.
- Di tengah dinamika global dan tantangan distribusi, ketersediaan stok menjadi faktor kunci menjaga stabilitas pangan. Pemerintah terus memastikan pasokan tetap aman agar kebutuhan masyarakat terpenuhi secara berkelanjutan.
Perum Perum Bulog mencatat tonggak baru dengan stok beras pemerintah menembus 5 juta ton. Capaian ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyebut stok beras mencapai 5.000.198 ton pada Kamis pagi 23 April 2026. Ia menilai capaian tersebut mencerminkan komitmen negara dalam menjamin ketersediaan pangan.
“Capaian ini menjadi fondasi yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan. Sekaligus memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses pangan yang cukup dan terjangkau,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat 24 April 2026.
Menurutnya, capaian tersebut bukan sekadar angka, tetapi mencerminkan peran Bulog menjaga stabilitas pasokan dan harga. Ketersediaan stok dinilai penting dalam menghadapi dinamika kebutuhan pangan.
Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan stok beras memiliki fungsi strategis. Ia menyebut stok tersebut disiapkan untuk menjaga stabilitas harga dan kebutuhan nasional.
“Ketersediaan stok dalam jumlah besar bukan hanya berfungsi sebagai cadangan, tetapi juga sebagai instrumen strategis untuk menjaga stabilitas harga di pasar. Selain itu, stok tersebut disiapkan untuk menghadapi potensi bencana serta mendukung berbagai program bantuan pangan pemerintah,” kata Amran.
Ia juga mengapresiasi kinerja Bulog dalam mengelola cadangan beras pemerintah. Menurutnya, capaian ini merupakan hasil kerja optimal seluruh jajaran.
“Terima kasih kepada Dirut Bulog dan seluruh tim yang telah bekerja optimal. Sehingga stok beras nasional bisa menembus 5 juta ton,” ucapnya.
Capaian ini didukung peningkatan serapan gabah dan beras petani serta koordinasi lintas sektor. Dukungan infrastruktur pergudangan juga memperkuat pengelolaan stok nasional.
Saat ini, Bulog mengelola lebih dari 1.500 gudang sendiri dan sekitar 1.200 gudang mitra. Hal ini menjadi faktor penting dalam menjaga distribusi beras.
Di daerah, kontribusi besar datang dari Jawa Timur sebagai penopang utama. Pemimpin Wilayah Bulog Jawa Timur, Langgeng Wisnu, menyebut stok di wilayahnya mencapai 1,23 juta ton.
Menurutnya, capaian tersebut memperkuat peran strategis daerah dalam sistem pangan nasional. “Jawa Timur menjadi salah satu penopang utama dalam menjaga ketahanan pangan nasional, dan memperkuat peran strategis daerah dalam sistem pangan nasional,” katanya.
Dengan cadangan yang semakin kuat, Bulog berperan menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan. Pemerintah berharap capaian ini terus meningkat menuju kemandirian pangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....