Stok Beras Tembus 5 Juta Ton, antara Ketahanan Pangan dan Realitas Pasar

  • 25 Apr 2026 11:58 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Stok beras nasional yang dikelola Perum Bulog menembus angka 5 juta ton. Capaian ini menjadi tonggak penting dalam upaya memperkuat ketahanan pangan Indonesia.
  • Di tengah dinamika global dan tantangan distribusi, ketersediaan stok menjadi faktor kunci menjaga stabilitas pangan. Pemerintah terus memastikan pasokan tetap aman agar kebutuhan masyarakat terpenuhi secara berkelanjutan.

Di tingkat wilayah, Bulog Kantor Wilayah DKI Jakarta dan Banten mencatat stok beras mencapai 234 ribu ton. Jumlah ini dinilai cukup menopang kebutuhan masyarakat perkotaan dengan konsumsi tinggi.

Pimpinan Kanwil DKI Jakarta dan Banten, Taufan Akib, menyebut pengelolaan stok sebagai bentuk komitmen institusi. Hal ini untuk memastikan masyarakat tetap mendapat akses pangan memadai.

“Kami terus berkomitmen untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi dalam kondisi cukup, aman, dan dengan harga yang terjangkau,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keberlanjutan stok. Dukungan petani, TNI, Polri, dan pemerintah daerah menjadi faktor kunci.

Dengan stok kuat, pihaknya optimistis dapat menjaga stabilitas harga dan memberi rasa aman. Kondisi ini diharapkan meredam potensi gejolak pasar.

“Capaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjaga kinerja dan memperkuat peran sebagai stabilisator harga dan pasokan pangan nasional,” kata Taufan.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, kembali menegaskan capaian stok menjadi fondasi ketahanan pangan. Menurutnya, stok kuat penting menghadapi tantangan ke depan.

“Capaian ini menjadi fondasi yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan. Sekaligus memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses pangan yang cukup dan terjangkau,” ujarnya.

Cadangan beras tidak hanya menjaga harga tetap stabil. Stok ini juga penting untuk mengantisipasi kondisi darurat dan gejolak pasar.

Selain itu, ketersediaan beras mendukung berbagai program bantuan pangan pemerintah. Bulog menilai capaian ini mendorong penguatan kolaborasi menuju kemandirian pangan.

Di sisi lain, Bulog Kancab Sanggau menerima pasokan dari daerah surplus untuk memperkuat CBP. Langkah ini bertujuan menjaga stabilitas dan pemerataan distribusi.

“Kami mendapatkan suplai beras dari beberapa wilayah, termasuk Sulawesi Selatan, untuk memastikan stok di Sanggau dan Sekadau tetap aman. Saat ini sekitar 500 ton beras masih dalam proses pengiriman dan sebagian sudah dibongkar di gudang,” ujar Kepala Bulog Sanggau, Kartika.

Ia menyebut peningkatan pasokan sebagai strategi penguatan stok daerah. Distribusi terencana menjadi kunci pemenuhan kebutuhan masyarakat.

“Stok Cadangan Beras Pemerintah yang terus bertambah menunjukkan hasil nyata dari produksi petani dalam negeri. Kami memastikan beras tersebut terkelola dengan baik dan siap disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan kapasitas gudang di Sanggau meningkat seiring tingginya pasokan. Pemanfaatan gudang sewa dilakukan untuk menampung tambahan stok.

“Gudang milik Bulog maupun gudang sewa saat ini terisi oleh beras hasil produksi dalam negeri. Hal ini menunjukkan bahwa distribusi berjalan lancar dan pasokan dari daerah surplus terus mengalir,” jelasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....