Aturan Nutri Level Diberlakukan, Alarm Baru untuk Hidup Lebih Sehat

  • 24 Apr 2026 14:37 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kemenkes menerapkan label Nutri Level (A–D) berbasis warna dan huruf untuk membantu masyarakat memahami kandungan gula, garam, dan lemak, serta mendorong pilihan konsumsi yang lebih sehat.
  • Label ini ditujukan menekan konsumsi GGL berlebih yang berkaitan dengan penyakit tidak menular, sekaligus merespons lonjakan biaya kesehatan, termasuk peningkatan signifikan pembiayaan penyakit kronis seperti gagal ginjal.
  • Pemerintah, DPR, dan industri mendukung kebijakan ini, termasuk dorongan pengurangan gula pada produk.

BPJS Kesehatan turut menyoroti meningkatnya kasus diabetes melitus dan hipertensi pada usia muda. Hal ini turut mendorong kenaikan pembiayaan penyakit katastropik, kini mencapai sekitar 25 persen dari total anggaran layanan kesehatan.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito menyatakan, tren penyakit kronis pada kelompok muda berpotensi memperberat beban biaya jangka panjang. “Kondisi ini dapat memperberat pembiayaan jangka panjang jika tidak diimbangi upaya promotif dan preventif," kata Prihati dalam RDP bersama Komisi IX DPR RI, Rabu 8 April 2026.

Ia mengungkapkan, realisasi biaya manfaat pada 2025 naik 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Ini seiring meningkatnya pemanfaatan layanan kesehatan.

Setiap hari, sekitar 1,9 juta peserta mengakses fasilitas kesehatan mitra BPJS. Kunjungan ke rumah sakit juga melonjak hingga lima kali lipat dibandingkan 2014.

Sementara itu, prevalensi hipertensi pada kelompok usia 18–24 tahun mencapai 10,7 persen. Angka ini meningkat menjadi 17,4 persen pada usia 25–34 tahun.

Sementara itu, tren diabetes tipe 2 juga menunjukkan kenaikan signifikan. Terutama pada usia 20 hingga 30-an tahun.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....