Aturan Nutri Level Diberlakukan, Alarm Baru untuk Hidup Lebih Sehat
- 24 Apr 2026 14:37 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemenkes menerapkan label Nutri Level (A–D) berbasis warna dan huruf untuk membantu masyarakat memahami kandungan gula, garam, dan lemak, serta mendorong pilihan konsumsi yang lebih sehat.
- Label ini ditujukan menekan konsumsi GGL berlebih yang berkaitan dengan penyakit tidak menular, sekaligus merespons lonjakan biaya kesehatan, termasuk peningkatan signifikan pembiayaan penyakit kronis seperti gagal ginjal.
- Pemerintah, DPR, dan industri mendukung kebijakan ini, termasuk dorongan pengurangan gula pada produk.
KEMENTERIAN Kesehatan mulai memberlakukan kebijakan pencantuman label gizi Nutri Level pada makanan siap saji, terutama minuman berpemanis. Langkah ini diambil untuk mendorong masyarakat agar lebih bijak dalam memilih konsumsi yang sehat.
Sistem ini menggunakan penilaian sederhana berupa huruf dan kode warna. Dalam skema tersebut, Nutri Level dibagi menjadi empat tingkatan, mulai dari A hingga D.
Semakin rendah huruf yang ditampilkan, semakin tinggi kandungan gula, garam, dan lemak dalam produk. Oleh karena itu, masyarakat dianjurkan memilih produk level A atau B, serta membatasi konsumsi level C dan D.
Penerapan label ini akan difokuskan pada berbagai jenis minuman siap saji. Contohnya, kopi susu, teh tarik, minuman boba, dan jus dengan tambahan gula, terutama yang diproduksi dalam skala besar.
Informasi Nutri Level dapat dicantumkan pada menu, kemasan, hingga aplikasi pemesanan makanan dan media promosi lainnya. Pada tahap awal, kebijakan ini diberlakukan untuk pelaku usaha skala besar dan belum menyasar UMKM.
Penentuan kategori didasarkan pada hasil uji laboratorium terhadap kandungan gula, garam, dan lemak yang kemudian dilaporkan oleh pelaku usaha. Kebijakan ini juga berkaitan erat dengan upaya pencegahan berbagai penyakit tidak menular.
Konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih diketahui dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes, hipertensi, hingga penyakit jantung. Dengan Nutri Level, masyarakat diharapkan lebih sadar dalam mengontrol asupan harian guna menjaga kesehatan jangka panjang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....