Aturan Nutri Level Diberlakukan, Alarm Baru untuk Hidup Lebih Sehat

  • 24 Apr 2026 14:37 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kemenkes menerapkan label Nutri Level (A–D) berbasis warna dan huruf untuk membantu masyarakat memahami kandungan gula, garam, dan lemak, serta mendorong pilihan konsumsi yang lebih sehat.
  • Label ini ditujukan menekan konsumsi GGL berlebih yang berkaitan dengan penyakit tidak menular, sekaligus merespons lonjakan biaya kesehatan, termasuk peningkatan signifikan pembiayaan penyakit kronis seperti gagal ginjal.
  • Pemerintah, DPR, dan industri mendukung kebijakan ini, termasuk dorongan pengurangan gula pada produk.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyatakan, pihak industri telah dilibatkan sejak tahap awal perumusan kebijakan. Keterlibatan tersebut membuat industri lebih mudah menerima dan mengikuti aturan karena pembahasannya dilakukan bersama.

Dante menegaskan, partisipasi industri sejak awal turut mendukung kelancaran implementasi kebijakan di lapangan. Selain itu, hal tersebut juga membantu pelaku usaha dalam melakukan penyesuaian terhadap ketentuan yang berlaku.

Aturan ini turut diapresiasi oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher. Netty menekankan, kebijakan ini relevan di tengah meningkatnya beban penyakit tidak menular (PTM) di Indonesia.

Menrutnya, hal ini berdampak signifikan terhadap pembiayaan kesehatan nasional. “Selama ini, anggaran kesehatan banyak terserap untuk pembiayaan pengobatan penyakit kronis,” katanya.

Di sisi lain, produsen minuman kemasan di Indonesia pun diminta menurunkan kadar gula dalam produknya. Demikian disampaikan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Chusnunia Chalim, saat meninjau fasilitas produksi PT Tirta Alam Segar.

Menurutnya, langkah pengurangan gula menjadi bagian dari upaya pencegahan diabetes pada anak. Ia mengungkapkan, prevalensi diabetes anak mengalami lonjakan signifikan hingga 70 kali lipat dalam periode 2010 hingga 2023.

Ia mendorong industri untuk Melakukan penyesuaian kadar gula, selama masih memenuhi standar keamanan dari BPOM. Chusnunia juga menekankan pentingnya penanganan diabetes karena dapat memicu komplikasi seperti gangguan ginjal hingga stroke.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....