Invasi Ikan Sapu-Sapu: Ancaman Serius Ekosistem Air Tawar Indonesia

  • 22 Apr 2026 07:19 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Ikan sapu-sapu sebagai spesies invasif mengancam ekosistem air tawar dengan mendominasi habitat dan menekan ikan lokal.
  • Aktivitas menggali dasar perairan meningkatkan kekeruhan air dan mengganggu rantai makanan serta fotosintesis.
  • Pemerintah dan pakar mendorong pengendalian populasi melalui penangkapan, teknologi, serta pemanfaatan alternatif bernilai ekonomi.

Pakar perikanan Institut Pertanian Bogor Charles PH Simanjuntak menekankan pentingnya pendekatan terpadu. Pengendalian populasi harus dilakukan secara sistematis di seluruh aliran sungai.

“Penangkapan harus dilakukan secara sistematis di sepanjang aliran sungai. Ikan yang tertangkap perlu dimusnahkan untuk menekan populasinya,” ujarnya dalam dialog Pro3 RRI, Kamis 16 April 2026.

Pendekatan teknologi seperti environmental DNA dapat digunakan untuk pemantauan awal. Metode ini membantu mendeteksi keberadaan spesies invasif sejak dini.

Pengendalian biologis juga menjadi alternatif melalui pemanfaatan predator alami. Ikan lokal tertentu mampu menekan populasi sapu-sapu secara alami.

“Ikan lokal seperti baung dan betutu dapat menjadi predator alami. Peran ini penting terutama pada fase juvenil ikan invasif,” katanya, menjelaskan.

Ia menilai ledakan populasi terjadi akibat minimnya predator alami di habitat baru. Kondisi ini berbeda dengan ekosistem asal di Sungai Amazon.

Selain itu, ia mengingatkan risiko kesehatan akibat konsumsi ikan sapu-sapu. Kandungan logam berat dinilai berbahaya bagi tubuh manusia.

“Ikan ini tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi oleh masyarakat. Kandungan logam berat berpotensi membahayakan kesehatan,” ucapnya, tegas.

Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional Gema Wahyu Dewantoro menegaskan ancaman terhadap spesies lokal. Ia menilai ikan sapu-sapu berkembang cepat dan sulit dikendalikan.

“Ikan ini dapat menggeser spesies lokal dan berkembang sangat cepat. Konsumsi jangka panjang berisiko karena kandungan logam berat,” kata Gema.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....