Invasi Ikan Sapu-Sapu: Ancaman Serius Ekosistem Air Tawar Indonesia

  • 22 Apr 2026 07:19 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Ikan sapu-sapu sebagai spesies invasif mengancam ekosistem air tawar dengan mendominasi habitat dan menekan ikan lokal.
  • Aktivitas menggali dasar perairan meningkatkan kekeruhan air dan mengganggu rantai makanan serta fotosintesis.
  • Pemerintah dan pakar mendorong pengendalian populasi melalui penangkapan, teknologi, serta pemanfaatan alternatif bernilai ekonomi.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyoroti dominasi ikan sapu-sapu di perairan ibu kota. Ia menilai pengendalian tetap harus dilakukan meski metode perlu disesuaikan.

Ia menyampaikan bahwa populasi ikan sapu-sapu telah mendominasi lebih dari 60 persen di sejumlah titik. Kondisi ini menunjukkan tekanan besar terhadap ekosistem perairan Jakarta.

“Karena jumlahnya sudah sangat besar, proses pembasmian tetap harus dilakukan. Tetapi tata caranya akan kami sesuaikan dengan masukan para ahli,” ujar Pramono di Jakarta, Senin 20 April 2026.

Ia menegaskan pentingnya penyesuaian metode agar tetap memperhatikan aspek etika dan kesejahteraan hewan. Pemerintah memastikan kebijakan tetap sejalan dengan prinsip keberlanjutan.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga berencana mengoptimalkan peran petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum. Langkah ini bertujuan menjaga kualitas lingkungan air secara berkala.

“Khusus di Jakarta, kami akan mengoptimalkan PPSU. Untuk secara rutin membersihkan ikan sapu-sapu demi menjaga keseimbangan ekosistem,” ujarnya.

Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia Miftahul Huda menyoroti metode penguburan sebelumnya. Ia menilai praktik tersebut tidak sesuai prinsip kesejahteraan hewan.

“Dari sisi etika kesejahteraan hewan, mengubur hidup-hidup itu tidak tepat. Karena tidak meminimalkan rasa sakit,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....