Invasi Ikan Sapu-Sapu: Ancaman Serius Ekosistem Air Tawar Indonesia
- 22 Apr 2026 07:19 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Ikan sapu-sapu sebagai spesies invasif mengancam ekosistem air tawar dengan mendominasi habitat dan menekan ikan lokal.
- Aktivitas menggali dasar perairan meningkatkan kekeruhan air dan mengganggu rantai makanan serta fotosintesis.
- Pemerintah dan pakar mendorong pengendalian populasi melalui penangkapan, teknologi, serta pemanfaatan alternatif bernilai ekonomi.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengkaji pemanfaatan ikan sapu-sapu sebagai produk bernilai ekonomi. Langkah ini menjadi alternatif solusi untuk mengurangi dampak lingkungan.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyebut praktik serupa pernah dilakukan di Brasil. Pendekatan tersebut dinilai mampu mengubah masalah menjadi peluang.
“Ada usulan sementara, ini pernah dilakukan oleh Brasil. Bahwa ternyata ikan sapu-sapu ini di Brasil juga menjadi permasalahan, tapi ternyata dia bisa menjadi komponen lain, itu bahkan bisa menjadi arang,” ujar Rano di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa 21 April 2026.
Pemerintah mengakui penanganan awal belum berjalan optimal dalam implementasinya. Evaluasi dilakukan untuk memperbaiki prosedur teknis dan etika.
“Jadi artinya kemarin itu kan baru pertama kali. Kita juga kaget, lho, jumlah ikan sapu-sapu yang tertangkap sekian ton itu kaget kita,” kata Rano.
Proses penguburan sebelumnya mendapat kritik karena dilakukan saat ikan masih hidup. Hal ini menjadi perhatian dalam perbaikan kebijakan ke depan.
“Tapi mungkin kemarin istilahnya penguburannya kan banyak yang belum mati segala macam. Untuk itu mungkin nanti kita benahi saja,” ujarnya.
Langkah berkelanjutan diperlukan agar pengendalian populasi berjalan efektif dan sistematis. Pemerintah menargetkan kebijakan lebih terstruktur ke depan.
|
Selanjutnya,
Pendekatan Teknologi dan Risiko Kesehatan Masyarakat
|
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....