Mengapa Kita Memiliki Kecenderungan Mendengarkan Lagu Sedih saat Galau?
- 04 Des 2024 13:46 WIB
- Cirebon
KBRN, Cirebon: Kapan terakhir kali galau? Jujur saja, hidup itu memang penuh dengan roller-coaster emosi. Bisa saja bahagia di pagi hari, tetapi ketika malam tiba, timbul rasa khawatir. Kembali lagi, kadang itu yang membuat hidup lebih menarik, ada warna yang berbeda tiap harinya.
Namun, ada kecenderungan yang cukup unik. Kita seringkali mendengarkan musik yang selaras mengikuti emosi yang kita rasakan saat ini. Yang menjadi pertanyaan, mengapa kita mendengarkan lagu sedih justru saat sedang sedih? Bukankah kita akan menjadi lebih sedih?Siapa sih yang tidak pernah mendengarkan musik? Mulai dari bapak-bapak di pos ronda, pengamen di lampu merah, sampai para konglomerat papan atas pun mendengarkan musik. Bisa dibilang, musik adalah bahasa universal yang semua orang mengerti.
Uniknya, seringkali ketika kita mendengarkan sebuah lagu, mungkin kita tidak mengerti bahasanya, tapi tetap bisa merasakan apa yang dikomunikasikan dari lagu tersebut. Musik sendiri memang sering menjadi wadah bagi para seniman untuk menyalurkan pesan serta emosi mereka menjadi sebuah karya.Kembali lagi ke pertanyaan kita di awal, mengapa banyak orang galau cenderung mendengarkan lagu sedih? Secara logika, jika kita sedang galau, justru seharusnya kita mencari pelarian atas kegalauan itu atau mengalihkan perhatian kita dari apa yang kita rasakan.
Dikutip dari Healthlines, mengutip jurnal Annemieke (2016) dalam studinya menjelaskan bahwa musik bisa menjadi katalis untuk mempercepat kita merasakan perasaan sedih. Hal ini lantaran musik sedih dipercaya lebih masuk akal dan dapat diterima ketika sedih ketimbang musik yang lebih ceria.Dan pada kenyataannya, menghindari perasaan galau dengan mendengarkan musik ceria tidak akan menghilangkan perasaan galau itu sendiri, karena justru akan menimbulkan ilusi bahwa kita sedang baik-baik saja walaupun pada kenyataannya tidak demikian. Disebutkan juga dalam studi jika semakin sering kita terekspos dengan masalah yang dihadapi, kita akan bisa lebih memahami masalah dan menerima hal tersebut.
| Baca juga: Musik Sebagai Terapi Medis Kesehatan Otak |
Emosi negatif yang muncul akibat galau seringkali memberikan dorongan bagi kita untuk melakukan hal yang sifatnya cenderung impulsif. Menurut Winona Katsuya dalam artikelnya yang diterbitkan di hallosehat.com, mendengarkan musik sedih saat galau dapat menyalurkan emosi tersebut.Lagu sedih dapat mengungkap perasaan negatif dan membuat pendengar menjadi lebih realistis akan masalah yang dihadapi, hal ini dapat mencegah pendengar untuk melakukan hal impulsif tersebut.
Pada dasarnya, manusia memang makhluk sosial yang butuh orang lain untuk berbagi perasaan maupun berkomunikasi. Saat galau, sering kali kita butuh afirmasi dari orang lain tentang perasaan kita. Tapi kadang ada satu saat di mana kita tidak bisa bertemu dengan teman untuk mendapatkan afirmasi tersebut.
Masih mengutip Annemieke (2016) dalam jurnal yang berbeda mengatakan dengan mendengarkan musik sesuai emosi yang sedang dirasakan dapat memvalidasi emosi yang dirasakan. Menurut riset yang dilakukan, dengan cara validasi emosi, kita menjadi lebih merasa dimengerti dan tidak sendirian dalam menghadapi masalah. Mendengarkan lagu sedih saat galau dapat memenuhi kebutuhan tersebut.
Kita sebagai makhluk yang penuh dengan emosi pasti akan merasakan momen di mana kita merasa sangat jatuh atau terpuruk. Sedih sudah menjadi bagian dari diri tiap individu. Mulai dari putus cinta, kehilangan pekerjaan, hingga ditinggal orang terkasih untuk selama-lamanya. Cara orang-orang memang berbeda dalam mengatasi hal tersebut. Tetapi percayalah, musik, terutama musik sedih, merupakan media magis yang bisa membantu kamu merasa hidup kembali.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....