Mengenal Athaya, Pelukis ADHD Istimewa dengan Karya Uniknya

  • 09 Feb 2023 09:25 WIB
  •  Malang

KBRN, Malang : Athaya Putri Nirwasita adalah salah satu dari anak berkebutuhan khusus asal Kota Malang. Dara berusia 17 tahun ini mengalami Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), namun kondisi ini tak menjadi penghalang baginya untuk berkreasi. Kini Athaya telah menemukan passion dalam dirinya, yaitu melukis.

Uniknya, alat yang digunakan Athaya untuk menuangkan idenya di kanvas tidak menggunakan kuas seperti pada umumnya. Namun ia menggunakan peralatan dapur yang ada di sekitar rumahnya, seperti garpu, sumpit, dan peralatan lainnya. Meski menggunakan alat seadanya, namun hasil lukisannya artistik. Bahkan ada makna dari setiap goresan warna.

Maisah, ibunda Athaya mengungkapkan, alat tersebut digunakan karena Athaya memiliki hambatan motorik halus.

"Awalnya mencoba menggunakan kuas, tetapi Athaya kesulitan. Saya coba membantu menggunakan alat di sekitar rumah, ternyata justru dapat menghasilkan sebuah karya yang indah," tutur Maisah saat ditemui RRI di kediamannya, Kamis (9/2/2023).

Bagi Maisah, butuh proses panjang untuk mengetahui bakat dan minat anaknya. Beberapa macam keterampilan sudah diberikan pada Athaya mulai dari seni musik, menjahit dan menyulam, serta keahlian lainnya. Hingga pada Agustus 2021, Maisah menemukan bakat anaknya di bidang melukis.

"Saya mencoba mengenalkan berbagai macam hal, dan kini lega bisa membantu Athaya menemukan hal yang disukainya," kata wanita berhijab ini.

Dalam lukisan abstrak karya Athaya, selalu memiliki makna. Ia kerap menuangkan memori dan pengamatan ketika masih kecil dalam karya lukisannya. Misalnya pemandangan alam, suasana kebun binatang yang didatanginya saat kecil, dan memori lainnya.

"Biasanya Athaya melukis secara spontan tergantung mood, ketika dia ingin melukis ya langsung saya siapkan. Hanya dalam kurun waktu tujuh hingga 15 menit sudah jadi," tuturnya.

Di rumah Athaya yang terletak di wilayah Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, berjejer rapi lukisan-lukisan artistik karya Athaya. Tak hanya lukisan, sang ibunda juga berinisiatif menuangkan karya Athaya dalam produk siap pakai mulai dari bucket hat, sepatu kanvas lukis, hijab, scarf, tote bag, jaket, dan karya lainnya.

"Jika dalam bentuk lukisan, hanya kalangan tertentu yang bisa menikmati. Tetapi ketika dituangkan dalam bentuk pakaian, maka siapapun bisa menikmati," kata dia. Hasil karya anak kedua dari dua bersaudara ini membuahkan hasil. Selain diminati oleh semua kalangan, namun karya Athaya juga tampil di berbagai pameran dan event fashion, salah satunya berkarya bersama desainer dalam perhelatan Malang Fashion Week 2022 beberapa waktu lalu.

"Aku tetap semangat untuk berkarya, karena aku yakin bahwa keterbatasanku tidak akan menghalangiku, dan yang istimewa juga bisa menciptakan karya istimewa," kata Athaya.

Mimpinya ke depan adalah memiliki galeri seni sendiri agar siswa kelas SMKN 2 Kota Malang ini bisa semakin mengembangkan ide-ide kreatifnya. Selama ini, karya Athaya telah dipajang di display UMKM sejumlah hotel Kota Malang. Sang ibunda juga membantu memasarkan melalui media sosial dengan branding @athayaarts.

"Saya punya mimpi untuk terus mengembangkan Athaya Arts menjadi brand fashion yang besar dan dikenal luas oleh masyarakat. Harapannya, proses produksi, promosi dan lainnya akan memberdayakan teman-teman berkebutuhan khusus. Sehingga kami bisa memberi motivasi dan meningkatkan kepercayaan diri anak berkebutuhan khusus lain di Indonesia untuk terus berkarya," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....