Misa leva, Awali Penangkapan Ikan paus di Lamalera
- 18 Apr 2024 14:02 WIB
- Ende
KBRN,ENDE: Masyarakat Lamalera di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur terkenal dengan tradisi berburu paus dengan menggunakan alat tangkap tradisional. Perburuan paus yang dalam bahasa setempat dikenal dengan Baleo. Baleo menjadi gambaran kearifan lokal para nelayan Lamalera yang tangguh, pemberani, dan pantang menyerah.
Sebelum perburuan paus dilaksanakan , masyarakat Lamalera bisanya akan melakukan beberapa tradisi yang sampai dengan saat ini masih terus terpelihara yakni Tobu Nama Fate, misa Arwah, Misa Leva dan Tena Fule. Demikian disampaikan Matheus Gilo Bataona Kepada RRI Ende dalam acara bincang budaya.
“ untuk ritual – ritual lainnya seperti Tobu Nama fate,dan Tena Fule itu sudah dari dulu dari zaman nenek moyang kami sebelum mereka mengenal agama katolik, sementara Misa arwah dan Misa Leva itu ada ketika agama katolik masuk ke Lamalera pada tahun 1886 dan terus dilaksanakan sampai dengan saat ini”.
Misa Leva atau upacara pemberkatan untuk memulai musim penangkapan paus ini digelar setiap tahun di awal bulan Mei oleh masyarakat Lamalera, dan pertama kali digelar pada 1 Mei 1886. Misa leva yang merupakan inkulturasi antara gereja dan adat untuk Liturgi setiap tahunnya ditanggung oleh para nelayan Lamalera
“ Sebelum dilaksanakan Misa Leva akan dibuat rembuk Kampung dan biasanya diselenggarakan diakhir bulan April sekitar tanggal 27 atau 28 April. Kemuadian akan dilanjutkan dengan misa arwah pada tanggal 30 April untuk mengenang arwah nelayan yang meninggal saat berburu dan pada 1 Mei barulah dibuat Misa Leva”
Misa leva yang digelar dipantai Lamalera ini merupakan misa khusus memohon berkat salama musim pencarian ikan paus, sehingga dalam misa leva ini juga akan ada pemberkatan laut, peluncuran peledang sebagai simbol pembukaan musim leva dan juga pemberkatan semua armada dan peralatan yang akan digunakan selama perburuan.
Selama Masa Leva masyarakat Lamalera diminta untuk menjaga keamanan kampung, menjaga ketertiban dan juga perilaku yang tertuang dalam larangan – larangan adat selama masa leva berlangsung yakni awal Mei sampai dengan akhir Oktober.
“ Larangan itu biasanya tidak boleh mengeluarkan kata kasar dan tidak boleh melanggar norma kesopanan karena kalau dilanggar maka akan berpengaruh pada hasil tangkap nanti, bisa jadi para nelayan akan pulang dengan tangan kosong”.
Matheus juga menjelaskan bahwa saat ini Masyarakat Lamalera sedang mempersiapkan dan memperbaiki seluruh alat tangkap yang akan digunakan seperti peledang, tali temali, tempuling, layar dan peralatan lainnya untuk digunakan saat berburu Paus. Mengakhiri acara Bincang Budaya Matheus berpesan dan juga mengajak Diaspora Lamalera untuk Kembali ke kampung halaman untuk hadir dan mengikuti rangkaian upacara sampai dengan Misa Leva yang akan dimulai pada 27 April – 1 Mei 2024.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....