'Ngewongke Wong' Jadi Fondasi Ekspansi Organisasi Artotel Group
- 19 Mei 2026 07:53 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Eduard Rudolf Pangkerego mengedepankan transparansi finansial kepada karyawan sebagai strategi utama bertahan hidup selama puncak varian Delta tahun 2021.
- Kepercayaan staf dibangun melalui komunikasi jujur tanpa menutupi ketiadaan kas perusahaan demi menjaga loyalitas tim di masa penguncian wilayah.
- Manajemen Artotel menginisiasi gerakan moral lintas industri melalui video motivasi dari puluhan selebritas guna menguatkan mental seluruh praktisi perhotelan nasional.
Berdiri kokoh di tengah hiruk pikuk Jakarta, Bimasena Club at The Dharmawangsa menjadi salah satu oasenya. Sambutan penuh keramahan dari para stafnya sejak pertama menjejakkan kaki memberikan kesan kehangatan mendalam.
Sebagai sebuah suaka di tengah gegap gempita kota, tampak Bimasena tidak meninggalkan balutan akar budaya aslinya. Di sudut lain, tulisan "Lingkungan Dharmawangsa Hotel, Hunian, dan Grha Bimasena" terpatri pada prasasti yang ditandatangani Presiden Soeharto.
"Bimasena itu terbentuk di tahun 1997, diinisiator oleh Profesor Doktor Subroto sebagai wadah tempat bertemunya para 'energy and mining industry people'. Beliau mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral," ujar General Manager (GM) Bimasena R Unggul Lugiano Rubio.
Sebagai pendiri visioner, Subroto juga memiliki hasrat sangat besar terhadap dunia perwayangan. Nama tokoh Bimasena yang dipilih menggambarkan komitmennya terhadap nilai keunggulan serta kebijaksanaan dalam setiap bentuk interaksi.
"Kebetulan beliau orang Jawa, Solo, dan sangat mencintai wayang. Dan menurut beliau, setiap tokoh wayang menggambarkan, (atau-red) ada artinya semua," ucap Manager Marketing Membership Bimasena Deti Pancaningsih.
Menurut Deti, karakter tersebut dipilih untuk mewakili simbol keberanian diimbangi kejernihan hati dalam membuat keputusan. Sesiapa saja yang bertandang diharapkan memiliki energi serupa yang mendatangkan kemanfaatan bagi semua pihak.
Energi ini yang tampak mengalir saat Eduard mengurai ceritanya mengenai strategi bisnis Artotel Group. Awal mula keterlibatannya membangun korporasi jaringan perhotelan raksasa ternyata menyimpan sebuah cerita masa lalu yang menggelitik.
Ia awalnya merasa sungguh enggan ketika menerima tawaran pekerjaan untuk mengelola suatu proyek properti penginapan. Wilayah dataran bagian timur Pulau Jawa itu dianggapnya sebagai daerah yang memiliki suhu udara terlampau panas.
"Saya bilang aduh Surabaya. Jangankan kerja, liburan aja saya malas banget ke Surabaya. Enggak pernah dalam hidup saya mau ke Surabaya," kata Eduard Rudolf Pangkerego.
Pertemuan tatap muka langsung bersama pendiri perusahaan akhirnya meluluhkan hati pakar manajemen perhotelan ini. Dialog mereka perlahan sukses membuka jalan pikirannya untuk melihat potensi besar sebuah bisnis properti rintisan.
Ia kemudian merelakan kehidupan nyamannya di kota kembang demi memulai sebuah petualangan karir yang sangat baru. Keberaniannya mengambil risiko besar tersebut menandai tonggak sejarah lahirnya sebuah entitas korporasi penginapan paling terkemuka.
Proses pembangunan infrastruktur fisik bangunan akomodasi komersial perdana baru mulai dijalankan secara perlahan pada saat itu. Status pekerja profesional angkatan pertama secara resmi disandangnya dengan bangga semenjak awal berdirinya Artotel Group.

"Saya waktu itu kerja di Bandung. Saya profesional kerja di Bandung. Singkat cerita, ya saya 'employee' 001. 001-nya Artotel," ujar Eduard.
Kesuksesan mendirikan puluhan cabang penginapan lokal ternyata tidak membuat ambisi manajemen korporasi cepat puas. Perusahaannya kini sedang gigih menyusun strategi guna mendominasi seluruh rantai industri pariwisata nasional.
Langkah menaklukkan batas teritorial mancanegara bahkan mulai dipersiapkan melalui komunikasi intensif dengan negara tetangga. Peta jalan pelebaran rentang sayap bisnis mulai menuju kawasan perbatasan wilayah perlintasan benua.
"Wah, target kita mesti jadi ‘dominant player’-lah. Perusahaan kita enggak akan berhenti, Bos. Kita akan akan gas terus," ucap Eduard dengan nada penuh keyakinan.
Dorongan jiwa patriotisme juga menyeruak di balik seluruh rancangan pengembangan aset komersial Artotel ini. Pria ramah tersebut sungguh menginginkan kebangkitan pengusaha lokal agar tidak lagi dipandang sebelah mata.
Eduard melihat hegemoni jaringan pengelola properti asing di berbagai kota membangkitkan rasa keprihatinannya yang cukup mendalam. Menurutnya, kekuatan jenama bisnis internasional seringkali berhasil membius pemilik modal domestik untuk menyerahkan hak operasional kepada mereka.
Tantangan terbesar saat ini bertumpu pada upaya strategis memberikan bukti nyata keunggulan sumber daya lokal. Menanamkan nilai kecintaan terhadap produk kebanggaan bangsa menjadi kunci memenangkan sengitnya kompetisi pasar ekonomi global.
"Ini 'merah putih' dikit nih. Kalau boleh dibilang (orang Indonesia itu-red) master sih (dalam menguasai-red) hospitality. Orang Indonesia itu punya darah hospitality-nya," katanya.
"Terus - eh tapi ini terlalu ekstrem nih 'merah putihnya' - ya operator-operator asingkan banyak di sini. Kita-kita harusnya jadi tuan rumah di negara sendirilah," kata Eduard sedikit tertawa.
Ia bahkan menolak menghalalkan penggunaan segala macam bentuk cara kotor demi misi menguasai pasar komersial. Pihaknya berupaya menjunjung integritas korporasi sangat tinggi tanpa mengandalkan kekuatan jalur 'orang dalam'.
Prosedur kompetisi bisnis yang teramat ketat selalu dipatuhi oleh seluruh jajaran timnya. Beragam institusi pemerintah hingga badan usaha swasta saat ini telah resmi merapat menjadi mitra bisnis setia.
"Kita bangun Artotel dari baik-baik, dengan 'good corporate governance' yang kita pegang. Kita enggak mau ngerontokin ini dengan hal-hal yang seperti itu. Kita ikutin 'business as usual'," ujar Eduard.
Ia juga mengungkap bahwa organisasi yang dibangunnya di Artotel bersifat dinamis. Pola organisasi dengan hierarki vertikal yang kaku seringkali menjadi penghalang terbesar dalam laju pertumbuhan entitas bisnis.
|
Selanjutnya,
Pendekatan manajemen...
|
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....