Wakil Bupati Kutai Barat Peduli Pertanian Masa Depan
- 07 Nov 2025 12:29 WIB
- Samarinda
KBRN, Kutai Barat: Nanang Adriani, dikenal luas sebagai figur yang sangat identik dan peduli terhadap dunia pertanian di wilayah Kubar. Bersama Bupati Kutai Barat, FX. Fredrik Edwin, ia bertekad mewakafkan diri membangun masa depan Kutai Barat yang lebih cerah, terutama dalam mewujudkan pertanian berkelanjutan menyongsong hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN).
Dalam wawancara khusus bersama RRI Samarinda di ruang kerjanya, Wakil Bupati Kubar itu tampak terbuka menerima setiap tamu yang datang untuk berdiskusi. “Tentu, banyak teman dan kolega yang datang berdiskusi, terutama dari Dinas Pertanian. Saya sangat intens berkomunikasi dengan mereka,” ujar Nanang sambil tersenyum hangat.
Ia menambahkan, selama waktu memungkinkan dirinya siap berdiskusi demi kemajuan Kutai Barat. Ketika ditanya mengenai perjalanan panjang Kabupaten Kutai Barat yang telah berusia 26 tahun sejak pemekaran pada 1999, Nanang mengaku bersyukur melihat kemajuan yang begitu pesat.
“Perubahan paling nyata tentu pada infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat. Dulu daerah ini masih sederhana, kini banyak berkembang. Bahkan arus pendatang meningkat, mencari rezeki di Kutai Barat. Itu pertanda ekonomi kita tumbuh,” ucapnya.
Latar belakang panjang Nanang di bidang pertanian membuatnya sangat memahami tantangan sekaligus potensi sektor tersebut. Sebelum menjabat sebagai wakil bupati, ia pernah dipercaya menjadi Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan puluhan tahun berkarier sebagai penyuluh pertanian.
“Kalau kita bicara pertanian, artinya luas. Ada tanaman pangan, hortikultura, peternakan, hingga perkebunan. Dulu Kutai Barat terkenal sebagai penghasil karet terbesar di Kaltim, sekitar 41 persen produksi provinsi ada di sini,” ujarnya.
Nanang menegaskan pentingnya mempersiapkan Kutai Barat sebagai daerah penyangga IKN, khususnya di bidang pangan. “Kita sudah mulai berbenah diri. Potensi yang ada harus kita kembangkan agar bisa memenuhi kebutuhan IKN. Tapi tentu kita butuh dukungan, terutama konektivitas jalan agar distribusi hasil pertanian lancar,” katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa Dinas Pertanian telah meningkatkan bantuan kepada masyarakat berupa bibit, pupuk, pelatihan, dan peningkatan sumber daya manusia melalui penyuluh pertanian. “Kelompok tani yang siap akan terus kita dorong dengan pelatihan dan pendampingan,” ujarnya optimistis.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....