Samarendah Freediver, Komunitas Penyelam Bebas Samarinda
- 26 Mei 2025 11:27 WIB
- Samarinda
KBRN, Samarinda : Olahraga selam bebas atau freediving memang belum sepopuler olahraga lainnya, namun di Kota Samarinda telah hadir sebuah komunitas yang konsisten memperkenalkannya ke masyarakat. Komunitas ini bernama Samarendah Freediver, berdiri sejak 11 April 2020, dan kini telah memiliki ratusan anggota dari berbagai latar belakang.
“Olahraga freediving ini salah satu olahraga yang berisiko tinggi ya, untuk didunia kelautan ya seperti itu. Jadi di ilmu kelautan ataupun olahraga di kelautan itu ada dua jenis olahraga selam. Yang pertama itu kalau kita pernah dengar itu scuba. Yang pakai tabung sederhananya gitu. Yang kedua itu free diving tidak pakai alat tabung, hanya menggunakan seperti fin, terus masker dan snorkel. Jadi dia simpel, hanya menyalam bebas konsepnya tidak memakai alat bantuan pernapasan seperti tabung”. Jelas Zeno Wakil Ketua Komunisa Samarendah Freediver dalam Obrolan Tonight Corner Komunitas Pro 2 Samarinda baru – baru ini.
Dijelaskan Zeno, Meski bernama ‘free’ diving, bukan berarti olahraga ini bebas biaya. Justru sebaliknya, alat-alat freediving terbilang cukup mahal. Jadi istilah 'free' hanya merujuk pada tekniknya, bukan biayanya.
Komunitas ini didirikan oleh seorang pencinta laut bernama Bang Nurdin, yang dikenal sebagai inisiator gerakan ini di Samarinda. Cikal bakal komunitas ini tumbuh dari kecintaan terhadap laut dan keinginan untuk melestarikannya. Melalui freediving, para anggotanya bisa menikmati keindahan bawah laut tanpa merusak lingkungan.
“karena kita ini berasal olahraga yang dari laut gitu ya. Kecintaan alam kita terhadap laut, terhadap biodiversitasnya, terhadap keindahan karang. Dan juga kita ketahui bahwa di Kalimantan Timur ini salah satu kita punya laut segitiga masuk dalam segitiga terumbu karang dunia yaitu Kepulauan Drawan. Jadi, maka dari itu kita ciptakan seolah-olah untuk menikmati keindahan di dasar.” Tambahnya
Dita, Divisi Pelatihan Komunitas Samarendah Freediver Menjelaskan kini Samarendah Freediver sudah memiliki sekitar 400 anggota, baik yang aktif maupun tidak. Memang tidak semua anggota selalu aktif, karena kesibukan masing-masing. Tapi komunitas ini selalu terbuka bagi siapa saja yang ingin belajar.
Untuk kegiatan latihan, komunitas ini rutin mengadakan sesi latihan dua kali seminggu, yaitu setiap Jumat dan Minggu.
“Latihan biasanya kami lakukan di Kolam Putri Ayu Golf, karena panjang kolamnya mendukung latihan dynamic apnea. Sementara kalau mau latihan kedalaman, kami kadang pakai kolam di Hotel Mesra yang memiliki kedalaman hingga 4 meter,” jelasnya
Materi latihan dan penggunaan kolam pun selalu disesuaikan dengan kemampuan peserta yang hadir. Jika banyak anggota baru, maka kegiatan olahraga akan dimulai dengan teknik dasar. Namun jika mayoritas sudah mahir, skala latihan yang digunakan akan dinaikkan ke level berikutnya, sehingga sangat fleksibel.
Komunitas Freediver Samarinda menyampaikan harapan agar pemerintah dan instansi terkait dapat memberikan dukungan, terutama dalam hal penyediaan fasilitas kolam renang yang memadai. Saat ini, kedalaman kolam di Samarinda rata-rata hanya sekitar 4 meter, padahal latihan dan pengambilan lisensi penyelaman idealnya membutuhkan kolam dengan kedalaman hingga 16 meter.
Tingginya minat masyarakat terhadap olahraga selam juga menjadi alasan pentingnya fasilitas yang lebih lengkap. Komunitas ini memiliki sekitar 400 anggota, dan banyak di antaranya harus pergi ke luar kota seperti Bali, Makassar, atau Jakarta untuk mengambil lisensi karena keterbatasan fasilitas di Samarinda.
Selain itu, jika sudah tersedianya fasilitas yang mendukung di dalam kota, mereka berharap bisa mengundang instruktur dari luar dan menyelenggarakan pelatihan bersertifikat di Samarinda, sehingga lebih banyak masyarakat bisa mengembangkan minat dan kemampuan mereka dalam dunia selam tanpa harus keluar daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....