Joka Ju, Tradisi sakral dan Unik Masyarakat Suku Ende Lio

  • 03 Feb 2025 11:09 WIB
  •  Ende

KBRN,Ende: Sering terdengar di telinga kita budaya Jawa, Bali, Sumatera atau bagian Indonesia Barat lainya, Namun di Sebelah Timur indonesia, ada pulau Flores dimana memiliki kekayaan alam yang begitu melimpah baik berupa panorama yang menyejukkan pandangan dan juga ada berbagai tradisi yang terus dilestarikan oleh masyarakatnya. Seperti halnya tradisi masyarakat Desa Potu, Kecamatan Wolojita, Kabupaten Ende-Flores, Nusa Tenggara Timur.

Masyarakat setempat selalu melaksanakan upacara adat salah satunya Joka’Ju. Joka Ju adalah tradisi sakral dan unik Suku Lio di Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang secara harfiah kata 'Joka Ju' berasal dari kata 'joka' diartikan tolak dan 'ju' diartikan bala/segala roh jahat. Secara keseluruhan Joka Ju artinya tolak bala.

Menurut bapak Yakobus Pe'u seorang budayawan Ende Lio, Ritual tersebut dilaksanakan agar masyarakat setempat tidak pelapani (tidak berbuat jahat). Selain itu upacara ini juga untuk menolak segala bentuk kesialan yang terjadi serta menghilangkan segala bentuk penyakit buruk. Ritual Joka Ju adalah upacara adat yang dilaksanakan oleh masyarakat bersama Mosalaki (lembaga adat) setiap April untuk menolak bala dan segala penyakit yang berhubungan dengan hasil panen. Upacara ini juga sekaligus dirayakan untuk hasil alam yang berlimpah dan ucapan syukur atas anugrah yang Tuhan berikan kepada masyarakat. Dengan melakukan upacara ini diharapkan hasil alam yang diperoleh berkah dan akan selalu melimpah.

Lebih lanjut Yakobus Pe'u menjelaskan, saat pelaksanaan ritual Joka Ju, ada sejumlah aturan yang harus ditaati masyarakat. Seperti masyarakat dilarang melakukan banyak aktivitas. Contohnya berkebun, menenun, dan menyalakan api di luar rumah, memetik tumbuhan yang sedang tumbuh, berkelahi, bahkan mengubur orang mati dan memegang daun hijau.

Jika peraturan tersebut dilanggar, maka orang yang melanggar aturan tersebut akan mendapatkan sanksi adat dari Tua Adat/Mosalaki berupa membawa hewan seperti babi, moke boti, atau arak. Sanksi itu diberikan kepada Mosalaki. Selesai upacara yang pertama yaitu upacara malam sesajean kepada leluhur, masyarakat setempat menunggu hari besok untuk melaksanakan upacaraJoka’Ju.

Prosesi joka’ju inilah yang dianggap sakral karena selama empat hari berturut-turut masyarakat penduduk asli setempat atau para pendatang yang tinggal tidak boleh melakukan segala aktivitas yakni, berkebun, menyalakan api diluar rumah,memetik tumbuhan yang sedang tumbuh, berkelahi, bahkan mengubur orang mati. Mereka hanya dibolehkan untuk bersenang-senang.

Upacara adat joka ju yang dilakukan setahun sekali untuk memperingati tahun baru menurut adat setempat dengan tujuan tolak bala atau yang dikenal dengan mengusir roh jahat. Upacara ini merupakan tradisi dan budaya bangsa Indonesia, khususnya masyrakat yang berada di pPulau Flores, Kabupaten Ende Suku Lio.

Pada dasarnya Joka’Ju merupakan ritual yang bernilai sakral dan bertujuan sangat mulia. Karena didalam ritual adat tersebut mengajarkan masyaraka setempat untuk bisa saling menghargai antara manusia, tumbuhan, hewan, dan tanah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....