Keindahan Danau Waibelen di Flores Timur
- 19 Jun 2024 15:26 WIB
- Ende
KBRN, Ende : Danau Waibelen terletak diantara Desa Waibao dan Desa Riangkeroko Kecamatan Tanjung Bunga tepatnya 53 km arah ujung timur Pulau Flores. Waibelen berasal dari bahasa Lamaholot yang artinya sumber air besar. Wai artinya air dan Belen artinya besar atau luas. Danau Waibelen merupakan sisa dari letusan Gunung Sodoberawao sehingga membentuk kawah vulkanik yang besar, dan terisi oleh air hujan. Danau Waibelen merupakan sumber air bagi masyarakat Desa Waibao yang terdiri dari beberapa kampung yaitu Keka, Tengadei, Riangpuho, dan Lebao Kecamatan Tanjung Bunga.
Kisah asmara menjadi latar belakang terbentuknya Danau Asmara. Sepasang kekasih, Lio Kelen dan Nela Kelen, mencintai satu sama lain namun tidak mendapat restu dari kedua orang tua karena mereka memiliki hubungan kekerabatan yang sangat dekat. Sepasang kekasih ini berasal dari desa yang sama yakni Kampung Tengadei, Desa Waibao. Hubungan mereka tetap tidak direstui oleh orang tua mereka meskipun sudah melalui perjalanan dan penantian yang panjang. Atas dasar penolakan keras itu, mereka bersepakat untuk bunuh diri di Danau Waibelen. Sebelum melaksanakan rencananya, Lio dan Nela menuruni jalan yang menurun menuju danau. Setibanya di tepi danau, mereka beristirahat dan duduk di tepiannya. Kemudian, keduanya melompat dan terjun ke dalam danau. Mereka hanya meninggalkan sepucuk surat yang dijepit diantara ranting pohon di sekitar danau yang bertulis pesan “Jika Bapak dan Mama ingin mencari emas, maka carilah ke dalam danau.” Tiga hari kemudian, jasad pasangan itu ditemukan dengan tangan keduannya terikat dalam kondisi utuh, meski di danau tersebut terkenal buayanya yang sangat ganas. Pada bagian tempat tenggelamnya, ditandai dengan tumbuhnya satu pohon kelapa di tepi danau. Sejak peristiwa tragis itu, danau Waibelen Masyarakat sekitar menyebut danau tersebut sebagai Danau Asmara.
Bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan Danau Waibelen, perjalanan dari Kota Larantuka memakan waktu sekitar 1 jam atau sekitar 40 km. Danau Waibelen saat ini lebih dikenal dengan sebuatan Danau Asmara. Untuk sampai di danau ini pengunjung dapat mengaksesnya menggunakan sepeda motor atau menyewa mobil dengan membayar Rp.300.000 pulang pergi. Dari Waiklibang, ibukota Kecamatan Tanjung Bunga, Danau Waibelen bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat, perjalanan menuju danau melewati Desa Waibao membutuhkan waktu kurang lebih 45menit.
Keindahan Danau ini benar-benar memukau hati para pengunjung. Dengan suasana yang tenang, pengunjung dapat merasakan kenyamanan di tengah suasana alam yang begitu indah. Di balik rerimbunan pohon-pohon hutan, pengunjung dapat mendengar suara riuh burung liar. Burung Titihan Australia merupakan salah satu jenis burung yang dapat ditemukan di Danau Waibelen.
Untuk mengunjungi tempat ini, ada beberapa persyaratan yang harus dipatuhi oleh wisatawan misalnya,setiap pengunjung diwajibkan untuk dibasuh dengan air danau oleh juru kunci setempat sebelum melakukan wisata. Penduduk setempat percaya bahwa buaya yang ada di danau adalah jelmaan dari para leluhur. Selain itu, para pengunjung diminta untuk menjaga sopan santun dan tata krama dengan tidak mengucapkan kata-kata kasar atau sumpah serapah.
Salah satu hal yang menarik dari Danau Waibelen adalah rumah pohon yang terletak di puncak pohon asam. Rumah pohon ini dibangun dari bale-bale bambu berukuran 2,5 x 1,5 meter dan memungkinkan pengunjung untuk menikmati pemandangan danau dan lembah di sekitarnya. Namun, untuk mencapai rumah pohon tersebut, pengunjung harus melewati tangga panjat selama sekitar 10 meter. Pembangunan rumah pohon ini dilakukan karena banyaknya wisatawan yang penasaran dengan pengalaman menikmati keindahan danau dari ketinggian.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....