Museum Bikon Blewut, Menelusuri Jejak Sejarah Flores di Sikka
- 07 Okt 2026 11:46 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Maumere, Sikka — Dilansir dari Katalog Museum Indonesia dan laman resmi pariwisata Indonesia, Museum Bikon Blewut merupakan salah satu museum sejarah dan arkeologi yang menyimpan berbagai peninggalan masa lampau di Flores. Museum ini berada di kompleks Seminari Tinggi Santo Paulus Ledalero, Desa Takaplager, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.
Museum Bikon Blewut menyimpan beragam koleksi, mulai dari fosil, artefak prasejarah, pakaian adat dan perhiasan, keramik, alat musik, tenunan, anyaman, ukiran, senjata, hingga koleksi fauna. Koleksi tersebut menjadi bagian penting dalam memperkenalkan sejarah, arkeologi, dan kebudayaan masyarakat Flores.
Nama Bikon Blewut berasal dari bahasa Sikka. Bikon berarti lampau, sedangkan Blewut berarti rusak, sehingga Bikon Blewut dimaknai sebagai sisa-sisa peninggalan masa lampau.
Sejarah museum ini bermula pada 1965 ketika Pater Dr. Theodor Verhoeven SVD menghimpun berbagai hasil penelitian dan penggalian di Todabelu, Kabupaten Ngada. Selanjutnya, pada 1983, Pater Drs. Piet Petu SVD menata dan mengelola koleksi tersebut secara sistematis dan ilmiah di Ledalero, Maumere.
Keberadaan Museum Bikon Blewut tidak hanya menjadi daya tarik wisata sejarah, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi pelajar, peneliti, dan masyarakat. Koleksi yang tersimpan di dalamnya memberikan gambaran mengenai kehidupan manusia masa lampau serta perkembangan sejarah dan budaya Flores.
Dengan kekayaan koleksinya, Museum Bikon Blewut menjadi salah satu ruang penting untuk mengenalkan perjalanan panjang sejarah Flores kepada generasi muda. Museum ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga warisan budaya dan pengetahuan tentang masa lalu masyarakat Nusa Tenggara Timur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....