Mawatu Padukan Wisata, Alam dan Ekonomi Kreatif di Labuan Bajo

  • 15 Sep 2026 11:11 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Labuan Bajo – Mawatu dikembangkan sebagai kawasan terpadu yang mengintegrasikan wisata, gaya hidup, budaya, alam, dan komunitas di Labuan Bajo.

Kawasan yang berada di Pantai Batu Cermin tersebut dikembangkan di atas lahan seluas 12 hektare.

Mawatu mengusung visi sebagai The New City Center of Labuan Bajo dengan mengembangkan delapan pilar utama.

Delapan pilar tersebut meliputi hospitality, lifestyle, culture, culinary, creative, maritime, nature, dan community.

Pada sektor gaya hidup, Mawatu menghadirkan kawasan komersial dengan berbagai tenant ritel dan kuliner.

Kawasan tersebut juga menghadirkan Cinema XXI yang disebut sebagai bioskop modern pertama di Pulau Flores.

Sementara pada sektor alam, Mawatu menggabungkan panorama pantai, ekosistem mangrove, dan perbukitan alami dalam konsep kawasannya.

Aspek budaya dikembangkan melalui berbagai aktivitas seni, termasuk pertunjukan di amphitheater.

Mawatu juga membuka ruang kolaborasi dengan pengrajin tenun lokal dan komunitas kreatif di Labuan Bajo.

Head of Strategic Marketing Vasanta Group Jonathan Budiman mengatakan, perkembangan Labuan Bajo menciptakan kebutuhan terhadap ruang publik dan aktivitas wisata yang terintegrasi.

“Perkembangan Labuan Bajo menciptakan kebutuhan akan sebuah kawasan yang mampu menghadirkan gaya hidup, ruang publik, dan aktivitas wisata dalam satu tempat,” terang Jonathan.

Menurutnya, pengembangan Mawatu diarahkan menjadi bagian dari perkembangan Labuan Bajo sekaligus membuka peluang baru bagi masyarakat sekitar.

Sementara itu, warga Desa Batu Cermin Elbertus Marianus Liman berharap pengembangan kawasan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.

“Batu Cermin memiliki potensi besar sebagai bagian dari perkembangan Labuan Bajo. Kami berharap berbagai pengembangan baru dapat membuka peluang ekonomi, memperkuat kolaborasi dengan masyarakat, serta memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi wilayah sekitar,” ujarnya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur menunjukkan aktivitas perjalanan menuju wilayah tersebut terus berkembang.

Jumlah penumpang angkutan udara di NTT pada Maret 2026 mencapai 223.302 orang, meningkat 33,40 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Bandara Komodo Labuan Bajo berkontribusi 23,93 persen terhadap total pergerakan penumpang udara di NTT pada periode tersebut.

Dari sisi pariwisata, kunjungan wisatawan mancanegara melalui pintu masuk utama NTT pada April 2026 mencapai 26.604 kunjungan.

Angka tersebut meningkat 31,97 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada periode yang sama, TPK hotel berbintang mencapai 40,97 persen.

Pengembangan Mawatu menjadi bagian dari respons terhadap kebutuhan ruang wisata dan aktivitas pendukung di tengah perkembangan Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....